Kami Tidak Takut & Rumah Dunia

Kami Tidak Takut. Saat ini bagi anda pengguna Twitter bisa jadi sudah tahu dengan adanya gerakan #indonesiaunite. Satu bentuk kepedulian dalam bentuk baru yang menunjukan kebersamaan kita sebagai warga Indonesia dalam menghadapi cobaan teror bom yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Para pengguna Twitter ini berhasil menciptakan satu semangat baru dengan menyebarkan semangat #indonesiaunite dalam berbagai pesannya dan kemudian diperkuat oleh slogan Kami Tidak Takut, yang juga merupakan lagu yang diciptakan oleh Pandji Pragiwaksono (@pandji).

Satu per satu mulai menunjukan kepedulian mereka dengan berbagai aktivitas. Salah satunya yang bersinggungan dengan [solid] adalah Adiguna Cakra (@adigunacakra). Melalui penjualan kaos Kami Tidak Takut di www.kamitidaktakut.co.cc, dia membantu dengan menyisihkan 10ribu dari penjualan untuk program dari Yayasan Tunas Cendekia.

Salut dan terima kasih untuk Adiguna, bantuan yang anda berikan ini akan sangat berarti bagi anak-anak yang nantinya akan sangat terbatu. Salut juga untuk sahabat-sahabat yang sudah mengaungkan #indonesiaunite dan Kami Tidak Takut. Bagi kami yang selama ini sudah mencoba mengaungkan kepedulian, munculnya semangat-semangat baru ini amat sangat berarti bagi perjuangan menuju Indonesia yang lebih baik! Semoga akan menjadi lebih besar lagi…

Satu hal lagi yang ingin saya ajak anda untuk sebentar melihat lebih jauh arti sebuah perjuangan. Kali ini bagaimana perjuangan dari teman-teman di komunitas Rumah Dunia. yang saat ini sedang berjuang untuk membebaskan lahan sebesar 500 juta untuk pengembangan tempat aktivitas. Anda bisa baca sendiri bagaimana suka duka dan tangan-tangan Tuhan bekerja bagi mereka yang tidak patah semangat dan terus berjuang demi anak-anak Indonesia. Luar biasa! Ceritanya bisa anda klik situs mereka di www.rumahdunia.net

Hari Anak Nasional 2009

Baru saja membaca berita di detik.com yang mengabarkan kalau Presiden kita tidak bisa hadir dalam perayaan Hari Anak Nasional 2009 di Ancol. Berbagai komentar menyatakan kekecewaannya, mengingat memang bapak SBY adalah sosok yang paling ditunggu oleh para peserta khususnya anak-anak.

Terlepas apakah memang ada masalah keamanan, kesehatan atau alasan pribadi lainnya, harus diakui yang namanya isu anak dan pendidikan, biasanya negara dan bangsa ini kurang “semangat” membicarakannya. Bagi orang awam biasanya karena masalah yang dirasakan sudah terlalu besar. banyak orang merasa mengurus hidup keluarganya saja sudah susah, untuk nasib anak orang lain itu adalah kewajiban negara. Kalau bagi petinggi biasanya karena unsur liputan dan kegentingannya dirasakan kurang menimbulkan rasa diri menjadi penting.

Kita butuhkan figur yang besar dan kuat untuk bisa membuat isu anak dan pendidikan dilirik banyak orang. Sayang memang jika seorang Presiden harus berhalangan, karena hanya dengan sosok Presidenlah suatu acara akan mendapat banyak publisitas di media. Tapi jangan patah semangat. Apapun halangannya, kita masih bisa berbuat untuk masa depan bangsa ini.

Sahabat. Apapun yang anda pilih dalam menjalani hidup ini. Carilah ilmu dengan tujuan agar diri dan orang disekeliling anda bisa bermanfaat bagi sesama. Bagilah ilmu yang sudah anda dapat dengan mereka yang membutuhkan. Turunkan ilmu budi pekerti yang kuat kepada anak anda agar kelak dia bisa meneruskan apa yang sudah dilakukan orang tuanya. Dan pastikan…

Anak-anak Indonesia yang masih membutuhkan, yang kelak akan menjadi teman hidup bagi anak kita, mendapat kesempatan pendidikan yang lebih baik lagi. Masa depan bangsa ini di tangan kta semua. Kita biarkan anak-anak terlntar tumbuh jadi perampok atau tumbuh menjadi sahabat anak kita. Pilihannya ada di tangan kita 🙂

Selamat Hari Anak Nasional!

Program Bantuan PAUD Seruni

Tahun ajaran baru telah dimulai. Banyak diantara kita yang semangat mengingat ini adalah hari pertama si kecil bersekolah 😀 Lihat saja, di berbagai sudut perkotaan berbagai macam bentuk sekolah preschool atau montessori marak bermunculan. Tujuannya sama, membekali si kecil sedini mungkin untuk bisa beradaptasi nantinya jika masuk pendidikan dasar. Diluar maraknya model bisnis sekolah seperti ini, untuk kalangan masyarakat yang membutuhkan, alternatifnya bisa masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Perbedaan mendasar antara preschool dengan PAUD hanya pada pengajar dan fasilitas. PAUD lebih banyak adalah inisiatif warga yang tidak mampu atau jauhnya sekolah terdekat, membuat meraka sepakat untuk menyiapkan satu bentuk pendidikan alternatif. Pengajarnya sendiri hanya satu dua orang yang punya dedikasi tinggi. Fasilitas? kalau tidak dirumah salah satu warga, menumpang atau membuat satu bangunan yang lumayan layak pakai.

Mengingat sangat pentingnya untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia sedini mungkin melalui program PAUD yang tersebar diberbagai pelosok desa (yang kebanyakan dikelola oleh masyarakat sekitar), kami di Tunas Cendekia melanjutkan kemitraan kedua untuk bantuan untuk PAUD. Setelah yang pertama dengan Raudhatul Athfal (RA), kali ini kami menuju Kabupaten Tulang Bawang tepatnya di PAUD Seruni.

bantuan paud seruni & smpt harapan rakyat

Hari ini kami baru mendapat laporan penerimaan dana bantuan kepada mereka. Jadi untuk PAUD Seruni ini bantuan kami jadikan satu koridor bantuan bersamaan dengan SMPT Harapan Rakyat. Kebetulan pada waktu yang sama kita akan merenovasi/membangun lokal semi permanen dari sekolah tersebut. Pada wal bantuan ke SMPT Harapan Rakyat, sisa kelebihan semen dan pasir mereka sumbangkan untuk menyemen lantai PAUD Seruni yang sebelumnya masih tanah. Sekarang melalui bantuan ini diharapkan kita bisa membangun lokal semi permanen untuk anak-anak belajar.

Kontak dari program kemitraan ini bisa anda hubungi Oki di 081927814324 atau jika anda berniat membantu lebih jauh untuk program ini silahkan kontak kami di info@tunascendekia.org

Sekali lagi terima kasih atas dukungan dan donasi yang telah anda berikan kepada solidaritasKEBERSAMAAN. Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang bisa kita bantu bersama.

Social Entrepreneurship & Online Movement for Social Change

Judul diatas saya ambil dari tema pertemuan FreSh! yang diadakan Rabu malam. Salut banget buat teman-teman di FreSh! yang bisa menampilkan tema yang isinya mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi bagi yang datang mendengar, dan yang membaca dari berbagai tulisan di blog.

Jangan salah, membuat satu acara dengan tema yang banyak orang bilang “kurang seksi” alias berbau kepedulian, pendidikan dan bantuan ini, bukanlah hal yang mudah. Jadi ketika FreSh! bisa mengumpulkan dua publik figur seperti Olga Lydia (Book for Hope) dan Pandji (C3 Friends) ditambah presentasi dari Grace (Book for Hope) dan Dita untuk bisa sharing seputar kepedulian mereka, patut kita acungkan jempol.

Mau tidak mau kita yang bergerak dibidang kepedulian seperti ini harus mengakui, untuk supaya lebih banyak orang mau datang, tertarik dan lebih jauh membantu, dibutuhkan daya tarik yang hanya dimiliki oleh para publik figur tadi. Bukannya tidak mungkin membuat acara tanpa adanya publik figur. Tapi kalau tujuan kita untuk membuat lebih banyak orang lagi peduli, tugas kita adalah untuk membuat orang yang tadinya tidak peduli untuk paling tidak datang dan mengetahui apa yang sedang terjadi.

Tidak berhenti di publik figur saja. Terkadang banyak yang bilang “terang aja dia bisa bantu, khan publik figur jadi banyak yang mau bantu. kalau kita yang orang biasa?!” Nah disinilah peran dari figur-figur seperti Grace dan Dita yang menyuarakan bahwa tidak perlu harus menjadi seorang publik figur untuk melakukan perubahan. Yup. Perubahan tetjadi mulai dari diri kita sendiri 🙂

FreSh! sudah berhasil membuatnya. Kemudian, tugas paling mudah kita sebagai yang sudah memiliki kepedulian terhadap nasib bangsa ini adalah menyuarakan keberhasilan ini kepada khalayak banyak. Suarakan kalau masih banyak orang-orang Indonesia yang memiliki rasa kepedulian terhadap bangsanya. Jangan pernah merasa sendirian dan putus asa melihat banyak orang yang masih masa bodoh. Salah satu buktinya bisa dilihat dari pertemuan FreSH! kemarin.

Sama halnya dengan dunia bisnis. Mudah-mudahan dari 2 dari 100 orang yang hadir akan tergugah dan mencoba memperbaiki bangsa ini menjadi lebih baik lagi dengan segala kemampuan yang dia miliki. Ayo. Anda pasti bisa.

Bangunan SMK Pertanian Sarimukti Selesai

Pembangunan bangunan SMK Pertanian Sarimukti telah selesai. Hasil dukungan dan donasi anda memlalui [solid] telah mewujudkan pendidikan yang lebih layak lagi bagi para anak-anak yang berada di desa Sarimukti. Kepedulian anda telah mewujudkan bangunan yang berada disekitar 25 KM arah menanjak dari kota Garut, melewati areal pertanian dan perkebunan di punggung Gunung Papandayan.

Bangunan SMK Pertanian Sarimukti

Pelajar SMK Pertanian Sarimukti

Pendampingan KPRM

Laporan foto terakhir dari KPRM atau Keluarga Pemuda Rawa Maju. Para pemuda ini menjalankan program untuk memberikan alternatif pendidikan bagi para anak-anak buruh yang tinggal di Kampung rawa Dusun III Desa Sukadanau kecamatan Cikarang Barat kabupaten Bekasi.

sanggar belajar kampung rawa maju

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari setiap 100 orang miskin Indonesia, 52 tidak mendapatkan akses air bersih!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia