6 Menit

Itulah sepakbola. Segalanya bisa terjadi. Suatu keadaan bisa berbalik hanya dalam waktu 6 menit. Kejadian ini terjadi dini hari tadi. Liverpool akhirnya keluar sebagai juara dalam suatu drama sepakbola tingkat tinggi katanya.

Pertama selamat dulu buat Andhika dan Big Reds Indonesia. Selamat! tim anda memang layak dapat bintang 🙂 Lucunya ada beberapa sahabat yang bilang,”lihat dong, ini semua berkat Gerrard pakai gelang merah!”
Steven Gerrard

Walaupun gelang yang dipakai beda makna tapi yakin 110% semangat merah yang dibawa di tangan kanan Gerrard dan tangan kita sama-sama punya efek dahsyat bagi setiap pemakainya. Benar khan!

Sundulan seorang Gerrard harus diakui memberi andil yang tidak sedikit bagi kebangkitan Liverpool menghadapi Milan tadi pagi. Peristiwa ini sekaligus menguatkan keyakinan saya kalau kebangkitan-kebangkitan seperti ini bisa terjadi pada setiap orang, atau bahkan pada suatu bangsa. Sundulan tadi bisa saja berbentuk bantuan kecil yang berupa doa, tenaga, buku, seragam sampai dengan dana.

Janganlah menyerah melihat permasalahan yang terlalu banyak menimpa bangsa ini.

Liverpool hanya butuh 6 menit untuk melakukannya. Bisa jadi dengan tambahan 6 pemakai gelang [solid] setiap harinya, perlahan dan pasti kita bisa mengubah nasib bangsa Indonesia tercinta. Saatnya melakukan perubahan. mari dimulai dari diri sendiri. Ayo tunjukkan semangat [solid]!

Alam Menuntun

Beratap langit. Sawah hijau terbentang. Rindang pohon. Tenangnya empang. Berdampingan dengan hilir mudiknya kereta dan mobil di jalan tolol sebelah. Hari ini, lahirlah Sekolah Alam JurankDOANK!
JurankDoank

Bukan seorang konglomerat. Bukan pula seorang yang miskin. Hanya manusia biasa dengan julukan artis atau seniman. Berbekal tekad, pengorbanan waktu serta dorongan alam, dikDOANK berhasil menyelesaikan proyek terbarunya. JurankDOANK berdiri sebagai ‘rumah belajar’ untuk anak-anak kampung disekitar rumahnya di pinggir kota Jakarta.

dik hanya ingin anak-anak sekitar yang masih banyak tinggal di sekitar sawah mempunyai semacam rumah bermain sambil belajar. Tempat dimana mereka bisa menghabiskan waktunya untuk membaca, bermain atau sekedar melewatkan hari. Diharapkan dengan adanya tempat yang aman dan bermanfaat tersebut akan menjauhkan dari hal-hal yang negatif dalam meluangkan waktu kosong mereka.

Tidak banyak tenaga maupun dana. Dasar jiwa seniman. Berbekal bambu dan bahan alami lainnya, dik berhasil menyulap satu tempat buang jin menjadi tempat yang nyaman bagi para warga sekitar. Terutama bagi anak-anak.

Dalam hal materi maupun kemampuan saya yakin banyak diantara kita yang lebih beruntung dari seorang dikDOANK. Tapi sanggupkah diri ini mengalahkan semua ego dan godaan dunia untuk membantu yang masih membutuhkan?

dik memilih tidak hanya bekerja keras untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dia berpikir lebih luas lagi. Dia memilih untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kelak anak-anaknya nanti tumbuh berkembang. Lingkungan dimana semua anak bisa menikmati pendidikan. Kelak dengan bekal pendidikan tadi mereka bisa dengan damai hidup berdampingan. Bahu membahu membangun bangsanya menjadi lebih baik lagi.

Mungkin kita juga hanya manusia biasa dengan julukan pelajar, mahasiswa, karyawan, manager, atau CEO. Sanggupkah kita melakukannya? Sanggup. Adakah waktu kita melakukannya? Ada. Siapa yang akan membantu kita? Kita sama-sama dong 🙂 seperti gelang [solid]

Tidak ada kata tidak untuk anak-anak Indonesia. Masa depan Indonesia yang lebih indah.

Informasi seputar Kandank Jurank Doank bisa hubungi 021 74631934 atau 021 9146523
www.kandankjurank.com

Waisak 2549

Thema Waisak 2549/2005 :
Dengan Semangat Waisak mari kita kembangkan rasa malu berbuat jahat dan takut terhadap akibat perbuatan jahat untuk membangun moral dan etika umat manusia.

“Peringatan agama seperti hari Waisak ini sangat penting karena di sinilah kita memperbaharui tekad kita bahwa kita harus mampu mengendalikan diri, apabila kita benar-benar ingin menegakkan kebenaran agama masing-masing. Jadi, letak kebesaran orang beragama adalah kemampuan mengendalikan diri, bukan menonjolkan diri,”

“Sejarah menunjukkan kemajuan materi haruslah dibarengi dengan perkembangan spiritual. Wangsa Syailendra berhasil membangun Candi Borobudur. Ini suatu bukti bahwa kemajuan materi telah digunakan sepenuhnya bagi upaya pengembangan spiritual,”

“Tidak heran jika dalam perkembangan agama Islam, misalnya, terdapat bagian dari agama Buddha yang diserap. Sistem pendidikan pesantren yang paling tangguh sebetulnya menyerap dari agama Buddha. Namanya pesantren, tempat santri tinggal. Santri berasal dari bahasa Tripitaka, bahasanya orang Buddha. Dan, pesantren pun menggunakan simbolisme wayang yang diakui sebagai simbolisme Hindu.”

Pidato Presiden Gus Dur tahun 2000 pada Perayaan Hari Waisak.

Tambah Stok

Khusus minggu ini kami memberikan ekstra tenaga untuk bisa menyediakan 3000-an gelang (penambahan sekitar 1000 dari stok minggu lalu). Senang sekali melihat antusias para sahabat yang begitu luar biasa mau membantu.

Senin pagi kami umumkan tersedianya stok. Sekitar jam setengah tiga secara resmi stok tersebut sudah habis dibeli dan dipesan dari berbagai daerah. Lebih dahsyat reaksinya dibandingkan minggu lalu. Syukur Alhamdullilah banyak sahabat yang mau berbaik hati mendukung kampanye [solid].

Mohon kesabarannya bagi yang belum kebagian. Keadaan ini membuat kami lebih terpacu untuk lebih banyak lagi memproduksi gelang. Sekali seminggu dijamin akan keluar stok baru untuk bisa dibeli. Tentunya untuk membantu anak-anak Indonesia.

Makna Merah

Terima kasih atas kesabaran dan perhatian yang sudah menunggu tanggapan saya kemarin. Maaf terpaksa kami cuti kemarin seharian karena harus ke Rumah Sakit. Hari ini kembali akan coba dibalas semua email, telephone dan tanggapan yang diberikan seputar kampanye [solid].

Read the rest of this entry »

Jagalah Hati

“It is estimated that 130 million non-smoking Chinese, three million British and 40 per cent of French employees are exposed to second-hand smoke in the workplace and 700 million children almost half of all children worldwide live in a home of a smoker, constituting a substantial public health threat”.

Kutipan diatas saya ambil dari World Heart Federation. Kenapa tiba-tiba bicara soal kesehatan? Ceritanya begini. Beberapa waktu lalu saya dihubungi oleh seorang Ibu yang bernama Ria Basuki. Singkat cerita. Ibu Ria ternyata merupakan pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI). Dijamin yang rajin mengikuti kegiatan YJI pasti tahu siapa dia. Soalnya Ibu Ria ini bisa dikatakan selalu menjadi motor acara penggalangan dana dari YJI.

Ternyata setelah melihat kampanye Tunas Cendekia, YJI ingin melakukan hal sama dalam hal pencarian dana dengan menggunakan gelang kepedulian. Tentunya saya dan istri senang sekali bisa membantu. Kenyataannya masih banyak anak-anak tidak mampu yang mengidap penyakit jantung yang membutuhkan dana operasi.

Bisa jadi sudah ada donatur yang memberikan bantuan untuk biaya operasi, namun yang tidak kalah pentingnya adalah biaya pasca operasi. Ini juga membutuhkan biaya yang tidak murah. Banyak dari para pasien yang tidak berhasil di tahap pasca operasi karena kekurangan dana.

Mendengar dan melihat fakta yang ada, kasihan sekali anak-anak ini. Belum masalah spp sekolah terlunasi, masih ditambah mendapat cobaan terkena penyakit jantung. Mudah-mudahan nanti kalau ada gelang kepeduliannya, hasil dari donasi yng terkumpul bisa membantu satu dua anak yang paling membutuhkan. Paling tidak mereka sudah bisa sedikit tersenyum untuk bersekolah dengan badan yang sehat.

Jangan salah. Jika tidak hati-hati dengan lingkungan sekitar, anak-anak kita yang masih sehat sangat berpotensi terkena penyakit jantung akibat gaya hidup yang tidak seimbang. Wah Jangan-jangan diri sendiri juga sudah mulai terkena efek-efeknya. Saatnya olahraga lagi nih. Angkat barbel 10 kg dulu..satu…dua…tiga..waduh stop..stop. Tangan keram! Lupa pemanasan.

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Lebih dari sekedar bukti kepedulian.
Ikatan solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia