<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Rumah Dunia. Serang</title>
	<atom:link href="http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189</link>
	<description>Semakin banyak yang peduli. Semakin banyak yang terbantu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 15:43:35 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Tiur mufrita ( Rita )</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-13359</link>
		<dc:creator>Tiur mufrita ( Rita )</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 12:30:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-13359</guid>
		<description>Congratulation to Rumah Dunia..., never late to say that, saya tinggal di cilegon banten dan pastinya bertetangga dekat dg Rumah Dunia tapi baru sekarang ini saya &#039;ngeh (sadar kata orang Jkt)ada suatu wadah yg oke banget...saya pasti akan datang kesana segera. Saya pengen banget ikut belajar menulis mungkin suatu saat akan berguna buat anak cucu tapi rada sungkan juga soalnya udah emak2 dan anak2 saya jg udah pada kuliah mereka sih pasti senang tapi..how about you Rumah Dunia? would you like to accept me? Thanx a lot</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Congratulation to Rumah Dunia&#8230;, never late to say that, saya tinggal di cilegon banten dan pastinya bertetangga dekat dg Rumah Dunia tapi baru sekarang ini saya &#8216;ngeh (sadar kata orang Jkt)ada suatu wadah yg oke banget&#8230;saya pasti akan datang kesana segera. Saya pengen banget ikut belajar menulis mungkin suatu saat akan berguna buat anak cucu tapi rada sungkan juga soalnya udah emak2 dan anak2 saya jg udah pada kuliah mereka sih pasti senang tapi..how about you Rumah Dunia? would you like to accept me? Thanx a lot</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yudhis</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-12600</link>
		<dc:creator>Yudhis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 03:45:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-12600</guid>
		<description>Kami sudah email kontak Bobon ke email anda, semoga membantu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kami sudah email kontak Bobon ke email anda, semoga membantu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amien Kawilarang Kasihkoe</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-12594</link>
		<dc:creator>Amien Kawilarang Kasihkoe</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 05:21:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-12594</guid>
		<description>Bon alamat e-mailmu ama firman bisa lu kasih gak, dari grades 91</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bon alamat e-mailmu ama firman bisa lu kasih gak, dari grades 91</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Diana Rose</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-12361</link>
		<dc:creator>Diana Rose</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2007 10:29:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-12361</guid>
		<description>Salam Rumah Dunia...
Satu kebanggaan dan satu kebahagiaan, ketika kaki saya berpijak di rumah dunia..sebuah mimpi yang menjadi kenyataan!
Dan satu kerinduan, ketika kaki saya meninggalkan rumah dunia..
sepertinya rumah dunia mempunyai daya magic yang membuat orang ingin selalu merasakan aura rumah dunia yang begitu sederhana namun hangat dengan kebersamaan dan persaudaraannya..ingin balik lagi gitu lho!!he..
Andai saja rumah Dunia bisa dipindahkan ke bandung, mungkin nggak ya?hehe
Mas Gong,masih ingat saya kan, Rosdiana dari bandung...saya ingin kembali ke rumah dunia, saya ingin lebih banyak belajar dari rumah dunia..kapan2 saya ingin menjadi peserta kelas menulisnya.mudah2n bisa terlaksana..amin
Salam buat Mas Gong, Mba Tyas n para Voulentirnya..
Salam Rumah Dunia!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Rumah Dunia&#8230;<br />
Satu kebanggaan dan satu kebahagiaan, ketika kaki saya berpijak di rumah dunia..sebuah mimpi yang menjadi kenyataan!<br />
Dan satu kerinduan, ketika kaki saya meninggalkan rumah dunia..<br />
sepertinya rumah dunia mempunyai daya magic yang membuat orang ingin selalu merasakan aura rumah dunia yang begitu sederhana namun hangat dengan kebersamaan dan persaudaraannya..ingin balik lagi gitu lho!!he..<br />
Andai saja rumah Dunia bisa dipindahkan ke bandung, mungkin nggak ya?hehe<br />
Mas Gong,masih ingat saya kan, Rosdiana dari bandung&#8230;saya ingin kembali ke rumah dunia, saya ingin lebih banyak belajar dari rumah dunia..kapan2 saya ingin menjadi peserta kelas menulisnya.mudah2n bisa terlaksana..amin<br />
Salam buat Mas Gong, Mba Tyas n para Voulentirnya..<br />
Salam Rumah Dunia!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gola gong</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-9115</link>
		<dc:creator>gola gong</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 22:58:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-9115</guid>
		<description>Untuk Iis, tentang cara menulis skebario, sebetulnya sudah banyak buku panduan cara menulis skenario. di tb gramedia/gunung aung, pasti ada. di www.rumahdunia.net juga ada. kamu klik kategori tips. di sana ada. oke, untuk smua, silahkan berkunjung ke rumah dunia. kita bisa brsabtai sejenak. sabtu-minggu adalah waktu yang tepat. jika kepingin nginep, bisa di rumah penduduk. semalam rp. 20.000,-. makasih buat suppport kalian. mari kita sama-sama mewariskan geerasi yang kuat bagi negeri kita yang kita cintai ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Iis, tentang cara menulis skebario, sebetulnya sudah banyak buku panduan cara menulis skenario. di tb gramedia/gunung aung, pasti ada. di <a href="http://www.rumahdunia.net" rel="nofollow">http://www.rumahdunia.net</a> juga ada. kamu klik kategori tips. di sana ada. oke, untuk smua, silahkan berkunjung ke rumah dunia. kita bisa brsabtai sejenak. sabtu-minggu adalah waktu yang tepat. jika kepingin nginep, bisa di rumah penduduk. semalam rp. 20.000,-. makasih buat suppport kalian. mari kita sama-sama mewariskan geerasi yang kuat bagi negeri kita yang kita cintai ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iis</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7912</link>
		<dc:creator>Iis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 07:57:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7912</guid>
		<description>Maaf, saya sambung lagi.Habis enak-enak ngetik, eh lampu mati karena di Sidoarjo lagi hujan deras. So, masih mau kan membaca lanjutannya? Saya mengenal situs ini setelah telepon ke redaksi kompas Jakarta, untuk minta no.telp. Bp. Gola Gong, yang menurut saya gaya bahasa penulisannya di kompas hari ini, jumat 8 pebruari 07 sungguh enak dibaca. Apalagi pada artikel tersebut ada foto keluarga bahagia dan putri cantiknya yang masih kecil namun sudah berprestasi dengan terbitnya novel yang menurut bapaknya dikerjakan hampir satu tahun. Nah, dari telp itu saya diberi alamat situs ini. akhirnya saya coba deh buka-buka situsnya, aahaa, saya terkejut sekali dan saya tidak menyangka kalau di Banten ada komunitas yang bikin cerdas. Cerdas gak mesti mahal kan? 

Untuk Bp. Gola Gong atau pembaca lain, kalau nggak keberatan bisa nggak saya belajar tentang cara membuat skenario, novel atau tulisan yang enak dibaca. Memang perlu proses, akan tetapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi. Untuk informasi skenario tsb apa saya harus membuka situs Bp Gola Gong yang lain. Mohon infonya. Salam kenal untuk semua tim pengelola rumahdunia. Iis-Sidoarjo Jawa Timur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, saya sambung lagi.Habis enak-enak ngetik, eh lampu mati karena di Sidoarjo lagi hujan deras. So, masih mau kan membaca lanjutannya? Saya mengenal situs ini setelah telepon ke redaksi kompas Jakarta, untuk minta no.telp. Bp. Gola Gong, yang menurut saya gaya bahasa penulisannya di kompas hari ini, jumat 8 pebruari 07 sungguh enak dibaca. Apalagi pada artikel tersebut ada foto keluarga bahagia dan putri cantiknya yang masih kecil namun sudah berprestasi dengan terbitnya novel yang menurut bapaknya dikerjakan hampir satu tahun. Nah, dari telp itu saya diberi alamat situs ini. akhirnya saya coba deh buka-buka situsnya, aahaa, saya terkejut sekali dan saya tidak menyangka kalau di Banten ada komunitas yang bikin cerdas. Cerdas gak mesti mahal kan? </p>
<p>Untuk Bp. Gola Gong atau pembaca lain, kalau nggak keberatan bisa nggak saya belajar tentang cara membuat skenario, novel atau tulisan yang enak dibaca. Memang perlu proses, akan tetapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi. Untuk informasi skenario tsb apa saya harus membuka situs Bp Gola Gong yang lain. Mohon infonya. Salam kenal untuk semua tim pengelola rumahdunia. Iis-Sidoarjo Jawa Timur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iis</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7911</link>
		<dc:creator>Iis</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2007 07:38:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7911</guid>
		<description>Rasanya senang sekali melihat aktivitas rumah dunia. Begitu banyak informasi yang di dapat tanpa harus mengeluarkan sedikitpun biaya. Sungguh, rumah dunia adalah investasi cerdas.Sekalipun saya bermukim di wilayah sidoarjo yang dekat dengan lapindo tapi saya tidak mau terpekur sedih mikir lumpur. Dengan bergabung dengan rumahdunia ini saya berharap ada wahana dan wacana baru bagi pribadi saya kedepannya.

Salut untuk Bp Gong Gola,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya senang sekali melihat aktivitas rumah dunia. Begitu banyak informasi yang di dapat tanpa harus mengeluarkan sedikitpun biaya. Sungguh, rumah dunia adalah investasi cerdas.Sekalipun saya bermukim di wilayah sidoarjo yang dekat dengan lapindo tapi saya tidak mau terpekur sedih mikir lumpur. Dengan bergabung dengan rumahdunia ini saya berharap ada wahana dan wacana baru bagi pribadi saya kedepannya.</p>
<p>Salut untuk Bp Gong Gola,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Afrizal Hafidz</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7542</link>
		<dc:creator>Afrizal Hafidz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2007 01:07:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7542</guid>
		<description>Saya lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil di wilayah utara kabupaten Serang. Linduk nama desa itu. Letaknya 5 km dari arah barat kecamatan Pontang. Sebuah desa pesisir. Di desa inilah, mulanya, saya (tak) pernah membayangkan bahwa dengan buku seseorang dapat \&quot;menggenggam dunia\&quot;, dan mampu melihat pelbagai sisi kehidupan. Kita semua tahu apa yang mungkin rekah ketika seseorang bersentuhan dengan itu. Buku, bahkan yang terburuk sekalipun, bisa membikin peribadi seseorang jadi \&quot;lain\&quot;.

Tiba - tiba saja saya teringat Minke: tokoh dalam novel Bumi Manusia. Minke merupakan prototipe wajah kita. Cermin \&quot;orang pinggiran\&quot; yang mencoba membebaskan diri dari keterlelapan pikiran dan membuka dunia seluas - luasnya. Mari kita simak pengakuannya di bagian awal novel milik Pramoedya itu; \&quot;Dalam hidupku, baru seumur jagung, sudah dapat kurasai: ilmu pengetahuan telah memberiku suatu restu yang tiada terhingga indahnya.\&quot;

Saat ini, ketika saya coba melayarkan kembali ingatan pada kehidupan saya dulu, pikiran saya terasa perih. Lingkungan dimana saya lahir dan dibesarkan tak memiliki tradisi membaca sama sekali. Hingga kini. Sekolah - sekolahnya pun, yang lebih menyerupai kandang kambing, tak punya cukup pengaruh untuk mendorong tunas - tunas mudanya ke arah itu.

Saya sedih melihat ini, Tuan... Harapan saya ke depan, setelah saya merampungkan studi di Yogya dan kembali pulang ke Serang, kawan - kawan di Rumah Dunia dapat membantu saya mewujudkan impian yang mustahil diperjuangkan secara sendirian. Saya berniat mendirikan perpustakaan di desa penghasil ikan ini. Mencoba menumbuhkan minat baca kepada mereka. Kanak - kanak itu. Tunas - tunas itu... Saya sering membayangkan mereka duduk dan saling bertukar cerita---atau tepatnya menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca.

Yang satu dengan bangga bicara kisah dalam The Old Man and the Sea. Satunya lagi, sembari membusungkan dada dan sesekali nyengir, ngomongin isi dalam One Hundred Years of Solitude, dan sebagainya, sebelum mereka kembali bermain dengan ombak dan menebar jala ke laut lepas. Ini fantasi indah sekaligus menggelikan, bukan...? Tapi tak ada salahnya. Sebab memang di tangan merekalah masa depan peradaban dan juga gerak sejarah dipertaruhkan. Terima kasih. Salam untuk Rumah Dunia. Terus tetap hidup.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil di wilayah utara kabupaten Serang. Linduk nama desa itu. Letaknya 5 km dari arah barat kecamatan Pontang. Sebuah desa pesisir. Di desa inilah, mulanya, saya (tak) pernah membayangkan bahwa dengan buku seseorang dapat \&#8221;menggenggam dunia\&#8221;, dan mampu melihat pelbagai sisi kehidupan. Kita semua tahu apa yang mungkin rekah ketika seseorang bersentuhan dengan itu. Buku, bahkan yang terburuk sekalipun, bisa membikin peribadi seseorang jadi \&#8221;lain\&#8221;.</p>
<p>Tiba &#8211; tiba saja saya teringat Minke: tokoh dalam novel Bumi Manusia. Minke merupakan prototipe wajah kita. Cermin \&#8221;orang pinggiran\&#8221; yang mencoba membebaskan diri dari keterlelapan pikiran dan membuka dunia seluas &#8211; luasnya. Mari kita simak pengakuannya di bagian awal novel milik Pramoedya itu; \&#8221;Dalam hidupku, baru seumur jagung, sudah dapat kurasai: ilmu pengetahuan telah memberiku suatu restu yang tiada terhingga indahnya.\&#8221;</p>
<p>Saat ini, ketika saya coba melayarkan kembali ingatan pada kehidupan saya dulu, pikiran saya terasa perih. Lingkungan dimana saya lahir dan dibesarkan tak memiliki tradisi membaca sama sekali. Hingga kini. Sekolah &#8211; sekolahnya pun, yang lebih menyerupai kandang kambing, tak punya cukup pengaruh untuk mendorong tunas &#8211; tunas mudanya ke arah itu.</p>
<p>Saya sedih melihat ini, Tuan&#8230; Harapan saya ke depan, setelah saya merampungkan studi di Yogya dan kembali pulang ke Serang, kawan &#8211; kawan di Rumah Dunia dapat membantu saya mewujudkan impian yang mustahil diperjuangkan secara sendirian. Saya berniat mendirikan perpustakaan di desa penghasil ikan ini. Mencoba menumbuhkan minat baca kepada mereka. Kanak &#8211; kanak itu. Tunas &#8211; tunas itu&#8230; Saya sering membayangkan mereka duduk dan saling bertukar cerita&#8212;atau tepatnya menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca.</p>
<p>Yang satu dengan bangga bicara kisah dalam The Old Man and the Sea. Satunya lagi, sembari membusungkan dada dan sesekali nyengir, ngomongin isi dalam One Hundred Years of Solitude, dan sebagainya, sebelum mereka kembali bermain dengan ombak dan menebar jala ke laut lepas. Ini fantasi indah sekaligus menggelikan, bukan&#8230;? Tapi tak ada salahnya. Sebab memang di tangan merekalah masa depan peradaban dan juga gerak sejarah dipertaruhkan. Terima kasih. Salam untuk Rumah Dunia. Terus tetap hidup.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Diana Rose</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7043</link>
		<dc:creator>Diana Rose</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2007 10:39:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-7043</guid>
		<description>Saya baru dengar adanya Rumah dunia di dunia ini. -p
Baru dengar saja rasanya hati ini telah sempat berada di dalamnya, karena keakraban dan keunikan Rumah Dunia iu sendiri, yang baru saya dengar meski belum sempat saya rasakan, makanya saya berniat untuk benar-benar mengunjungi Rumah Dunia...mdh2n niat saya terkabul,amin...salam dari bandung!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru dengar adanya Rumah dunia di dunia ini. -p<br />
Baru dengar saja rasanya hati ini telah sempat berada di dalamnya, karena keakraban dan keunikan Rumah Dunia iu sendiri, yang baru saya dengar meski belum sempat saya rasakan, makanya saya berniat untuk benar-benar mengunjungi Rumah Dunia&#8230;mdh2n niat saya terkabul,amin&#8230;salam dari bandung!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bj</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-6060</link>
		<dc:creator>bj</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2006 22:02:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-6060</guid>
		<description>luar biasa perjuangan rumah dunia.sukses selalu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>luar biasa perjuangan rumah dunia.sukses selalu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arya banting</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-5463</link>
		<dc:creator>arya banting</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Oct 2006 10:31:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-5463</guid>
		<description>pertama kali saya datang kerumah dunia kurang begitu terkesan, soalnya saya datang malam hari dan hanya ada satu orang saja pada waktu itu. niat saya pada saat itu adalah untuk bergabung dalam kelas kepenulisan yang diadakan Rumah Dunia.
tapi setelah saya datang kedua kalinya, saya benar-benar takjub dengan orang-orang yang ada disana.
saya bisa melihat dari mata-mata mereka, mereka semua paham,paham akan isi dunia ini.
mereka paham isi dunia ini lewat buku.
saya takjub dan beruntung ikut kelas kepenulisan dirumah dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertama kali saya datang kerumah dunia kurang begitu terkesan, soalnya saya datang malam hari dan hanya ada satu orang saja pada waktu itu. niat saya pada saat itu adalah untuk bergabung dalam kelas kepenulisan yang diadakan Rumah Dunia.<br />
tapi setelah saya datang kedua kalinya, saya benar-benar takjub dengan orang-orang yang ada disana.<br />
saya bisa melihat dari mata-mata mereka, mereka semua paham,paham akan isi dunia ini.<br />
mereka paham isi dunia ini lewat buku.<br />
saya takjub dan beruntung ikut kelas kepenulisan dirumah dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: darmadi</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-4936</link>
		<dc:creator>darmadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2006 10:06:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tunascendekia.org/wordpress/archives/189#comment-4936</guid>
		<description>mas gola gong,,saya,,,ahh,,sy g tau mo berucap apa2 lg stlah mmbaca buku anda yg berjudul&quot;MENGGENGGAM DUNIA&quot;,,sy merasa malu,,say merasa bersalah atas apa yg telah saya lakukan kepada tulisan2 say yang telah saya tanam k dalam pasir,,ceritanya panjang sy hny merasa malu dengan penghuni RUMAH DUNIA,,, komentar saya,,,SAYA BANGGA MENJADI WARGA NEGARA INDONESIA KARNA RUMAH DUNIA ADA DI INDONESIA,,SALAM SEJATERA KEPADA SEMUA PENGHUNI ALAM SEMESTA,,,SALAM SEJATERA KEPADA MAHKLUK HIDUP,,,SALAM SEJATERAH KEPADA BENDA-BENDA MATI,,,SALAM SEJATERA KEPADA ROH-ROH YANG ADA,,KARNA IJIN DAN KehedakNyalah SEMUA AKAN TERWUJUD,,,,,,,,,,divakerasi@yahoo.com,,,AASK,,,-Anak Aceh Sumatera Kreasi-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas gola gong,,saya,,,ahh,,sy g tau mo berucap apa2 lg stlah mmbaca buku anda yg berjudul&#8221;MENGGENGGAM DUNIA&#8221;,,sy merasa malu,,say merasa bersalah atas apa yg telah saya lakukan kepada tulisan2 say yang telah saya tanam k dalam pasir,,ceritanya panjang sy hny merasa malu dengan penghuni RUMAH DUNIA,,, komentar saya,,,SAYA BANGGA MENJADI WARGA NEGARA INDONESIA KARNA RUMAH DUNIA ADA DI INDONESIA,,SALAM SEJATERA KEPADA SEMUA PENGHUNI ALAM SEMESTA,,,SALAM SEJATERA KEPADA MAHKLUK HIDUP,,,SALAM SEJATERAH KEPADA BENDA-BENDA MATI,,,SALAM SEJATERA KEPADA ROH-ROH YANG ADA,,KARNA IJIN DAN KehedakNyalah SEMUA AKAN TERWUJUD,,,,,,,,,,divakerasi@yahoo.com,,,AASK,,,-Anak Aceh Sumatera Kreasi-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

