Pak Michael Ruslim

Kaget sekali mendengar berita kemarin. Kami turut berduka cita untuk keluarga atas meninggalnya Pak Michael Ruslim, Presiden Direktur Astra International. Suatu kehormatan buat kami yang sudah bisa berkenalan dengan pemimpin perusahaan besar yang sangat rendah hati. Tentunya sangat bersyukur sekali atas segala bantuan yang pernah diberikan beliau untuk kampanye solidaritasKEBERSAMAAN. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Selamat jalan Pak Michael…

Selamat Tahun Baru!

Senin yang indah pada hari kerja pertama di tahun 2010, atas nama keluarga Yayasan Tunas Cendekia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, dukungan dan donasi yang telah anda berikan selama tahun 2009.

Telah banyak anak-anak Indonesia yang telah kita bantu, untuk semua ini semoga amal kebaikan yang telah anda lakukan akan selalu mengalir selama anak-anak yang terbantu ini mengabdi dalam hidup mereka.

Sekali lagi terima kasih sahabat, semoga awal tahun ini akan memberikan semangat dan rezeki serta berkah baru untuk anda dan keluarga.

Salam kebersamaan,
Yudhis

Hari Guru 2009

Belajar menjadi guru yang baik bagi diri sendiri.

Menjadi guru yang baik bagi keluarga.

Menjadi guru yang baik bagi lingkungan sekitar.

Menjadi guru. Menjadi orang yang senang berbagi dan membantu.

Selamat Hari Guru bagi anda semua…

Hari Anak Nasional 2009

Baru saja membaca berita di detik.com yang mengabarkan kalau Presiden kita tidak bisa hadir dalam perayaan Hari Anak Nasional 2009 di Ancol. Berbagai komentar menyatakan kekecewaannya, mengingat memang bapak SBY adalah sosok yang paling ditunggu oleh para peserta khususnya anak-anak.

Terlepas apakah memang ada masalah keamanan, kesehatan atau alasan pribadi lainnya, harus diakui yang namanya isu anak dan pendidikan, biasanya negara dan bangsa ini kurang “semangat” membicarakannya. Bagi orang awam biasanya karena masalah yang dirasakan sudah terlalu besar. banyak orang merasa mengurus hidup keluarganya saja sudah susah, untuk nasib anak orang lain itu adalah kewajiban negara. Kalau bagi petinggi biasanya karena unsur liputan dan kegentingannya dirasakan kurang menimbulkan rasa diri menjadi penting.

Kita butuhkan figur yang besar dan kuat untuk bisa membuat isu anak dan pendidikan dilirik banyak orang. Sayang memang jika seorang Presiden harus berhalangan, karena hanya dengan sosok Presidenlah suatu acara akan mendapat banyak publisitas di media. Tapi jangan patah semangat. Apapun halangannya, kita masih bisa berbuat untuk masa depan bangsa ini.

Sahabat. Apapun yang anda pilih dalam menjalani hidup ini. Carilah ilmu dengan tujuan agar diri dan orang disekeliling anda bisa bermanfaat bagi sesama. Bagilah ilmu yang sudah anda dapat dengan mereka yang membutuhkan. Turunkan ilmu budi pekerti yang kuat kepada anak anda agar kelak dia bisa meneruskan apa yang sudah dilakukan orang tuanya. Dan pastikan…

Anak-anak Indonesia yang masih membutuhkan, yang kelak akan menjadi teman hidup bagi anak kita, mendapat kesempatan pendidikan yang lebih baik lagi. Masa depan bangsa ini di tangan kta semua. Kita biarkan anak-anak terlntar tumbuh jadi perampok atau tumbuh menjadi sahabat anak kita. Pilihannya ada di tangan kita :)

Selamat Hari Anak Nasional!

Social Entrepreneurship & Online Movement for Social Change

Judul diatas saya ambil dari tema pertemuan FreSh! yang diadakan Rabu malam. Salut banget buat teman-teman di FreSh! yang bisa menampilkan tema yang isinya mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi bagi yang datang mendengar, dan yang membaca dari berbagai tulisan di blog.

Jangan salah, membuat satu acara dengan tema yang banyak orang bilang “kurang seksi” alias berbau kepedulian, pendidikan dan bantuan ini, bukanlah hal yang mudah. Jadi ketika FreSh! bisa mengumpulkan dua publik figur seperti Olga Lydia (Book for Hope) dan Pandji (C3 Friends) ditambah presentasi dari Grace (Book for Hope) dan Dita untuk bisa sharing seputar kepedulian mereka, patut kita acungkan jempol.

Mau tidak mau kita yang bergerak dibidang kepedulian seperti ini harus mengakui, untuk supaya lebih banyak orang mau datang, tertarik dan lebih jauh membantu, dibutuhkan daya tarik yang hanya dimiliki oleh para publik figur tadi. Bukannya tidak mungkin membuat acara tanpa adanya publik figur. Tapi kalau tujuan kita untuk membuat lebih banyak orang lagi peduli, tugas kita adalah untuk membuat orang yang tadinya tidak peduli untuk paling tidak datang dan mengetahui apa yang sedang terjadi.

Tidak berhenti di publik figur saja. Terkadang banyak yang bilang “terang aja dia bisa bantu, khan publik figur jadi banyak yang mau bantu. kalau kita yang orang biasa?!” Nah disinilah peran dari figur-figur seperti Grace dan Dita yang menyuarakan bahwa tidak perlu harus menjadi seorang publik figur untuk melakukan perubahan. Yup. Perubahan tetjadi mulai dari diri kita sendiri :)

FreSh! sudah berhasil membuatnya. Kemudian, tugas paling mudah kita sebagai yang sudah memiliki kepedulian terhadap nasib bangsa ini adalah menyuarakan keberhasilan ini kepada khalayak banyak. Suarakan kalau masih banyak orang-orang Indonesia yang memiliki rasa kepedulian terhadap bangsanya. Jangan pernah merasa sendirian dan putus asa melihat banyak orang yang masih masa bodoh. Salah satu buktinya bisa dilihat dari pertemuan FreSH! kemarin.

Sama halnya dengan dunia bisnis. Mudah-mudahan dari 2 dari 100 orang yang hadir akan tergugah dan mencoba memperbaiki bangsa ini menjadi lebih baik lagi dengan segala kemampuan yang dia miliki. Ayo. Anda pasti bisa.

Berita Duka

Innalillahi Wa Inna Ilahi Raji’un. Kami atas nama Yayasan Tunas Cendekia mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya ayah dari Andreas aka Tacoen (sosok dibalik kehebatan situs tunascendekia.org) dan Ilias (sosok yang membantu lomba fotografi solidaritasKEBERSAMAAN 1).

Semoga Amal dan Perbuatan beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan. Amin…

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

72.360!

gelang yang terjual sampai 12 Oktober'17
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Dari setiap 100 orang miskin Indonesia, 52 tidak mendapatkan akses air bersih!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia