Ditulis pada: 09 June 2005
- oleh: Yudhis
Biarpun sambungan dial up sedang byar pet, malam ini tetap bela-belain untuk terus isi blog seputar pergantian mitra penjual. Agak sedikit naik darah gitu kalau di tengah serius balas email, mendadak mati sambungan internetnya. Mudah-mudahan suatu saat nanti sambungannya bisa pakai yang luancar teruz…
Ok. Balik ke soal mitra penjual. Sore tadi bertemu dengan Wien Muldian (ditemani Lilis tentunya) di Perpustakaan Diknas. Intinya kita tertarik sekali untuk bisa mengajak mereka sebagai salah satu mitra penjual. Seperti yang sudah diberitakan, Bakoel Koffie Cikini mulai minggu depan tidak lagi menjadi mitra penjual. Jadi kita carikan penggantinya.
Senang sekali ternyata Wien menyatakan kesediaannya mendukung gerakan [solid], dengan menjadikan Perpustakaan Diknas sebagai salah satu mitra penjual. Anda tinggal datang. Masuk kedalam. Tidak perlu harus menjadi anggota untuk membeli gelang. Tinggal tanya kepada mereka seputar penjualan gelang [solid]. (ingat gelang tetap 10ribu satunya).
Sedikit informasi seputar mitra baru kita. Perpustakan Diknas merupakan perpustakaan yang berlokasi di Gedung Utama Departemen Pendidikan Nasional, yang ada di Jl. Jenderal Sudirman. Makanya dinamakan Perpusatakaan Diknas. Bisa dikatakan salah satu perpustakaan ternyaman yang pernah ada di Jakarta. Sebagian besar koleksi dan fasilitasnya merupakan sumbangan dari Perpustakaan British Counsil yang sekarang sudah tutup.
Percaya dengan saya. Anda akan sedikit kaget pertama kali melihat perpustakaan senyaman ini , yang ternyata ada di dalam kantor pemerintahan 🙂 Boleh dong. Kemajuan yang sangat didambakan banyak orang. Sudah saatnya fasilitas yang ada di kantor-kantor pemerintahan bisa bersaing dengan para mitra swastanya.
Pokoknya mulai Senin depan. Gelang [solid] bisa anda temukan dan beli di Perpustakaan Diknas. Sekalian, bagi para pecinta buku jangan sampai dilewatkan. Dari Senin depan sampai 18 Juni di sekitar perpustakaan akan digelar penjualan buku-buku yang diskon 50%. Satu acara yang pastinya diikuti oleh para penerbit buku besar Indonesia.
Mantapnya lagi, Perpustakaan Diknas lokasi satu jalan dengan jalur busway. Tinggal berhenti di depan Ratu Plasa. Jalan sedikit ke kanan. Sampai sudah.
Ditulis pada: 07 June 2005
- oleh: Yudhis
Demi peningkatan ketepatan dan keutuhan pengiriman gelang-gelang yang anda pesan melalui YTC, saat ini kami sedang berencana mengganti jasa layanan pengiriman yang biasa kami pakai.
Jika perusahaan atau anda pribadi punya saran atau pengalaman yang baik dalam memakai satu jasa layanan pengiriman untuk Jabotabek maupun luar kota, senang sekali kalau anda bisa berbagi dengan kami.
Anda bisa masukan nama jasa layanan pengiriman tersebut via komentar dibawah atau email info@tunascendekia.org
Terima kasih!
Ditulis pada: 06 June 2005
- oleh: Yudhis
Sepertinya minggu ini akan menjadi minggu terakhir bagi anda yang rajin datang ke Bakoel Koffie Cikini untuk beli gelang [solid].
Melihat situasi yang berkembang di sekitar Cikini. Pihak YTC maupun Bakoel Koffie dengan amat terpaksa akan menghentikan penjualan gelang. Hal ini kami lakukan karena begini ceritanya…
Semenjak banyak orang yang datang ke Bakoel Koffie Cikini untuk beli gelang, rupanya beberapa orang yang sering ‘mangkal’ di sekitar Cikini mulai mengendus aroma bisnis yang bisa mereka jalankan.
Jadilah beberapa orang yang tidak bertanggungjawab ini membeli banyak gelang ke dalam Bakoel, yang tujuannya menjual kembali kepada mereka yang datang ke Bakoel untuk beli gelang.
Mereka menjual ketika stok gelang di Bakoel sudah habis. Sayangnya, mereka menjual kembali dengan harga 20 ribu alias cari keuntungan pribadi. Jadi selain stok yang ada menjadi cepat habis dibeli oleh mereka. Orang-orang tersebut juga mencari keuntungan dengan penjualan gelang ini.
Para teman-teman di Bakoel tentunya tidak bisa menolak kalau mereka ingin beli banyak. Pertama, susah menolak orang yang ingin beli. Kedua, mereka adalah orang-orang lama yang sering mangkal di daerah Cikini. Jika kita ambil tindakan tertentu, efeknya menjadi tidak bagus bagi para pelanggan yang ingin datang ke Bakoel. Belum lagi para teman-teman yang kerja di Bakoel, harus pulang malam ketemu mereka ketika tutup toko.
Jadi solusi yang terbaik adalah sampai dengan akhir minggu nanti kami akan tetap menjual gelang, selama persediaan masih ada. Setelah itu akan dihentikan dulu. Sambil mencari solusi terbaik lagi. Untuk pemindahan mitra penjual yang ada di Cikini, tunggu pengumumannya di situs.
Terima kasih teman-teman Bakoel Koffie Cikini yang sudah sangat membantu menyebarkan kepedulian terhadap anak-anak Indonesia.
Ditulis pada: 29 May 2005
- oleh: Yudhis
Banyak yang menanyakan apakah kami menjual juga gelang-gelang dengan warna lain? Apakah gelang-gelang yang dijual di mal/plaza tersebut asli dari Yayasan Tunas Cendekia (YTC)? Atau tanya soal harga gelang yang katanya diatas 10 ribu.
Secara singkat. YTC masih konsentrasi menjual gelang yang warnanya merah bertuliskan solidaritasKEBERSAMAAN. Agar mendapat yang asli dan uang yang dikeluarkan sesuai dengan tujuan dari kampanye, belilah gelang [solid] melalui tiga cara;
Situs Resmi YTC www.tunascendekia.org
Mitra Resmi YTC atau,
Melalui keluarga/teman yang anda percaya.
Harganya? Baik membeli dari mitra ataupun dari keluarga/teman anda, resminya Rp.10.000,-
Kami sangat menghimbau bagi mereka yang ingin menjual kembali gelang [solid] jangan mengambil keuntungan dari penjualan gelang ini. Lebih baik uang yang ingin diambil untungnya tersebut disumbangkan ke anak-anak di sekitar lingkungan anda yang lebih membutuhkan. Ingat kampanye gelang peduli anak Indonesia ini bukan dana tujuan utamanya.
Tujuan sesungguhnya adalah menumbuhkan serta menyebarkan rasa kepedulian kita dengan orang-orang disekitar untuk membantu anak-anak Indonesia.
Mudah-mudahan semakin banyak orang, organisasi maupun perusahaan yang mau lebih giat lagi membantu anak-anak Indonesia. Salah satunya ini nih…PT Japfa Comfeed Indonesia. Yang ternyata pas kita mampir di Scoop juga mengeluarkan gelang kepedulian dengan warna orange. Anda bisa lihat lengkapnya di situsnya Japfa. (YTC tidak bekerjasama dengan Japfa untuk kampanye ini).
Oh ya… Terima kasih sekali untuk Rina dari Telkomsel. Jum’at kemarin di tengah kesibukan menyiapkan acara, sudah mau membantu kita menyebarkan kepedulian lebih luas lagi kepada mereka yang ingin membantu.
Ditulis pada: 26 May 2005
- oleh: Yudhis
Itulah sepakbola. Segalanya bisa terjadi. Suatu keadaan bisa berbalik hanya dalam waktu 6 menit. Kejadian ini terjadi dini hari tadi. Liverpool akhirnya keluar sebagai juara dalam suatu drama sepakbola tingkat tinggi katanya.
Pertama selamat dulu buat Andhika dan Big Reds Indonesia. Selamat! tim anda memang layak dapat bintang 🙂 Lucunya ada beberapa sahabat yang bilang,”lihat dong, ini semua berkat Gerrard pakai gelang merah!”
Walaupun gelang yang dipakai beda makna tapi yakin 110% semangat merah yang dibawa di tangan kanan Gerrard dan tangan kita sama-sama punya efek dahsyat bagi setiap pemakainya. Benar khan!
Sundulan seorang Gerrard harus diakui memberi andil yang tidak sedikit bagi kebangkitan Liverpool menghadapi Milan tadi pagi. Peristiwa ini sekaligus menguatkan keyakinan saya kalau kebangkitan-kebangkitan seperti ini bisa terjadi pada setiap orang, atau bahkan pada suatu bangsa. Sundulan tadi bisa saja berbentuk bantuan kecil yang berupa doa, tenaga, buku, seragam sampai dengan dana.
Janganlah menyerah melihat permasalahan yang terlalu banyak menimpa bangsa ini.
Liverpool hanya butuh 6 menit untuk melakukannya. Bisa jadi dengan tambahan 6 pemakai gelang [solid] setiap harinya, perlahan dan pasti kita bisa mengubah nasib bangsa Indonesia tercinta. Saatnya melakukan perubahan. mari dimulai dari diri sendiri. Ayo tunjukkan semangat [solid]!
Ditulis pada: 24 May 2005
- oleh: Yudhis
Beratap langit. Sawah hijau terbentang. Rindang pohon. Tenangnya empang. Berdampingan dengan hilir mudiknya kereta dan mobil di jalan tolol sebelah. Hari ini, lahirlah Sekolah Alam JurankDOANK!
Bukan seorang konglomerat. Bukan pula seorang yang miskin. Hanya manusia biasa dengan julukan artis atau seniman. Berbekal tekad, pengorbanan waktu serta dorongan alam, dikDOANK berhasil menyelesaikan proyek terbarunya. JurankDOANK berdiri sebagai ‘rumah belajar’ untuk anak-anak kampung disekitar rumahnya di pinggir kota Jakarta.
dik hanya ingin anak-anak sekitar yang masih banyak tinggal di sekitar sawah mempunyai semacam rumah bermain sambil belajar. Tempat dimana mereka bisa menghabiskan waktunya untuk membaca, bermain atau sekedar melewatkan hari. Diharapkan dengan adanya tempat yang aman dan bermanfaat tersebut akan menjauhkan dari hal-hal yang negatif dalam meluangkan waktu kosong mereka.
Tidak banyak tenaga maupun dana. Dasar jiwa seniman. Berbekal bambu dan bahan alami lainnya, dik berhasil menyulap satu tempat buang jin menjadi tempat yang nyaman bagi para warga sekitar. Terutama bagi anak-anak.
Dalam hal materi maupun kemampuan saya yakin banyak diantara kita yang lebih beruntung dari seorang dikDOANK. Tapi sanggupkah diri ini mengalahkan semua ego dan godaan dunia untuk membantu yang masih membutuhkan?
dik memilih tidak hanya bekerja keras untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dia berpikir lebih luas lagi. Dia memilih untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kelak anak-anaknya nanti tumbuh berkembang. Lingkungan dimana semua anak bisa menikmati pendidikan. Kelak dengan bekal pendidikan tadi mereka bisa dengan damai hidup berdampingan. Bahu membahu membangun bangsanya menjadi lebih baik lagi.
Mungkin kita juga hanya manusia biasa dengan julukan pelajar, mahasiswa, karyawan, manager, atau CEO. Sanggupkah kita melakukannya? Sanggup. Adakah waktu kita melakukannya? Ada. Siapa yang akan membantu kita? Kita sama-sama dong 🙂 seperti gelang [solid]
Tidak ada kata tidak untuk anak-anak Indonesia. Masa depan Indonesia yang lebih indah.
Informasi seputar Kandank Jurank Doank bisa hubungi 021 74631934 atau 021 9146523
www.kandankjurank.com