Maaf, Stok Sementara Habis

Tidak enak sekali menulisnya. Tapi apa daya kalau memang stok gelang yang kita miliki saat ini sedang habis. Pasokan berikutnya sedang dalam produksi dan akan datang sekitar 2 minggu lagi. Maafkan bagi yang sudah tidak sabar untuk bisa partisipasi dengan memakai [solid]. Tenang, jika stok gelang baru sudah datang, pasti akan ada beritanya di situs. Rajin-rajinlah membuka situs 🙂

Terima kasih yang sudah antusias membeli gelang merah. Semoga masih mau beli lagi untuk keluarga atau sahabat yang belum kebagian.

Tapi ingat satu hal. Jangan sampai keburu transfer uang ke rekening kita. Selalu konfirmasi ketersediaan gelang yang akan di pesan via email. Tunggu jawaban via email. Baru di transfer.

Satu hal lagi. Dua hari yang lalu saya menerima email dari seorang bapak bernama Slamet Basuki. Secara pribadi dia meminta bantuan Yayasan Tunas Cendekia untuk menggalang sebuah bantuan. Bisa jadi anda pernah menerima email dari dia. Tapi tidak ada salahnya coba menginformasikan lagi. Slamet sedang ada musibah yang menimpa anaknya. Dia membutuhkan bantuan untuk biaya perawatan. Tidak perlu banyak-banyak. Mungkin sama dengan apa yang sedang kita lakukan saat ini. 10ribu bisa jadi akan meringankan bebannya. Boleh percaya atau tidak. Informasi lebih banyak untuk memberikan bantuan bisa cek situsnya Slamet Basuki. Lakukan apa yang menurut anda benar, tidak kesalahan jika tidak melakukan. Hidup memang penuh dengan pilihan.

Mohon Maaf

Manusia punya keterbatasan. Tentunya saya dan istri juga punya banyak keterbatasan, yang terkadang membuat kami sedih juga tidak bisa bantu banyak orang. Belakangan banyak para sahabat [solid] yang mengalami kesulitan mendapatkan gelang merah. Mohon dimaklumi kalau yayasan kami hanyalah sebuah yayasan kecil dengan manajemen super mini, sambil membagi waktu dengan mencari nafkah :). Kami akan selalu berusaha untuk memaksimalkan pelayanan kepada para sahabat yang sudah ingin bantu.

Kalau anda termasuk yang sudah bolak-balik ke mitra penjual, tapi selalu kehabisan sesampai disana. Saya sarankan untuk pesan ke kita dengan mengikuti prosedur yang ada di bagian Beli Gelang. Singkatnya, anda konfirmasi apakah gelang yang ingin dipesan masih ada stok. Kami balik konfirmasi. Jika ok, tinggal bukti transfer dan data lengkapnya di fax dan gelang pesanan akan dikirim ke tempat tujuan via Tiki.

Sistem pemesanan tadi semoga masih cukup mudah untuk dilakukan. Sambil menunggu sistem pemesanan dan penjualan yang lebih memudahkan lagi.

Teman-teman Tempo, Kompas Cyber Media dan Herworld, terima kasih sudah ikut menyebarkan [solid] kepada para pembacanya. Sedikit koreksi mas Setriyadi, saya ini si bungsu.

Malam-malam nonton Peter Pan live di televisi. Pakai gelang [solid]! Siapa lagi kalau bukan dik dengan virus kepeduliannya beraksi. Dahsyat.

Dongeng Gelang di Pagi Hari

Siapa yang tidak kenal dengan suara merdu Poetri Suhendro yang selalu menyapa lewat radio di pagi hari. Bersama dikDOANK, sesuai janji pada saat pertama kali kita bertemu, akhirnya saya mau ngobrol on air dengan Poetri. Ini juga pertama kali secara resmi perwakilan dari Yayasan Tunas Cendekia berbicara.

Jarang-jarang juga dik mau diwawancara pagi hari. Dengan modal satu pisang dan nyanyian dik sepanjang perjalanan, meluncurlah kita berdua menyusuri jalanan kota Jakarta subuh-subuh. Menghindar macet sekaligus mau sedikit santai, maklum rumah kita berdua memang jauh dari pusat Jakarta.

Kenapa akhirnya mau? Selain laporan perkembangan, kesediaan saya ini menyangkut pertama kali ketika bertemu Poetri di Bakoel Senopati. Dimana Poetri mau secara pribadi bantu dengan pakai gelang [solid]. Dia merupakan sedikit orang yang mau percaya akan kampanye gelang peduli anak Indonesia pada awal-awal kita bergerak. Teringat ketika saya dan istri berusaha mati-matian meyakinkannya dengan berbagai bujukan rayuan.

Lebih dahsyat lagi ditengah-tengah talk show, Putri mengundang Meriam Bellina ikut bicara via telephone. Enam sinetron, berikut pemain dan semua crew berhasil diyakinkan Meriam untuk memakai gelang merah. Salut..salut..salut 600 gelang dibeli dan dibagikan untuk bantu menyebarkan kepedulian terhadap anak-anak Indonesia. “Setidaknya inilah hal kecil yang bisa saya lakukan untuk anak-anak Indonesia,” kata Meriam.

Salah satu pagi terindah dalam hidup. Bersama orang-orang (satu via telephone) yang percaya akan masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik.

dikOnFemale
dikDOANK bersama Poetri, Hardian dan Anto

Gelang Merah Berpiano

Terima kasih Amelia dari Cosmopolitan FM yang sudah mengatur liputan kampanye gelang [solid]. Pagi-pagi di telephone Erwin dan Otty, ajak ngobrol seputar latar belang kampanye. Senang sekali mendengar cerita Otty yang bilang murid-murid pianonya mulai terlihat memakai gelang merah. Lebih kompak lagi kalau gurunya juga ikutan pakai. Buat Erwin jangan bosan ya 🙂 Terima kasih sekali lagi…

Realisasi Hasil Donasi

Pertemuan seputar pembelian mobil yang akan dijadikan mobil perpustakaan keliling berjalan lancar dan sangat menjanjikan. Siang tadi di Kuningan bertemu dengan Pak Michael, ditemani oleh Pak Am dan Pak Yakub. Suatu kehormatan bisa tukar pikiran dengan para beliau ini yang merupakan para petinggi di salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.

Tidak hanya perusahaannya, pribadi para bapak tadi ternyata memang peduli dengan masalah pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Ketika saya menjelaskan maksud tujuan dari kampanye gelang peduli anak Indonesia, dengan senang hati mereka mau membantu dan akan memberikan tanggapan secepatnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diwujudkan mobil perpustakaan pertama hasil donasi para sahabat [solid].

Ada yang lihat Metro TV? ada liputan mengenai gelang [solid]. Sayang pas lagi dijalan, tidak sempat lihat deh. Terima kasih buat Lina yang sudah mau meliput kampanye kita.

10 Ribu & Terus Berhitung

50 hari sudah kampanye gelang peduli anak berlalu. 10.000 gelang lebih sudah terjual. Terima kasih banyak untuk ribuan sahabat [solid] sudah mau menyebarkan kepeduliannya terhadap anak-anak Indonesia. Apa yang tidak mungkin menjadi satu kemungkinan yang bisa saja terjadi. Mudah-mudahan benih kepedulian yang ditunjukkan oleh para sahabat bisa mengubah wajah bangsa Indonesia. Menjadi bangsa yang peduli dengan masa depannya.

Kalau menengok kebelakang rasanya tidak menyangka respon begitu positif dari banyak orang. Bisa lihat sendiri di barisan sahabat [solid], para komunitas bloggers mulai bantu menyebarkan kepedulian. Entah lewat berita maupun lewat banner/button yang sekarang sudah bisa dipasang di blog atau situs anda.

Beberapa media cetak juga mulai cari tahu keberadaan dari kampanye ini. Terima kasih buat Rara ‘AREA’ yang sudah mau tahu banyak soal gelang merah. Dari dia juga saya jadi tahu tempat baru buat ajak jalan anjing kesayangan, yang sepertinya sudah bosan dengan pemandangan di sekitar kompleks.

Tanggapan dari email juga hampir semua membangkitkan semangat perjuangan. Dari Palembang contohnya ada Faizal. Bela-belain menjadi ‘jurkam’ buat teman-teman disana. Sabar sobat, terkadang perjuangan diawal penuh dengan rintangan, tapi buahnya itu yang tidak ada duanya. Oh ya buat yang sudah kirim email…mohon kesabarannya kalau email tidak langsung dijawab. Maklum kesempatan online hanya bisa pagi, curi-curi waktu di siang dan malam hari. Belum kalau dial up-nya lagi ngadat.

Tidak kalah seru foto-foto yang dipasang oleh para sahabat. Mulai dari individu, pasangan, keluarga, teman main, teman kantor sampai dengan karya seni, semua berbau semangat kepedulian. Yang lain…ditunggu partisipasinya. Kita tunjukkan sama-sama kalau bangsa ini masih punya dukungan kuat dari rakyatnya 🙂

Malam ini tiba-tiba dipanggil dikDOANK ke RCTI. Rupanya banyak permintaan dari sana. Dasar sebagai ikon gelang peduli anak Indonesia, dia banyak meracuni orang-orang Kebon Jeruk dengan virus kepedulian. Tapi lumayan. Kapan lagi bisa masuk studio TV. Lihat Komeng dan Ulfa live lagi! Hehehe kacau, ternyata lihat langsung atau di TV sama-sama kocak.

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Lebih dari sekedar bukti kepedulian.
Ikatan solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia