Berikut kami perlihatkan foto-foto terbaru hasil dukungan untuk program pembelajaran PAUD & TK Kalaam Mulia. Dukungan kali ini berupa renovasi perosotan serta pintu, pembelian meja kursi untuk guru murid, pengadaan alat permainan titian dan panjatan jala. Tentunya pembuatan cat mural ulang untuk dinding luar sekolah.
Siti Rahmah pengajar sekaligus pemilik rumah yang menjadikan sebagian tempatnya untuk PAUD & TK, mencoba untuk memberikan satu sekolah alternatif bagi masyarakat sekitarnya yang memiliki kekurangan secara ekonomi untuk memasukan sekolah anaknya sejak dini.
PAUD sendiri adalah Program Anak Usia Dini (0-6 tahun) yang menjadi program pemerintah yang bertujuan meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang berbasis lingkungan. Singkat cerita membantu anak-anak dari keluarga yang membutuhkan agar bisa menikmati pendidikan menjelang SD.
Terima kasih tentunya bagi anda yang sudah memberikan dukungan dan donasinya untuk program solidaritasKEBERSAMAAN. Kita harapkan dengan munculnya berbagai alternatif tempat pendidikan dengan berbasis lingkungan ini bisa mencegah semakin lebarnya jurang kualitas pendidikan antara yang mampu dan tidak mampu. Anda tertarik membantu lebih jauh?
Kalaam Mulia beralamat di Jalan Delima Ujung No.6, Blok A, RT 01/RW 05, Cinere, Limo.
Mitra kami di Magelang, Rumah Pelangi, baru saja memberikan laporan foto terbaru dari program bantuan alat kesenian untuk Kelompok Kesenian Bangun Budaya, Desa Sumber, Kecamatan Dukun.
Mas Gunawan koordinator program dari Rumah Pelangi telah bertemu langsung dengan Mas Untung sebagai perwakilan dari Bangun Budaya. Mas Untung merupakan generasi muda yang aktif juga di padepokan seni Tjipta Boedaja di dusun Tutup Ngisor, dia merupakan keponakan dari pengelola padepokan tersebut. Selain aktif berwayang orang di padepokan, dia juga wira wiri malam hari antar dusun di lereng lereng gunung Merapi Merbabu untuk mengajari kesenian rakyat.
Kesenian adalah bahasa universal untuk saling mengenal dan memahami pluralitas budaya, karena kesenian tidak mengenal sekat pemisah, baik suku, golongan maupun agama. Terima kasih untuk anda yang turut memberikan donasi serta dukungan melalui solidaritasKEBERSAMAAN, sehingga bantuan ini bisa terwujud. Salut!
Kelompok Kesenian Bangun Budaya sendiri juga atraktif, punya kesenian Grasak anak-anak dan dewasa, yang merupakan modifikasi dari kesenian topeng ireng yang marak di kabupaten Magelang. Selain itu anak-anak kecil sd dewasa setiap saat dapat menari performance menyikapi sebuah tema…
Ini dia laporan foto hasil program bantuan pemasangan pipa air bersih di Dusun Gowok Pos yang berlokasi di Desa Sengi, Magelang, Jawa Tengah.
Foto-foto ini hasil bantuan teman-teman disana mas Yoko (081915491324) dan mas Yansen (087834052235).
Terima kasih atas koordinasi dari Mas Gunawan dan teman-teman di Rumah Pelangi, sehingga program bantuan ini bisa berjalan dengan baik.
Kami sadar kalau kebutuhan air bersih menjadi salah satu unsur penting dalam pemulihan daerah-daerah yang terkena dampak suatu bencana. Semoga dengan adanya aliran air bersih ini para anak-anak bisa kembali menjalankan aktivitas belajar mengajarnya dengan lebih segar lagi 🙂
Berikut adalah data keenam desa yang menjadi tempat penyaluran paket.
Teman-teman Rumah Pelangi dibawah koordinasi Mas Gunawan juga menambahkan bahwa Dusun Gemer, Stabelan, Bandongan, Gejiwan, dan Klakah Tengah merupakan daerah mantan pengungsi, lokasi mereka di lereng Merapi radius 5-7km.
Sedangkan Gempol adalah dusun yang kena lahar dingin Kali Putih karena letaknya disamping sungai tersebut, saat ini dusun tersebut tertutup pasir dan batuan sehingga mereka mengungsi.
Kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan bantuan teman-teman di Rumah Pelangi, sehingga paket bantuan ini bisa tepat sampai ke mereka yang membutuhkan. Semoga kebersamaan ini bisa terjalin selalu untuk bisa membantu lebih banyak lagi mereka yang membutuhkan. Salut!
Kontak Rumah Pelangi via mas Gunawan bisa dihubungi ke: 081802723030
Kamis kemarin kami akhirnya kembali ke SMK Pertanian Sururon yang berada di Kampung Nagrog Desa Sarimukti Kecamatan Pasirwangi, Garut. Kedatangan kali ini untuk melihat sekaligus memeriksa hasil selesainya pembangunan lokal/kelas untuk kegiatan belajar mengajar kelas 3.
Info singkat seputar sekolah ini. Dibangun dan dikelola secara bersama oleh para aktivis Serikat Petani Pasundan dan masayarakat setempat. Pembangunan ini untuk mengisi kekosongan sekolah setingkat SMA didaerah mereka. Sehingga para murid yang ingin meneruskan sekolahnya tidak perlu harus jauh mencari diluar daerah mereka. Sejauh ini modal operasional yang mereka punya diambil dari organisasi Serikat dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Provinsi.
Ingin tahu lebih jauh seputar program bantuan di daerah ini, silahkan ketik Garut di kolom search yang ada di situs kami.
Secara keseluruhan program pembangunan ini bagus hasilnya. Kebetulan sebagian anak-anak kelas 3 dan 2 sedang mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), sehingga kami bisa lebih leluasa berbincang didalam ruangan kelas bersama Kepala Desa dan sejumlah guru. Terima kasih sekali lagi atas segala donasi yang telah anda berikan sehingga kelas-kelas ini bisa terwujud 🙂
Anda bisa cek kondisi ruang kelas yang dibangun melalui video dibawah ini:
Fokus kami selanjutnya adalah mencoba mengisi ruang-ruang kelas yang ada dengan alat penunjang lain seperti tambahan komputer dan alat peraga pendidikan yang lain. Satu lagi yang menjadi perhatian untuk bisa dibantu adalah kondisi perpustakaan mereka. Kondisinya bisa anda lihat di foto bawah ini. Tertarik membantu? kontak kami ya
Pada perbincangan kemarin yang menarik juga adalah kegiatan mata pelajaran kewirausahaan yang dijalan oleh para murid SMK. Sehubungan daerah ini banyak menghasilkan kentang, maka para muridpun diajarkan untuk mengelola hasil kentang ini menjadi donat dan keripik kentang. Jadi terpikir untuk bagaimana kita bisa bantu pemasaran donat dan keripik kentang buatan para anak-anak ini, sehingga bisa memacu semangat mereka. Ada yang bisa bantu?
Telah datang sepatu-sepatu hasil donasi dari program Shoes 2 Share!
Seperti kesepakatan sebelumnya, Rumah Dunia yang berlokasi di Serang Timur menjadi komunitas yang menampung, mendata dan menyalurkan sepatu-sepatu hasil program. Anak-anak disekitar Kampung Ciloang, Kubil, Kesuren dan Tegal Duren menjadi target tempat disalurkannya sepatu-sepatu untuk anak-anak 1-5 tahun ini.
Sekali lagi terima kasih untuk semua pihak yang sudah membuat program Shoes 2 Share bisa terjadi. Semoga apa yang kita lakukan bersama ini bisa membuat anak-anak Indonesia menjadi lebih baik lagi 🙂