dikDOANK

Saya dan istri bertemu dikDOANK ketika dia baru saja pulang dari Aceh. Berkat bantuan dari teman baik kita, Demis, akhirnya bisa dapat kontak dengan dik. Dari pertama kali jawab telephone bisa didengar kalau figur yang satu ini orangnya ramah. Buktinya gampang aja, dia mau aja angkat telephone dari nomor yang tidak dikenal.

Setelah menerangkan maksud dari telephone dan ingin bertemu. Dik yang bener-bener lagi diperjalanan pulang dari Aceh langsung bilang kalau mau ketemu nanti sore aja di rumah. Dasar gila bola, kelamaan di Aceh rupanya membuat dia betul-betul kangen main bola. Mungkin sebagian dari anda yang baca ini sudah tahu kalau dik bangun lapangan sepak bola mini depan rumahnya. Setiap hari dia selalu sempatin untuk main bola bersama orang-orang sekitar. Bahkan khusus hari Selasa sore, banyak anak-anak dari beberapa kampung di sekitar kompleks tempat tinggalnya, datang khusus untuk dilatih seorang diri oleh dik. Ini hari spesial gue katanya, tidak boleh di ganggu gugat.

Sorenya langsung saja kita datang sekitar pukul lima. Setelah menunggu bersama nyamuk-nyamuk kebun yang manis dan baik hati. Akhirnya Adzan Mahgrib juga yang mengakhiri keriaan dik di lapangan. Dia mengajak masuk ke rumah yang sekaligus menjadi museum perjalanan hidupnya. Saya dan istri mulai menerangkan maksud dan tujuan kita ketemu. Intinya adalah meminta kepercayaan dia untuk mau bantu, dukung menjadi ikon kita di pembuatan iklan gelang peduli anak.

Sambil menikmati dunkin donat kita bertiga membahas seputar kepedulian dia soal anak. Semakin kita mendengar dia cerita, semakin yakin kalau kita tidak salah memilih dik sebagai salah satu ikon untuk kampanye ini. Doa kita terjawab ketika dik mengatakan setuju dan mau ikut dukum dalam pemotretan yang akan dilakukan bulan Maret.

Terima kasih ya dik atas kepercayaan dan keceriaan dari anak-anak didik yang sudah mau menjadi model dalam pembuatan iklan kita. Bayangin walaupun buka hari mereka latihan, sudah sejak jam tujuh pagi mereka menunggu kita untuk di foto. Bahkan Cepot, salah satu anak, sampai bela-belain membeli baju AS Roma khusus untuk pemotretan ini. Dik bilang ini luar biasa kejutan, karena biasanya dia hanya mengenakan baju dan celana nrobek setiap latihan hari Selasa (maklum dia anak dari seorang yang tidak mampu).

Cepot
Cepot menerima penghargaan pemain terbaik dari Kak Seto

Selesai pemotretan iklan pada hari minggu 20 Maret saya mengatakan pada istri, dengan melihat keceriaan anak-anak yang bisa ketemu Kak Seto dan ikut di foto dalam pembuatan iklan ini sudah merupakan kepuasaan tersendiri. Walaupun nanti gelang-gelang ini tidak laku, yang membahagiakan hati ini adalah melihat kepuasaan mereka setelah foto masing-masing diberikan gelang [solid]

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

72.350!

gelang yang terjual sampai 2 Agustus'17
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...