Ditulis pada: 23 March 2005
- oleh: Yudhis
Ya ampun sudah lewat angka 6000! Padahal baru sebulan lewat dikit. Terima kasih dan salut banget buat semua yang sudah mau beli gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Lebih salut lagi yang sampai sekarang masih mau terus pakai.
Awalnya dengan istri hanya mau menargetkan angka penjualan sekitar 2000, rasanya sudah bagus untuk dua bulan pertama. Realistis khan? mengingat belum adanya peluncuran kampanye ini secara resmi ke umum. Dan tanggapan media di awal bulan masih sunyi senyap. Untungnya ada beberapa media yang berani memperjuangkan suara kecil ini hingga terdengar atau terbaca oleh pendengar dan pembacanya.
Ternyata…ternyata banyak sekali orang-orang baik di Indonesia. Buktinya, dengan semangat juang 45 mereka ini selalu giat bantu kita. Mulai dari yang berani pakai walaupun tidak matching sama baju. Ada yang seru sendiri ajak keluarga dan teman-teman kantornya untuk beli dan pakai. Sampai mereka yang kebetulan ngobrol sambil tunggu photocopy selesai, eh akhirnya mau beli juga!
Hebatnya lagi apa. Saat ini hampir 60% pemesan, pembeli dan pemakai dari gelang solidaritasKEBERSAMAAN adalah mereka yang sudah menginjak usia produktif alias para eksekutif muda. Bisa jadi karena tersebarnya berita mengenai kampanye ini praktis berawal hanya dari saya, istri, teman-teman plus jejaringan dari Kak Seto dan dikDOANG.
Hari ini kembali beberapa sahabat yang rajin order minta jatah lagi. Di tambah ketemu dengan Rifat. Dia cerita setelah pakai gelang merah di tangannya, hampir setiap ketemu orang selalu ditanya yang kemudian berujung dengan minta. Apalagi kesibukannya di dunia Rally yang otomatis ketemu banyak orang di berbagai daerah. Daripada ditanya selalu bilang tidak ada. Ahirnya dia telephone dan ingin beli stok gelang yang banyak untuk bantu mempromosikan kampanye ini.
Dan yang lebih dahsyat lagi. Kemarin waktu Rally di Malaysia setelah tahu kalau hasil gelang merah ini untuk anak-anak, mobilnya dipasang tulisan solidaritasKEBERSAMAAN! Salut Pak.
Ditulis pada: 22 March 2005
- oleh: Yudhis
Sejak pagi sudah mulai mutar untuk mengkampanyekan gelang ini ke lebih banyak orang. Tidak lupa setor gelang ke Female dan Delta, yang masih setia menerima pesanan para pendengarnya. Dari email Nita pagi ini akhirnya tahu juga siapa yang rutin pesan banyak gelang lewat Female. Ternyata Meriam Bellina. Di lokasi syuting Nita mendapat gelang ini dari dia. Setelah kita kontak ke salah satu orangnya, selain ke crew tempat syuting, ternyata Meriam juga membagikan gelang ini kepada anak-anak panti asuhannya.
Siangnya ketemu dengan Mira di DaimlerChrysler. Salah satu sahabat solidaritasKEBERSAMAAN yang rajin sekali membujuk teman-temannya untuk ikut dukung kampanye gelang peduli anak Indonesia. Kasusnya Mira ini sama dengan Kunti dan Weni. Mereka diam-diam paling rajin menggerakkan kepedulian teman-temannya. Salut!
Sorenya mampir sebentar ke Komnas Perlindungan Anak, yang berlokasi di sebelah kiri RSUD Pasar Rebo. Mereka ada Press Conference seputar dampak kenaikan BBM terhadap anak-anak. Kemungkinan akan meningkat lagi lapisan kelompok masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Diperlukan komitmen dan kepedulian, tidak hanya pemerintah semata, tapi semua pihak untuk sama-sama menyelamatkan generasi masa depan bangsa ini.
Ditulis pada: 22 March 2005
- oleh: Yudhis
Yang biasa macet-macetan di jalur Panglima Polim-Radio Dalam. Mampir ke Scoops kalau mau cari gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Dari arah perempatan PangPol menuju RaDal, gedung biru sebelum butiknya Dian dan Adjie.
Berkat bantuan Rudi dan Ai, tadi sore ketemu dengan Dyta, Sendy dan Irna. Mereka bertiga senang banget bisa bantu sumbang tempat untuk menyebarkan kepedulian terhadap anak Indonesia melalui gelang merah. Jadi, mampir aja bagi yang masih kesulitan untuk mendapatkan gelang ini.
Ditambah Sendy yang kebetulan bagian dari WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau) langsung beli banyak . Kebetulan malam nanti mau ketemu dengan anggota WITT yang lain, sekalian bantu promosiin gelang. Terima Kasih!
Ditulis pada: 21 March 2005
- oleh: Yudhis
Pakai solidaritasKEBERSAMAAN !
Sore menjelang malam Wesly tiba-tiba telephone. Dengerin Hard Rock, ada dik!. Dan benar sekali, dikDOANG datang dan mengudarakan solidaritasKEBERSAMAAN di Hard Rock FM Jakarta. Terima kasih Fifi sudah mau undang dik di Drive N’ Jive dan mau bantu sebarin kepedulian ke Hard Rockers. Pertama kalinya salah satu dari kita diundang secara live oleh media 🙂
Ditulis pada: 20 March 2005
- oleh: Yudhis
Tidak tahu kenapa. Setiap kali melihat Ibu Kembar, selalu saja terbesit rasa bangga dan syukur terhadap Ibu Rosi dan Ibu Rian. Melalui Sekolah Darurat Kartini, mereka selalu dengan rajin memberikan harapan bagi para ibu yang ingin memberikan anaknya yang terbaik. Ibu yang tidak ingin anaknya mengikuti jejak mereka. Ibu yang ingin anaknya paling tidak bisa menikmati bangku sekolah bersama teman-temannya. Agar masa depannya paling tidak lebih baik dari keadaan mereka saat ini.
Halaman 20 dari The Jakarta Post memberikan banyak gambar mengenai harapan-harapan tadi. Semangat tinggi yang jelas terpancar dari muka para anak. Mereka ingin bisa belajar bersama dengan teman-temannya. Walaupun datang ke sekolah hanya sekedar memakai sendal. Gambar kepedulian tiinggi dari para ibu yang mau menunggui anak-anaknya. Hanya dua jam sehari. Investasi waktu yang hanya bisa mereka berikan untuk masa depan anak-anaknya.
Saudara. Teman. Rekan….Mereka saja masih punya semangat dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Ditulis pada: 20 March 2005
- oleh: Yudhis
Baca Koran Tempo pagi ini paling tidak membuat semangat lagi, walaupun di luar hujan masih deras turun. Ada satu foto dan satu artikel yang sangat menarik perhatian.
Pas buka halaman tiga, ada foto dari dua penyiar radio Prambors. Arie Dagienkz dan Desta dari program Putuss. Ternyata di tangan masing-masing penyiar terlihat memakai gelang solidaritasKEBERSAMAAN! Hebat, bukti kongkrit kalau generasi muda Indonesia memang tidak hanya sebagai pelengkap kegembiraan dunia. Melainkan sudah sadar secara aktif mengambil peran untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa. Terima kasih sudah mau pakai terus dan tunjukkan kepedulian.
Lain lagi ketika melihat halaman profil. Hari ini ada Asty Ananta. Presenter, pemain sinetron sekaligus Gadis Sunslik, ini baru lengkap namanya. Hebatnya terus berlanjut ketika di akhir paragraph artikel tertulis “…Dari sekian banyak kegiatan, Asty tetap peduli dengan masalah-masalah yang terjadi di negeri ini. Di pergelangan tangan kanannya terselip gelang merah yang bertuliskan ‘Solidaritas Kebersamaan.’ gelang itu didapatnya dari Kak Seto, tanda kepedulian terhadap permasalahan anak-anak di Indonesia…”
Diantara keberuntungan yang kita dapatkan. Tunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Satu hal lagi yang membuat penasaran. Kamis lalu Andhika dan Big Reds Indonesia live di Singapura untuk acara Football Crazy ESPN. Mereka juga pakai dan bawa gelang solidaritasKEBERSAMAAN untuk memperkenalkannya disana. Pagi ini host acara Football Extra ESPN, Andy Panders, pakai gelang berwarna merah. Hmm.