“Saya ingin menjadi TNI!,” kata anak laki-laki dengan pipi tembem yang duduk paling belakang. “Kalau saya ingin jadi guru,” jawab anak perempuan cantik berjilbab yang duduk di barisan depan. Inilah jawaban yang saya dapatkan ketika bertanya kepada Yuda dan Vega, apa cita-cita mereka. Keduanya masih duduk di kelas 3, andai anda bisa melihat mata dan raut wajah mereka, terpancar semangat yang luar biasa tinggi. Hal ini sungguh membuat saya terharu ketika melihat kenyataan yang ada dalam hidup sebagian besar anak-anak di sekolah ini.

Rata-rata murid yang ingin bersekolah harus jalan menanjaki jalan berbatu selama 1-2 jam untuk bisa belajar dan bermain bersama teman-temannya (Waktu yang biasa saya tempuh jika pergi dari rumah ke arah pusat kota. Itupun masih dibantu dengan mobil plus AC). Jarak antara jalan raya dan sekolah mereka yang ada di atas diantara pegunungan kapur ini sekitar 10 km. Para orang tua mereka sebagian besar berprofesi sebagai pembuat tusuk sate. Benar sekali, tusuk sate yang biasa kita lihat di tukang sate pinggir jalan. Dan kenyataan paling pahit adalah sebagian besar dari mereka tidak akan melanjutkan pendidikannya ke SMP karena faktor ekonomi dari orang tua tersebut.

Tapi kami masih melihat banyak harapan untuk anak-anak ini. Paling tidak kita bisa memulai dari yang ada. Dan yang terpenting kita harus memulai saat ini juga. Dimana anak-anak masih bisa menikmati pertemanan dan kasih sayang dari para guru. Bersama pihak sekolah dan masyarakat sekitar yang sangat peduli dengan nasib anak-anak ini, solidaritasKEBERSAMAAN memutuskan untuk membantu orang-orang baik (dan berdedikasi!) ini menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak didik mereka.

Tanggal 15 November yang lalu kami memulai satu program kecil yang dinamakan Program Bangun Kelas. Sesuai dengan judulnya, tujuan dari program ini untuk membantu SD Cirampo di Desa Padabeunghar dalam menyediakan ruang kelas bagi murid-muridnya. Maklum sampai saat ini dalam satu ruangan ada dua bagian murid-murid dari dua kelas berbeda yang harus berbagi dengan dipisahkan oleh pembatas.

kelasCIRAMPO

Hanya dengan kepedulian, semangat dan kerja keras dari semua pihak. pada hari ini yang merupakan hari ke 28 pembangunan ruang kelas tersebut, hasilnya sungguh luar biasa. Sekedar catatan, estimasi pembangunan tiga ruang kelas ini kami anggarkan sekitar 35 juta rupiah. Berkat bantuan yang telah anda berikan melalui kampanye solidaritasKEBERSAMAAN ditambah bantuan dari masyarakat setempat, sepertinya pembangunan ruang kelas ini akan selesai tepat pada waktunya tanggal 27 Desember nanti.

Foto dibawah ini diambil pada lokasi saat kami memulai program pada tanggal 15 November :
fasePERTAMA

Nah foto berikut diambil tadi siang pada saat kami melakukan evaluasi pembangunan ruang kelas tersebut. Tanah kosong sudah terisi dengan ruang kelas yang siap diisi oleh para calon pemimpin bangsa Indonesia :D
faseKEDUA

Tuhan selalu memberikan jalan bagi mereka yang ingin membantu. Terbukti dari lancarnya pembangunan ruang kelas tersebut. Hasil ini merupakan karya nyata dari kerja keras dan komitmen dari para guru dan masyarakat sekitar untuk mau, bahu membahu membangun sekolah menjadi tempat yang layak bagi anak-anak mereka. Tidak salah walapun terletak nun jauh diatas, sekolah ini merupakan satu tempat berisikan orang-orang yang luar biasa. Terbukti ketika sedang jalan diantara dinding kelas tedapat satu kertas putih bertuliskan spidol hitam yang berbunyi “Hanya Hati yang Bersih yang Sanggup Menerima Tantangan.”

Tantangan selanjutnya dari solidaritasKEBERSAMAAN adalah mencari jalan dan bantuan dalam mengisi ruang kelas tadi dengan kursi meja sekolah, alat pendukung sekolah dan buku-buku bacaan untuk perpustakaan kecil baru ini. Jika anda mau atau mengenal orang yang bisa membantu mereka, jangan ragu untuk menghubungi kami. Sekecil apapun bantuan yang diberikan…kami yakinkan, akan sangat berarti bagi mereka.

Lokasi SD Cirampo di Desa Padabeunghar. Kecamatan Jampang Tengah. Kabupaten Sukabumi.


You could Trackback this post from your own site.

Comments & Response 6 Komentar

RSS 2.0

Comments are moderated. To learn how we moderated comments could be found in our licenses pages.

  1. wew… kerem keren… semangat yang terus maju! keren keren .. salut salut…

  2. aku bangga banget sm anak-anak yang bergerak disolidaritas kebersamaan. aku mau bnget klo terjun langsung ke acara yang diadakan oleh solidaritas kebersamaan.

    aku mau dong informasi ttg kegiatan yang diadakan oleh kalian,

    Thanks yaaa

  3. […] Perkembangan program Bangun Kelas bisa anda lihat di link ini http://tunascendekia.org/wordpress/archives/196 Sekarang kami tinggal mencari donasi untuk melengkapi kursi meja yang mengisi setiap ruang kelas. […]

  4. suatu pekerjaan yang mulia. tetap semangat….

  5. Gravatar t.WILDANsyah at 12 January 2006 at 11:44

    Wah…ga nyangka secepat ini pembangunannya…saat pertama survey kesana, memang kondisi sekolahnya cukup memprihatinkan, apalagi ada satu ruangan yang digunakan oleh 2 kelas yang dibatasi oleh sekat….

    Selamat ya dan terimakasih untuk tunas cendekia…semoga sekolah ini bisa menghasilkan pemimpin2 bangsa yang dekat dengan masyarakat.

  6. AkhirNya….akoe bisa ngeliat kerja nyata dan hasilnya… Seneng banget……ternyata apa yang kita kerjakan itu bermanfaat buat orang banyak……
    Makasih yah atas kerjasamanya………

Leave a Reply

Tips: XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Anti-Spam Image

To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.

Ingin bantu anak-anak Indonesia? Info lebih jelas, hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 0813 1939 2773

71.223!

gelang yang terjual sampai 5 May'08
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Dari 100 orang miskin Indonesia, 16 tidak bisa baca dan menulis!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...