<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mata Hati Indonesia</title>
	<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292</link>
	<description>Semakin banyak yang peduli. Semakin banyak yang terbantu</description>
	<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 01:56:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>

	<item>
		<title>By: deRegen</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5073</link>
		<author>deRegen</author>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2006 02:10:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5073</guid>
					<description>saatnya menggunakan mata hati! Biar ngak yang busuk2 aja dibenak kita</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saatnya menggunakan mata hati! Biar ngak yang busuk2 aja dibenak kita</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: nisa felicia faridz</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5084</link>
		<author>nisa felicia faridz</author>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2006 15:26:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5084</guid>
					<description>ketika lewat depan pintu ruang dosen saya, sebuah poster dengan font yang besar-besar menarik perhatian saya: "I have never let my schooling interfere my education .." sebuah pernyataan yang sangat bijak dari seorang penulis besar, Mark Twain.

walaupun begitu banyak yang bisa atau patut kita keluhkan dari sistem sekolah di indonesia, tapi jangan pernah berhenti untuk 'mendidik' diri kita, dan juga sahabat satu nusa satu bangsa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika lewat depan pintu ruang dosen saya, sebuah poster dengan font yang besar-besar menarik perhatian saya: &#8220;I have never let my schooling interfere my education ..&#8221; sebuah pernyataan yang sangat bijak dari seorang penulis besar, Mark Twain.</p>
<p>walaupun begitu banyak yang bisa atau patut kita keluhkan dari sistem sekolah di indonesia, tapi jangan pernah berhenti untuk &#8216;mendidik&#8217; diri kita, dan juga sahabat satu nusa satu bangsa.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: mahitri</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5104</link>
		<author>mahitri</author>
		<pubDate>Wed, 16 Aug 2006 03:16:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5104</guid>
					<description>Sebagian dari kita pasti udah banyak yang gak peduli lagi pada keadaan negeri kita. Kalaupun nonton acara tv yang meliput sekolah2 yang kondisinya gak layak atau bencana alam...kita cuma bisa mendesah. Tanpa melakukan apapun. Saya sendiri pernah mengeluarkan kata2 "kalau saya punya uang banyak, pasti ikut nyumbang" Tapi setelah saya pikir...kenapa harus nunggu punya uang banyak? Bisa nyumbang 10rb pun sudah sangat berarti...Atau pakaian bekas, atau bahkan tenaga.
Beberapa waktu yang lalu, seorang keponakan yang tinggal di kampung asala saya, mengumpulkan buku2 kelas 6 nya yang pernah saya beri. Kata dia, ini buat temen2 yang lain...mereka tidak punya buku seperti ini. Ya ampun...kenapa kita gak bisa sesederhana itu dalam berpikir? Keponakan saya juga bukan orang yang mampu...tapi dia masih memikirkan nasib adik2 kelasnya...
Salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian dari kita pasti udah banyak yang gak peduli lagi pada keadaan negeri kita. Kalaupun nonton acara tv yang meliput sekolah2 yang kondisinya gak layak atau bencana alam&#8230;kita cuma bisa mendesah. Tanpa melakukan apapun. Saya sendiri pernah mengeluarkan kata2 &#8220;kalau saya punya uang banyak, pasti ikut nyumbang&#8221; Tapi setelah saya pikir&#8230;kenapa harus nunggu punya uang banyak? Bisa nyumbang 10rb pun sudah sangat berarti&#8230;Atau pakaian bekas, atau bahkan tenaga.<br />
Beberapa waktu yang lalu, seorang keponakan yang tinggal di kampung asala saya, mengumpulkan buku2 kelas 6 nya yang pernah saya beri. Kata dia, ini buat temen2 yang lain&#8230;mereka tidak punya buku seperti ini. Ya ampun&#8230;kenapa kita gak bisa sesederhana itu dalam berpikir? Keponakan saya juga bukan orang yang mampu&#8230;tapi dia masih memikirkan nasib adik2 kelasnya&#8230;<br />
Salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: arika dyna</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5112</link>
		<author>arika dyna</author>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2006 11:45:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5112</guid>
					<description>betapa amat kayanya negeri kita tercinta Indonesia ini, aku bangga menjadi bagian yang hidup dalam cengkraman sang garuda perkasa, dan semoga garuda ku kan tetap perkasa, hingga aku dapat menghirup cinta sejati yang dulu sering ku impikan menjadi bangsa yang bersahaja.
bercerita tentang bangsa yang bersahaja rika akan sedikit membagi kisah menarik, bahwa ditengah bangsa kita yang kompleks akan masalah ternyata masih ada naluri kemanusiaan yang tertancap erat demi membantu sesama.
diterik mentari yang tak kenal kompromi, terlihat sang ibu yang begitu lelahnya menjaga sepetak toko kecilnya yang berada di ujung jalan, yah..hanya toko jamu biasa, ndak banyak uang yang bisa diperoleh dari usahanya, tapi meskipun kecil lumayan bisa untuk membantu usaha kecil suaminya.
disaat itu ada seorang ibu hamil tua yang sedang membutuhkan suplement kesehatan kandungannya, dengan merintih kelelehan sang ibu hamil tua tadi meminta segelas jamu khusus kehamilan, karena keminiman ekonomi sang ibu hamil tak mampu membeli suplement untuk kesehatan janinnya, sang ibu pemilik kedai tadi yang berhati mulia memberikan segelas jamu kepada sang ibu hamil tadi sehingga ibu hamil merasa sehat dan bahagia meski kurang mampu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betapa amat kayanya negeri kita tercinta Indonesia ini, aku bangga menjadi bagian yang hidup dalam cengkraman sang garuda perkasa, dan semoga garuda ku kan tetap perkasa, hingga aku dapat menghirup cinta sejati yang dulu sering ku impikan menjadi bangsa yang bersahaja.<br />
bercerita tentang bangsa yang bersahaja rika akan sedikit membagi kisah menarik, bahwa ditengah bangsa kita yang kompleks akan masalah ternyata masih ada naluri kemanusiaan yang tertancap erat demi membantu sesama.<br />
diterik mentari yang tak kenal kompromi, terlihat sang ibu yang begitu lelahnya menjaga sepetak toko kecilnya yang berada di ujung jalan, yah..hanya toko jamu biasa, ndak banyak uang yang bisa diperoleh dari usahanya, tapi meskipun kecil lumayan bisa untuk membantu usaha kecil suaminya.<br />
disaat itu ada seorang ibu hamil tua yang sedang membutuhkan suplement kesehatan kandungannya, dengan merintih kelelehan sang ibu hamil tua tadi meminta segelas jamu khusus kehamilan, karena keminiman ekonomi sang ibu hamil tak mampu membeli suplement untuk kesehatan janinnya, sang ibu pemilik kedai tadi yang berhati mulia memberikan segelas jamu kepada sang ibu hamil tadi sehingga ibu hamil merasa sehat dan bahagia meski kurang mampu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: loper</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5123</link>
		<author>loper</author>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2006 02:35:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5123</guid>
					<description>di sini susah "maaf" orang dengan modal kalimat "susah" jadi berlomba untuk menjadi yang ter"susah".

Tapi bagaimanapun juga inilah Indonesia, selalu lebih memikirkan orang lain ketimbang orang disekitarnya, termasuk saya barangkali.


Dirgahayu Indonesiaku - Merdeka Mas Yudhis .. !!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>di sini susah &#8220;maaf&#8221; orang dengan modal kalimat &#8220;susah&#8221; jadi berlomba untuk menjadi yang ter&#8221;susah&#8221;.</p>
<p>Tapi bagaimanapun juga inilah Indonesia, selalu lebih memikirkan orang lain ketimbang orang disekitarnya, termasuk saya barangkali.</p>
<p>Dirgahayu Indonesiaku - Merdeka Mas Yudhis .. !!!!!!</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Yudhis</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5124</link>
		<author>Yudhis</author>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2006 07:19:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5124</guid>
					<description>Merdeka Joe!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Merdeka Joe!</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: kang's</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5126</link>
		<author>kang's</author>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2006 04:02:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5126</guid>
					<description>MERDEKAAAAA !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MERDEKAAAAA !!!</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: subura</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5131</link>
		<author>subura</author>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2006 06:47:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-5131</guid>
					<description>Merdeka juga, eh ... telat ya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Merdeka juga, eh &#8230; telat ya <img src='http://tunascendekia.org/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Adhitya</title>
		<link>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-9644</link>
		<author>Adhitya</author>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 09:21:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://tunascendekia.org/wordpress/archives/292#comment-9644</guid>
					<description>Indonesia, tanah airku yang kucinta. walaupun  kini indonesiku telah bersemayam dengan berbagai musibah, namun indonesia tetaplah indonesia. Merdekalah terus Indonesia !!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia, tanah airku yang kucinta. walaupun  kini indonesiku telah bersemayam dengan berbagai musibah, namun indonesia tetaplah indonesia. Merdekalah terus Indonesia !!!!!</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
