Ditulis pada: 04 April 2005
- oleh: Yudhis
Mulai banyak informasi yang didapat dari teman-teman seputar pemberitaan maupun pemunculan gelang [solid] di media. Saking semangatnya bergerilya dari hari ke hari jadi suka lupa lihat perkembangan di media.
Dari layar kaca yang sudah banyak teman cerita (termasuk anaknya dikDOANG lihat) kalau gelang bermunculan di salah satu sinetron yang diputar Senin malam. Katanya hampir semua pemeran di sinetron tersebut menggunakan gelang merah. Bisa jadi sinetron yang dibintangi Meriam Bellina. Kabarnya dia memang pesan banyak gelang untuk diberikan kepada crew sinetronnya.
Beberapa infotainment juga sempat memberitakan jumpa pers yang diadakan Komnas PA Kamis lalu. Ditambah munculnya kembali Rhenald Kasali di Metro TV menerangkan gelang merah. Menurut pemantauan tidak resmi dari simpatisan, dari layar kaca yang paling sering terlihat rajin pakai [solid] itu Novita Angie, Lula Kamal, Desta dan Asty Ananta.
Sementara dari media lain seperti cetak dan internet, dari detik, Kompas Cyber media, Monitor Depok sampai dengan Clue Magazine (terima kasih Pungky & Angga) mulai menghiasi artikelnya dengan informasi seputar kampanye gelang peduli anak. Angkat topi juga untuk para bloggers yang sudah memasukan info seputar gelang di blog-nya. Daftar bisa dilihat bagian Sahabat [solid].
Media memang sangat membantu lebih banyak lagi yang tahu tentang [solid]. Media memang penting, namun kebersamaan sejati justru berawal dari ajakan anda sendiri kepada keluarga maupun sahabat lain untuk bergabung memakai gelang untuk peduli. Lebih banyak yang tahu membuat lebih banyak yang pakai. Semakin banyak yang pakai. Semakin banyak anak yang terbantu. Ya tidak? Ya dong:)
Ditulis pada: 01 April 2005
- oleh: Yudhis
Gelang [solid] terbukti tidak hanya mempererat kebersamaan kita dengan keluarga atau teman. Tapi mempererat juga hubungan dengan bayi anda! Ini yang saya dengar sendiri dari Wiena pas ketemu tadi sore. Ceritanya begini. Semenjak Wiena pakai gelang, karena warnanya merah, rupanya membuat si bayi penasaran dan sering narik-narikin gelang.
Senangnya mendengar cerita Wiena. Pinter juga si bayi. Rupanya dia tahu dengan memakai gelang [solid], Ibunya sudah peduli dengan masa depannya (bisa aja nyambungnya). Salut. Wiena bisa dikatakan virus utama dari teman-teman Hotline yang sekarang sudah terlihat memakai gelang merah. Dia bilang,”…the rest maybe colorful. But this one is meaningful.” Iya dong, yang merah bertuliskan [solid] untuk anak-anak Indonesia!
Ada satu lagi yang seru. Pas mampir di Bakoel Koffie Senopati, lihat dua laki-laki yang sedang ‘memperpanjang istirahat jumatan’ dari kantor. Mereka tanya ke Barista, apa sih yang merah-merah itu? Setelah diterangkan singkat itu adalah gelang peduli, ternyata langsung pada beli dan pakai. Ini dia nih, kepedulian spontan.
Ditulis pada: 31 March 2005
- oleh: Yudhis
Komnas Perlindungan Anak hari ini mengadakan jumpa pers seputar penggalangan bantuan dari berbagai pihak untuk korban di Nias. Sekaligus juga menginformasikan kepada teman-teman media tentang bantuan yang telah dikumpulkan Yayasan Tunas Cendekia lewat penjualan gelang pada bulan pertama. Rencananya akan diwujudkan dalam bentuk mobil perpustakaan keliling. Kompas Cyber Media memberitakan kegiatan tersebut.

Salah satu yang hadir dalam acara tadi adalah Rhenald Kasali. Beliau termasuk yang sangat peduli dengan anak. Kepeduliannya diwujudkan dengan membangun taman bacaan untuk anak-anak korban bencana. Melihat kami memakai gelang [solid], pakar bisnis ini sangat antusias mau ikut dalam gerakan dan langsung memakai gelang merah. Bahkan pada jumpa pers semangat sekali dia menunjukan dukungannya atas kampanye gelang peduli anak Indonesia. Salut Pak. Mudah-mudahan diikuti para pendidik lainnya.
Bertempat di Scoops (salah satu mitra penjual gelang), bertemu lagi dengan Lilis dan Nanda. Kali ini ditemani dua sahabat, Nusya dari Indonesia Concern dan Adhyanto dari Pustaka Aneuk Nanggroe. Berbagai cara coba dibahas untuk bisa maksimal memberikan bantuan kepada anak-anak korban bencana. Kita masih fokus seputar pengadaan buku ditambah hiburan edukatif berupa film dan kesenian.
Malamnya dikDOANG telephone. Rupanya banyak sekali respon positif dari berbagai kalangan masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, banyak dari mereka yang datang ke rumahnya. Bahkan jam 9 malam tadi, masih ada orang yang sudah pakai sarung mau tidur bela-belain mau beli gelang. Hebat bener pesona dik 🙂
Ditulis pada: 30 March 2005
- oleh: Yudhis
Badan pegel. Darah mengalir deras. Inilah hasil dari basket ceria di malam hari. Katanya hidup harus seimbang. Jadi mau tidak mau sempatkan olahraga seminggu sekali. Mau gabung? datang setiap Rabu malam di Senayan ABC, lapangan paling dekat gerbang masuk. Dengan catatan jangan terlalu jago ya. Nafas sudah senior nih…
Teman-teman basket masih setia pakai gelang [solid]. Bahkan masih rajin promosi dan beli terus setiap ketemu. Sayang masih banyak anak-anak basket yang belum bisa kita sosialisasikan tentang gelang ini, padahal satu potensi market yang besar. Mudah-mudahan nanti ada jalan.
Sore sebelum basket Ronald ketemuan lagi. Selain setor, pujangga basket kita beli gelang lagi. Orang-orang kantornya pada minta terus sama dia. Hebat punya nih pesonanya pak! Kebetulan juga janjian dengan Daniel dan Reza. Salut buat mereka berdua. Produser dan Direktur REC Production, yang buat H2C dan Katakan Cinta (Dagienkz dan Desta). Sibuk-sibuk ternyata mereka ini peduli juga terhadap masalah anak. Kita ketemuan untuk saling tukar informasi sekaligus beli gelang juga.
Email yang masuk juga semakin bervariasi asalnya. Beberapa diantaranya Nikita dari Sydney, Faizal Palembang dan dari Surabaya ada Vebby. Terima kasih sudah jauh-jauh peduli dengan kampanye ini. Ditunggu bantuan sahabat lain dari manapun anda berada.
Ditulis pada: 29 March 2005
- oleh: Yudhis
Seperti biasa malam ini lagi termenung melihat corat coret di papan tulis (sekedar info, papan tulis berfungsi sebagai gambaran pendistribusian gelang).

Ternyata ada tiga nama yang sejak awal tertulis dan tercatat sangat proaktif. Kerennya, ketiga nama ini secara tidak sengaja saling berjejer atas bawah! Mereka bisa dikatakan prajurit [solid]. Salutnya, ketiga sahabat begitu aktif menjemput bola alias bolak-balik ke markas untuk mengambil gelang dalam jumlah yang banyak untuk siap di distribusikan entah ke siapa. Hanya Tuhan yang tahu.
Yang pertama Rifi dari Grey. Sahabat yang akrab dipanggil Capi dan tinggal satu kompleks. Kedua, James ‘Panji’ Rock. Suaranya bisa di dengar di KIS FM. Seperjuangan di FHUI dulu. Terakhir yang sampai sekarang masih rajin banget, Arya. Bapak rambut warna-warni yang berhasil menyebarkan virus kepedulian di Leo Burnett.
Terima kasih bapak-bapak. Entah berapa banyak orang yang secara tidak langsung tertular virus kepedulian yang berawal dari kepedulian kalian kepada anak-anak Indonesia. Terima kasih juga kepada teman-teman dari Rifi, Panji dan Arya yang sudah mau percaya dengan niat baik mereka!
Ditulis pada: 29 March 2005
- oleh: Yudhis
Lagi browsing situs BBC, eh ternyata PM Inggris masuk berita karena terlihat memakai gelang kepedulian juga. Di tangan kiri Blair, tepat diatas jam tangannya, terlihat gelang peduli yang berwarna putih. Gelang ini merupakan tanda kepedulian untuk menuntaskan kemiskinan. Kampanye yang dinamakan Make Poverty History, diluncurkan Nelson Mandela, Bob Geldof dan Bono.
Mudah-mudahan gelang [solid] bisa dipakai juga oleh para tokoh kita yang peduli dengan anak-anak Indonesia.