Hari Anak Nasional 2009

Baru saja membaca berita di detik.com yang mengabarkan kalau Presiden kita tidak bisa hadir dalam perayaan Hari Anak Nasional 2009 di Ancol. Berbagai komentar menyatakan kekecewaannya, mengingat memang bapak SBY adalah sosok yang paling ditunggu oleh para peserta khususnya anak-anak.

Terlepas apakah memang ada masalah keamanan, kesehatan atau alasan pribadi lainnya, harus diakui yang namanya isu anak dan pendidikan, biasanya negara dan bangsa ini kurang “semangat” membicarakannya. Bagi orang awam biasanya karena masalah yang dirasakan sudah terlalu besar. banyak orang merasa mengurus hidup keluarganya saja sudah susah, untuk nasib anak orang lain itu adalah kewajiban negara. Kalau bagi petinggi biasanya karena unsur liputan dan kegentingannya dirasakan kurang menimbulkan rasa diri menjadi penting.

Kita butuhkan figur yang besar dan kuat untuk bisa membuat isu anak dan pendidikan dilirik banyak orang. Sayang memang jika seorang Presiden harus berhalangan, karena hanya dengan sosok Presidenlah suatu acara akan mendapat banyak publisitas di media. Tapi jangan patah semangat. Apapun halangannya, kita masih bisa berbuat untuk masa depan bangsa ini.

Sahabat. Apapun yang anda pilih dalam menjalani hidup ini. Carilah ilmu dengan tujuan agar diri dan orang disekeliling anda bisa bermanfaat bagi sesama. Bagilah ilmu yang sudah anda dapat dengan mereka yang membutuhkan. Turunkan ilmu budi pekerti yang kuat kepada anak anda agar kelak dia bisa meneruskan apa yang sudah dilakukan orang tuanya. Dan pastikan…

Anak-anak Indonesia yang masih membutuhkan, yang kelak akan menjadi teman hidup bagi anak kita, mendapat kesempatan pendidikan yang lebih baik lagi. Masa depan bangsa ini di tangan kta semua. Kita biarkan anak-anak terlntar tumbuh jadi perampok atau tumbuh menjadi sahabat anak kita. Pilihannya ada di tangan kita :)

Selamat Hari Anak Nasional!

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

Pembalut Gratis!

Kampanye Berdarah Tanpa Mati
PembalutGratis.tunascendekia.org
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia