Akhirnya selesai juga. Bukan main. Proses pengerjaan mobilKEPEDULIAN 2 ini memang penuh dengan rintangan. Namun hasilnya, lihat dulu penampakan sekilas lewat video dibawah ini!
Terima kasih untuk tim GantiBaju.com yang sudah memberikan diskon untuk pengerjaan design stiker mobilnya.
Apa sih kerjanya mobilKEPEDULIAN ini? Sesuai namanya, mobil ini membantu kegiatan yang berhubungan dengan bantuan sosial pendidikan. Siapa saja, setelah mendapat kesepakatan kerjasama dengan kami, bisa menggunakan mobil ini untuk memperlancar urusan transportasi program sosial pendidikan mereka.
Tunggu tanggal main penampakan mobilKEPEDULIAN disekitar lokasi anda. Tugas pertama kemungkinan besar akan mengarah ke wilayah Jawa Tengah. Dimana tepatnya? Ikuti terus perkembangannya.
Bagi yang tertarik bekerjasama bisa kontak info@tunascendekia.org
Syukur Alhamdulillah, kerjasama pertama kami dengan teman-teman dari Komunitas Lebah berjalan dengan lancar.
Bukan suatu kebetulan Komunitas Lebah ini kami jadikan mitra program solidaritasKEBERSAMAAN. Nandha dan Yulia yang menjadi bagian dari komunitas ini kebetulan sudah cukup sering berinteraksi dengan kami. Sehingga ketika muncul gagasan untuk melakukan kolaberasi untuk satu program, kami tidak sungkan untuk menyetujui.
Sasaran kolaberasi kami kali ini adalah mendukung pendirian Rumah Ilmu Mentari melalui kegiatan Cerdas Tanpa Batas yang berlokasi di SDN 3 Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.Rumah Ilmu Mentari sendiri merupakan perpanjangan tangan dari Rumah Belajar Mentari (RBM) yang sudah berdiri terlebih dahulu.
Sekali lagi terima kasih teman-teman Komunitas Lebah atas kebersamaan yang telah kita lakukan bersama. Tidak lupa terima kasih juga atas donasi yang sudah anda lakukan untuk solidaritasKEBERSAMAAN! Mari terus berjuang agar masa depan anak-anak Indonesia bisa menjadi lebih baik. Salut!
Baru saja mendapat laporan hasil pandangan mata langsung dari lokasi pembangunan Sanggar/Pendopo Bangun Budaya di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Kali ini Alfar Yusar Sanit alias Feri yang menjadi perwakilan Yayasan Tunas Cendekia yang bertemu teman-teman mitra di lokasi akhir pekan lalu.
Secara keseluruhan hasil program pembangunan Sanggar yang di lakukan oleh masyarakat dan para pengurus Bangun Budaya sebagai pelaksana program sudah berjalan sesuai dengan rencana pembangunan. Bahkan sekarang sudah dipakai walaupun belum sepenuhnya selesai, mengingat adanya penyesuaian bujet.
Dokumentasi pengerjaan pada awal bulan September
Pengerjaan pembangunan sanggar budaya oleh Bangun Budaya secara gotong royong kurang lebih sudah sesuai dengan pengajuan anggaran dan waktu pembangunan selama 3 bulan. Tentunya setelah adanya penyesuaian beserta tambahan sumbangan dari masyarakat setempat, pembangunan sudah berhasil dilakukan sekitar 80%.
Dokumentasi awal akhir September
Kami memberikan apresiasi kepada para teman-teman di Rumah Pelangi, Bangun Budaya serta masyarakat setempat yang telah bahu membahu dan berkoordinasi dengan baik demi mewujudkan pembangunan sanggar tersebut. Tidak lupa terima kasih kepada Untung, Damar & Antok yang telah memberi pendampingan yang baik untuk Feri selama evaluasi program kemarin.
Terima kasih juga kepada anda yang sudah selalu setia menjadi donatur dari program solidaritasKEBERSAMAAN. Bantuan yang anda berikan membuat pembangunan sanggar ini bisa berlangsung dengan baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak sanggar Bangun Budaya. Salut!
Program pendampingan kali ini kembali ke wilayah Moro-Moro Way Serdang, kawasan Hutan Register 45, Mesuji, Provinsi Lampung. Akibat peristiwa penggusuran di wilayah tetangga Pekat, dimana sekitar 114 KK dan 492 jiwa, 36 diantarnya adalah anak-anak mengungsi ke wilayah Moro-Moro.
Setelah menimbang seputar peristiwa tersebut dan melihat dampak kemanusiaan yang ditimbulkan, khususnya bagi anak-anak, kami sepakat untuk memberikan pendampingan untuk mendirikan shelter dan tempat belajar darurat untuk para pengungsi.
Konflik yang sudah lama terjadi di wilayah register ini memang sangat kompleks untuk bisa segera diselesaikan. Tanpa bermaksud mengambil sikap yang saling menyalahkan, kami beserta mitra pendampingan di lokasi hanya mencoba membantu agar para anak-anak yang kebetulan ‘terjebak’ didalamnya tetap bisa mendapatkan pembelajaran darurat sampai mendapat tempat yang permanen nantinya.
Sedikit catatan, dikarena tidak tersedianya material seng untuk atap, maka mengingat waktu maka sementara kami terpaksa menggunakan asbes.
Koordinasi bantuan ini bisa anda pantau dan hubungi bagian saydara Oki Hajiansyah Wahab di no: 081927814324
Baru mendapat perkembangan terbaru dari pemasangan pemasangan pipa air bersih di Desa Sengi, Magelang, Jawa Tengah. Melalui teman-teman Rumah Pelangi mereka melaporkan proses pemasangan sudah selesai dilakukan.
Mohon maaf kalau laporan perkembangan ini sedikit banyak terlambat.
Berikut kutipan yang kami ambil dari laporan mereka: “Mata air mengambil dari daerah sekitar air terjun Kedung Kayang yang berjarak 3 – 4 km dari Dusun Sengi. Saluran air tersebut melintasi 3 sungai yang berhulu di Merapi, yakni sungai Pabelan, sungai Apu, dan Sungai Gendol.
Hal ini membuat pemasangannya membutuhkan teknik tersendiri dan membutuhkan kawat baja yang direntangkan di 3 sungai tersebut. Ketiga sungai tersebut ketika hujan awal tahun lalu sering dilewati material Merapi (lahar dingin: air, pasir, dan batu).
Adapun pralon dari berbagai organisasi dan pralon dusun yang lama disatukan untuk mengalirkan air bersih ke dusun Sengi.”
Sekali lagi terima kasih atas koordinasi dan bantuan teman-teman Rumah Pelangi sehingga bantuan ini bisa bermanfaat.
Tidak lupa untuk anda yang sudah setia memberikan donasinya untuk program solidaritasKEBERSAMAAN, terima kasih banyak dan salut!
Pembangunan tahap pertama telah dimulai. Kali ini solidaritasKEBERSAMAAN mendukung kelompok kesenian Bangun Budaya untuk membangun sebuah sanggar sebagai satu ruang publik. Artinya sanggar ini tidak hanya dijadikan tempat latihan kelompok kesenian, tetapi bisa digunakan sekaligus sebagai perpustakaan dan kegiatan masyarakat lainnya.
Terima kasih tentunya bagi anda yang selalu memberikan dukungan dan donasi kepada Yayasan Tunas Cendekia. Berkat bantuan dari anda, program-program pemberdayaan seperti ini dapat berjalan di berbagai daerah.
Sekedar info latar belakang dari kelompok Bangun Budaya. Pada tahun 1999 warga Dusun Sumber, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang terletak di lereng Merapi membentuk Bangun Budaya, sebuah kelompok kesenian tradisi untuk mewujudkan kekompakan dan gotong royong masyarakat. Kelompok menciptakan sebuah jenis kesenian rakyat yang bernama Dayak Grasak. Bisa anda Google untuk melihat apa saja kegiatan yang telah mereka lakukan.
Koordinator program ini dibawah kendali Gunawan. Jika terdengar akrab, bisa jadi anda pernah membaca atau bertemu beliau yang juga sebagai salah satu motor komunitas Rumah Pelangi. Mereka dikenal dengan hajatan budaya setahun sekali yang selalu menarik perhatian, Tlatah Bocah.
Kita lihat jika pembangunan tahap pertama ini bisa tidak jauh dari rencana yang sudah ada, tentunya penyaluran tahap kedua akan segera dijalankan. Info lebih jelas seputar program ini bisa kontak Gunawan via 081802723030