Ditulis pada: 22 July 2009
- oleh: Yudhis
Tahun ajaran baru telah dimulai. Banyak diantara kita yang semangat mengingat ini adalah hari pertama si kecil bersekolah 😀 Lihat saja, di berbagai sudut perkotaan berbagai macam bentuk sekolah preschool atau montessori marak bermunculan. Tujuannya sama, membekali si kecil sedini mungkin untuk bisa beradaptasi nantinya jika masuk pendidikan dasar. Diluar maraknya model bisnis sekolah seperti ini, untuk kalangan masyarakat yang membutuhkan, alternatifnya bisa masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Perbedaan mendasar antara preschool dengan PAUD hanya pada pengajar dan fasilitas. PAUD lebih banyak adalah inisiatif warga yang tidak mampu atau jauhnya sekolah terdekat, membuat meraka sepakat untuk menyiapkan satu bentuk pendidikan alternatif. Pengajarnya sendiri hanya satu dua orang yang punya dedikasi tinggi. Fasilitas? kalau tidak dirumah salah satu warga, menumpang atau membuat satu bangunan yang lumayan layak pakai.
Mengingat sangat pentingnya untuk menyiapkan generasi masa depan Indonesia sedini mungkin melalui program PAUD yang tersebar diberbagai pelosok desa (yang kebanyakan dikelola oleh masyarakat sekitar), kami di Tunas Cendekia melanjutkan kemitraan kedua untuk bantuan untuk PAUD. Setelah yang pertama dengan Raudhatul Athfal (RA), kali ini kami menuju Kabupaten Tulang Bawang tepatnya di PAUD Seruni.

Hari ini kami baru mendapat laporan penerimaan dana bantuan kepada mereka. Jadi untuk PAUD Seruni ini bantuan kami jadikan satu koridor bantuan bersamaan dengan SMPT Harapan Rakyat. Kebetulan pada waktu yang sama kita akan merenovasi/membangun lokal semi permanen dari sekolah tersebut. Pada wal bantuan ke SMPT Harapan Rakyat, sisa kelebihan semen dan pasir mereka sumbangkan untuk menyemen lantai PAUD Seruni yang sebelumnya masih tanah. Sekarang melalui bantuan ini diharapkan kita bisa membangun lokal semi permanen untuk anak-anak belajar.
Kontak dari program kemitraan ini bisa anda hubungi Oki di 081927814324 atau jika anda berniat membantu lebih jauh untuk program ini silahkan kontak kami di info@tunascendekia.org
Sekali lagi terima kasih atas dukungan dan donasi yang telah anda berikan kepada solidaritasKEBERSAMAAN. Semoga semakin banyak anak-anak Indonesia yang bisa kita bantu bersama.
Ditulis pada: 25 June 2009
- oleh: Yudhis
Judul diatas saya ambil dari tema pertemuan FreSh! yang diadakan Rabu malam. Salut banget buat teman-teman di FreSh! yang bisa menampilkan tema yang isinya mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi bagi yang datang mendengar, dan yang membaca dari berbagai tulisan di blog.
Jangan salah, membuat satu acara dengan tema yang banyak orang bilang “kurang seksi” alias berbau kepedulian, pendidikan dan bantuan ini, bukanlah hal yang mudah. Jadi ketika FreSh! bisa mengumpulkan dua publik figur seperti Olga Lydia (Book for Hope) dan Pandji (C3 Friends) ditambah presentasi dari Grace (Book for Hope) dan Dita untuk bisa sharing seputar kepedulian mereka, patut kita acungkan jempol.
Mau tidak mau kita yang bergerak dibidang kepedulian seperti ini harus mengakui, untuk supaya lebih banyak orang mau datang, tertarik dan lebih jauh membantu, dibutuhkan daya tarik yang hanya dimiliki oleh para publik figur tadi. Bukannya tidak mungkin membuat acara tanpa adanya publik figur. Tapi kalau tujuan kita untuk membuat lebih banyak orang lagi peduli, tugas kita adalah untuk membuat orang yang tadinya tidak peduli untuk paling tidak datang dan mengetahui apa yang sedang terjadi.
Tidak berhenti di publik figur saja. Terkadang banyak yang bilang “terang aja dia bisa bantu, khan publik figur jadi banyak yang mau bantu. kalau kita yang orang biasa?!” Nah disinilah peran dari figur-figur seperti Grace dan Dita yang menyuarakan bahwa tidak perlu harus menjadi seorang publik figur untuk melakukan perubahan. Yup. Perubahan tetjadi mulai dari diri kita sendiri 🙂
FreSh! sudah berhasil membuatnya. Kemudian, tugas paling mudah kita sebagai yang sudah memiliki kepedulian terhadap nasib bangsa ini adalah menyuarakan keberhasilan ini kepada khalayak banyak. Suarakan kalau masih banyak orang-orang Indonesia yang memiliki rasa kepedulian terhadap bangsanya. Jangan pernah merasa sendirian dan putus asa melihat banyak orang yang masih masa bodoh. Salah satu buktinya bisa dilihat dari pertemuan FreSH! kemarin.
Sama halnya dengan dunia bisnis. Mudah-mudahan dari 2 dari 100 orang yang hadir akan tergugah dan mencoba memperbaiki bangsa ini menjadi lebih baik lagi dengan segala kemampuan yang dia miliki. Ayo. Anda pasti bisa.
Ditulis pada: 24 June 2009
- oleh: Yudhis
Pembangunan bangunan SMK Pertanian Sarimukti telah selesai. Hasil dukungan dan donasi anda memlalui [solid] telah mewujudkan pendidikan yang lebih layak lagi bagi para anak-anak yang berada di desa Sarimukti. Kepedulian anda telah mewujudkan bangunan yang berada disekitar 25 KM arah menanjak dari kota Garut, melewati areal pertanian dan perkebunan di punggung Gunung Papandayan.


Ditulis pada: 24 June 2009
- oleh: Yudhis
Laporan foto terakhir dari KPRM atau Keluarga Pemuda Rawa Maju. Para pemuda ini menjalankan program untuk memberikan alternatif pendidikan bagi para anak-anak buruh yang tinggal di Kampung rawa Dusun III Desa Sukadanau kecamatan Cikarang Barat kabupaten Bekasi.

Ditulis pada: 10 June 2009
- oleh: Yudhis
Jika anda perhatikan dan membaca artikel “Bedirinya Sekolah Kami” pada harian Kompas hari Selasa 9 Juni 2009 (halaman utama bawah), maka sekolah inilah yang kita bantu bersama melalui [solid] 😀

Laporan akhir dari pembangunan sekolah yang kita bantu ini juga sudah kami terima. Tingal menunggu laporan foto-foto terbaru yang akan dikirim oleh mereka. Setelah fotonya datang akan segera kami tampilkan di situs ini. Jika anda tertarik membantu lebih jauh seputar fasilitas sekolah ini silahkan kontak kami di info@tuanscendekia.org
Terima kasih sahabat atas dukungannya!
Ditulis pada: 07 June 2009
- oleh: Yudhis
Innalillahi Wa Inna Ilahi Raji’un. Kami atas nama Yayasan Tunas Cendekia mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya ayah dari Andreas aka Tacoen (sosok dibalik kehebatan situs tunascendekia.org) dan Ilias (sosok yang membantu lomba fotografi solidaritasKEBERSAMAAN 1).
Semoga Amal dan Perbuatan beliau diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan. Amin…