Ditulis pada: 05 May 2008
- oleh: Yudhis
Melanjutkan kemitraan [solid] dengan komunitas Rumah Pelangi, hasil foto-foto dibawah ini merupakan buah karya dari kamera digital baru bantuan [solid] untuk mendukung kegiatan sosial dari Rumah Pelangi. Sebagai salah satu fasilitator program-program [solid] di wilayah Muntilan dan sekitarnya, diharapkan dengan adanya kamera ini akan semakin memperlancar segala bentuk laporan, khususnya pandangan mata langsung di setiap program.

Pada acara World Book Day’08 di Jakarta beberapa waktu yang lalu, Rumah Pelangi tidak lupa untuk ikut serta menyemarakan acara. Kedatangan mereka sekaligus menyerahkan secara langsung tanda bukti penerimaan bantuan untuk program kesenian di Ngandong untuk komunitas Cakarlele. Diharapkan dengan adanya kamera, laporan foto perkembangan program ini bisa terus dipantau tentunya.
Ditulis pada: 02 May 2008
- oleh: Yudhis
Sudahkah anda membantu memberikan pendidikan yang lebih layak lagi bagi anak-anak Indonesia? Tidak ada kata terlalu besar persoalan, sudah terlambat atau tidak ada yang bisa diberikan…sekecil apapun bantuan dan dukungan yang anda dan kita berikan, percayalah, anak-anak Indonesia akan sangat terbantu.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2008!
Ditulis pada: 30 April 2008
- oleh: Yudhis

Pria yang berbaju biru pada foto diatas adalah Gola Gong. Saya kenal pertama kali ketika [solid] menawarkan kemitraan dengan Rumah Dunia (yang dikelolanya) pada November 2005. Sebuah komunitas yang sangat kental nuansa kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Bersama istri dan keluarga besarnya, Gola Gong berusaha terus menciptakan sebuah generasi baru yang bisa memaksimalkan potensinya untuk kebaikan bangsa. Dan semua ini dilakukan tepat disebelah halaman rumahnya di daerah Serang.
Sekita sebulan yang lalu melalui sms yang dikirimkan sendiri oleh Mas Gong, saya mendapat kabar kalau beliau tidak dalam kondisi yang baik dan harus menjalani pemeriksaan dan istirahat di rumah sakit. Alhamdulilah, sekarang sudah bisa keluar dari rumah sakit dan berangsur pulih. Kondisi terakhirnya bisa anda baca sendiri melalui blog-nya Gola Gong, yang sekarang ditulis oleh sang istri, Tias.
Gola Gong beserta keluarganya adalah sebuah kekuatan yang unik nan dahsyat. Kekuatan kebaikan yang berwujud dalam berbagai bentuk. Ada yang berapi-api. Ada juga yang perlahan namun pasti. Pastinya bersama mereka anda bisa merasakan sebuah harapan baru dalam usaha membantu sesama mewujudkan masyarakat yang lebih baik lagi. Saya dan Tunas Cendekia merasa beruntung bisa berkenalan, bekerjasama dan bertukar banyak pikiran dengan mereka.
Melalui tulisan ini tidak lain hanya ingin mengajak anda semua yang membacanya, mengenal pribadi Mas Gong maupun keluarga, perjuangan Rumah Dunia-nya, untuk bersama-sama mendoakan untuk yang terbaik baik dia. Seperti keluarganya, kitapun sebagai keluarga besar dari kebaikan Gola Gong merindukan kehadiran dirinya ditengah kebersamaan ini. Semoga cepat kembali berkarya pak!
Ditulis pada: 01 April 2008
- oleh: Yudhis
Terus terang menjalankan sebuah pementasan seni bukan satu hal yang mudah. Dibutuhkan satu semangat, kesenangan dan disiplin untuk bisa menampilkan sebuah pementasan yang layak tonton. Oleh sebab itu jika melihat sebuah pementasan seni dilakukan dengan sangat baik oleh kelompok anak-anak, rasa salut amat sangat harus kita tunjukkan bagi anak-anak ini dan tentunya para pembinanya 🙂
[solid] kali ini mencoba mendukung sebuah kegiatan kesenian yang dilakukan oleh warga di Dusun Ngandong, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Cakarlele Jagad Bocah Merapi! inilah komunitas kesenian para anak-anak yang mempunyai semangat tinggi dalam berkarya walau daerah mereka yang sering terusik bencana Merapi.


Bantuan kali ini akan coba kami wujudkan bekerjasama dengan mitra kami di Muntilan, Rumah Pelangi. Melalui blog-nya anda bisa mengetahui lebih jauh seputar kegiatan kesenian di daerah tersebut. Berikut sedikit penuturan Rumah Pelangi yang kami kutip dari blog mereka:
“…Cakarlele JAGAD BOCAH MERAPI dari Ngandong. Sebuah pentas tarian klasik yang dibawakan oleh anak-anak. 3 minggu sebelum TLATAH BOCAH dimulai, grup ini sedang dalam masa reses panjang karena dianggap tidak ada generasi baru yang ada. ada 8 orang anak yang sebelumnya sebagai tim inti, mendapatkan beasiswa untuk sekolah di gunung kidul sehingga tim tidak lengkap lagi. 8 anak berarti separuh dari tim saat itu keluar wilayah karena sekolah smp di tempat sejauh +-90 km dari rumahnya. Bapak Sur (Kepala Dusun Ngandong) ketika saat itu bertemu dengan teman-teman Rumah Pelangi mengupayakan regenerasi grup nya dan alhamdulilah pada saat TLATAH BOCAH, mereka memukau banyak orang karena keunikannya. Sampai sekarang sudah tampil 6 kali..
Kalau kita melihat alat musik yang mereka pergunakan, kita akan trenyuh karena sudah tidak layak pakai. Pakaian seragam yang digunakan untuk pentas tersebut dipinjam dari sana-sini. Dusun Ngandong tempat Cakarlele ini berada ditinggali hanya oleh 26 kepala keluarga dimana terletak salah satu sudut terpencil di Merapi…”
Dalam waktu beberapa minggu kedepan dengan bantuan Rumah Pelangi kami mencoba mengakomodasi bantuan untuk kegiatan kesenian mereka. Jika anda tertarik untuk membantu silahkan kontak kami melalui email di info@tunascendekia.org Mari kita lestarikan kebudayaan dan kesenian tradisional sekaligus mendorong rasa kebersamaan para anak-anak Indonesia!
Ditulis pada: 04 March 2008
- oleh: Yudhis

Foto diatas merupakan laporan foto terbaru dari kegiatan kemitraan yang dilakukan [solid] dengan Rumah Dolanan alias Rumah Baca si Bagong. Kemitraan awal dilakukan pada bulan November 2007 dengan memberikan dukungan buku-buku bacaan bagi para anak di Desa Kebutuh, Bukateja, Purbalingga.
Beberapa kendala memang dialami kemitraan ini akibat beberapa kondisi yang tidak memungkinkan bagi pihak Rumah Baca si Bagong memberikan laporan langsung sebagai bentuk pertanggungjawaban. Kami sedang mencoba merancang kembali bentuk kemitraan agar bisa terus membantu anak-anak yang ada pada pengasuhan Rumah si Bagong.
Kendala yang ada memang tidak selalu murni kelalaian pihak mitra. Hal-hal diluar kemampuan seperti keadaan alam dan kendala teknis lainnya memang bisa setiap saat terjadi. Disinilah dibutuhkan adanya kesepakatan dalam terus memberikan perkembangan jika ada hal-hal yang membuat tidak bisanya satu program atau laporan diberikan. Jika ternyata hubungan via telephone atau HP tidak bisa, surat menyurat adalah satu sarana yang sekarang sudah memungkinkan dihampir setiap daerah di Indonesia.
Adanya rencana cadangan pada setiap level kemitraan mutlak dipersiapkan. Hal ini akan membuat bentuk pertanggungjawaban program yang dilakukan lebih terbuka bagi para pihak donor yang sudah memberikan dukungan. Terhambat jalannya suatu program akan segera diketahui sehingga tidak menimbulkan kecurigaan atau pertanyaan pihak-pihak yang berkepentingan.
Sekali lagi terima kasih bagi para mitra yang selama ini sudah menjalin dengan baik komunikasi dengan [solid]. Semoga akan memperlancar segala hal yang sedang kita lakukan untuk anak=anak Indonesia
Ditulis pada: 25 February 2008
- oleh: Yudhis
Decak kagum melihat hal baru dan seru selalu terlintas ketika melihat perkembangan Kandank Jurank Doank yang sudah sedemikian pesat. Buah hasil ini berhasil dicapai berkat perjuangan yang tidak ringan. Pendekatan dan kebersamaan yang dibangun dengan masyarakat setempat, kedermawanan dari para sahabat dikDOANK plus dukungan penuh dari keluarga, menjadi kunci sukses keberhasilan Kandank Jurank Doank bisa bertahan dan berkembang sampai saat ini.
Sebagai salah satu mitra dalam kampanye [solid], kembali kami memberikan dukungan untuk pengembangan ruang perpustkaan yang sedang dibangun oleh mereka. Dukungan sejumlah 10 juta telah kami sampaikan hari Jumat lalu. Seiring bertambahnya anak didik dari kampung sekitar Kandank Jurank Doank, keberadaan sebuah rumah pintar dianggab menjadi solusi terbaik untuk menampung antusias para anak-anak ini.

Sekedar catatan, setiap minggu Kandank Jurank Doank masih dengan bebas biaya menerima setiap anak yang ingin berbaur belajar dalam kondisi alam terbuka. Setaip anak bebas untuk datang terlepas dari latar belakang yang ada. dikDOANK memang mencoba untuk tidak hanya merangkul mereka yang belum mampu, namun juga mencoba membuka mata para anak-anak yang berasal dari kalangan mampu. Hanya dengan bertemu, berkomunikasi, melihat dan belajar dari satu sama lain, para anak-anak ini diharapkan bisa terbuka lagi melihat kenyataan yang ada selain disekitar kehidupan mereka saat ini.
Kebersamaan tanpa batas inilah yang akan menghasilan generasi masa depan yang mempunyai rasa toleransi dan respek terhadap satu sama lain. Kebersamaan inilah yang menjadi cikal bakal bangsa Indonesia yang jauh lebih baik 🙂
Kontak Kandank Jurank Doank bisa dihubungi di 021-74631934, 021-98564611 atau www.kandankjurank.com