Bundel 10 Buku Balada Si Roy

Wah hari ini mendapat paket kejutan di kantor. Ternyata kiriman sejumlah bundel 10 buku Balada Si Roy!

solidaritasKEBERSAMAAN dengan komunitas Rumah Dunia yang dikelola Gola Gong memang sudah lama menjalin persahabatan. Ketika Gola Gong ada rencana untuk menerbitkan bundel dari kumpulan buku Balada Si Roy, kita sendiri senang sekali bisa mendukung untuk biaya produksi. Syaratnya hanya satu. Sebagian Buku-buku ini dibagikan kepada sekolah-sekolah maupun taman bacaan yang membutuhkan.

bundel 10 buku balada si roy

Jangan salah. 25% dari hasil penjualan buku ini juga akan membantu biaya operasional dari komunitas Rumah Dunia. Jadi bagi yang ingin bantu tujuan mulia ini? silahkan beli bukunya ya (tel: 0254-224955)

Kunjungan Oriflame Indonesia

Beberapa waktu yang lalu Oriflame Indonesia melalui perwakilannya, Winny Octavia, berkunjung ke Panti Roslin di Kupang. Kedatangan Winny sendiri adalah melakukan serah terima secara simbolis hasil pengumpulan donasi yang dilakukan Oriflame Indonesia pada February lalu. Sekaligus tentunya melihat secara langsung kondisi anak-anak yang ada di Panti maupun daerah sekitar.

bantuan oriflame indonesia

bantuan oriflame indonesia

Terima kasih Winny sudah mampir di keluarga Panti Roslin. Terima kasih juga untuk anda yang sudah mendukung pengumpulan donasi yang dilakukan Oriflame Indonesia. Donasi yang luar biasa ini nantinya akan sangat membantu anak-anak di Panti Roslin mendapat masa depan yang lebih baik lagi 🙂 salut!

Bantuan Program Ekstrakulikuler Garut

Laporan dari penyaluran bantuan ke MTs & SMK Pertanian Sarimukti di Desa Sarimukti, Garut sudah selesai. Terima kasih untuk Tanto Soerono aka Ay dan Rifi Arifin, pengadaan serta penyerahan yang dilakukan langsung di lokasi telah selesai dilakukan.

Bantuan kali ini yang kami berikan seputar untuk dukungan bagi kegiatan ekstrakulikuler dari phak sekolah. Paket bantuan yang diberikan: Satu buah komputer, tiga buah papan whiteboard, seperangkat alat-alat olahraga, seperangkat alat-alat pertanian dan seperangkat alat pemutar musik untuk mendukung kegiatan kesenian.

Tidak lupa kami berterima kasih kepada anda yang selama ini sudah memberikan donasi dan dukungannya, sehingga bantuan-bantuan seperti ke Garut ini bisa terlaksana dengan baik. Salut!

Kita tahu kegiatan ekstrakulikuler menjadi bagian yang sama pentingnya untuk mendukung keseimbangan para murid dalam menjalani proses belajar mengajar. Kami merasa dengan dukungan alat-alat tersebut, para murid dan guru bisa memaksimalkan apa yang selama ini baru bisa mereka pelajari secara teori atau terbatas.

Terkadang potensi atau bakat terpendam yang ada pada murid bisa tersalurkan jika media yang ada mendukung mereka untuk mengekspresikan bakatnya. Dari penyaluran bakat inilah yang kita harapkan bisa menumbuhkan rasa ingin terus berada di lingkungan sekolah daripada harus melakukan sesuatu yang tidak jelas diluar sekolah.

laporan singkatnya bisa anda klik di sini.

Bantuan MTs Sururon & SMK Pertanian SarimuktiBantuan MTs Sururon & SMK Pertanian Sarimukti

Bantuan MTs Sururon & SMK Pertanian Sarimukti

Bantuan MTs Sururon & SMK Pertanian Sarimukti

budget report garut

Info lebih lengkap seputar bantuan ini silahkan hubungi pihak sekolah dengan Inceu sebagai kontak personnya 081323821039

Hasil Survey SMPT Harapan Rakyat & Paud Seruni

Untuk menghemat biaya, kali ini survey yang dilakukan oleh Tim Tunas Cendekia ke lokasi SMPT Harapan Rakyat dan PAUD Seruni hanya diwakili oleh satu surveyor, Haryo Suryono. Tim Bandar Lampung diwakili oleh Praja Wiguna yang merupakan penghubung Tim Tunas Cendekia dengan tim di lapangan di Desa Moro-Moro. Rangkaian perjalanan Survey dilakukan mulai tanggal 16 Oktober 2009 dan berakhir pada tanggal 18 Oktober 2009.

suasana kelas smpt harapan rakyat

tampak depan smpt harapan rakyat

Secara kasat mata kondisi bangunan SMPT Harapan Rakyat sudah berdiri tegak dan sudah dapat dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun halnya ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan seperti:

• Floor semen lantai – kondisi di lapangan masih berupa tanah yang masih harus dipadatkan. Setiap hari para siswa juga diminta untuk membantu menyiram tanah serta memadatkan tanah dengan pacul yang dibawa dari rumah masing-masing. Diharapkan setelah tanah yang ada cukup padat, maka tanah tersebut akan ditutup dengan floor semen. Ini menjadi salah satu kendala terganggunya kegiatan belajar-mengajar sehari hari.
• Plafon atau langit-langit – plafon yang direncanakan terbuat dari tripleks pun belum terpasang. Sepertinya plafon hanya akan dipasang setelah floor lantai selesai dikerjakan.
• Beberapa titik lisplang atau akhiran penutup atap asbes juga terlihat belum diselesaikan.
• Disampaikan oleh tim di lapangan, bahwa ada beberapa perubahan di lapangan, termasuk rencana untuk merenovasi bangunan lama pun ternyata diputuskan untuk membuat bangunan baru tersendiri. Artinya, bangunan awal yang direncanakan untuk di renovasi untuk SMPT Harapan Rakyat, dipakai dan dialih fungsikan sebagai PAUD HArapan Rakyat. Bangunan SMPT Harapan Rakyat merupakan bangunan baru yang dimulai dari awal. Laporan yang lebih rinci akan dipersiapkan oleh tim di lapangan.

Foto bersama SMPT Harapan Rakyat

Kemudian beralih ke lokasi PAUD Seruni. Lokasinya yang tidak jauh dari SMPT Harapan Rakyat kami tempuh dengan mengendarai sepeda motor. Bangunan PAUD Seruni yang kosong dan hanya satu ruangan pun kami jumpai, merupakan bangunan yang sangat sederhana dan masih dalam tahap penyelesaian pembangunan menjadi bangunan semi permanen. Tidak terlihat kegiatan mengajar mengingat hari sudah siang. Kondisi bangunan kelihatannya sudah hampir selesai pembangunannya, hanya terlihat dua sisi bangunan yang masih belum permanen dan masih dalam kondisi lama.

tampak depan paud seruni

suasana kelas paud seruni

Salah satu kendala dari penyelesaian renovasi ini karena tim di lapangan tidak dapat mengandalkan gotong royong dari orangtua murid PAUD, dikarenakan para orangtua murid sudah bergotong royong dalam kegiatan-kegiatan lain, belum lagi gotong royong membangun SD/SMPT bagi mereka yang memiliki anak yang juga sedang bersekolah di SD/SMPT tersebut.

Bisa dikatakan kedua program ini 80% sudah berjalan sesuai harapan dan komitmen yang kami bangun dengan pihak masyarakat maupun sekolah. Adapun pengalihan fungsi kelas yang dikembangkan menjadi PAUD baru masih dirasakan tidak masalah selama masih dalam koridor penggunaan untuk pendidikan.

Kami ucapkan banyak terima kasih untuk pihak masyarakat, sekolah dan surveyor yang sudah menyajikan laporannya Laporan lengkapnya bisa anda klik laporan-perjalanan-smpt-hr-paud-seruni.doc.

Terima kasih juga untuk anda yang sudah memberikan donasinya untuk solidaritasKEBERSAMAAN. Mari kita bantu terus anak-anak Indonesia!

Kelas Darurat PAUD Simpang Tigo!

Terkait bencana gempa yang menimpa Sumatera Barat. Gempa ini juga menghancurkan PAUD Simpang Tigo yang terletak di Nagari Tobo Ketek, Kecamatan Enam Lingkun, Kabupaten Padang Pariaman. PAUD Simpang Tigo saat ini memberikan layanan kepada 37 anak di wilayah tersebut.

Atas inisiatif salah satu fasilitator Tunas Cendekia, Oki, PAUD Simpang Tigo mengajukan dana darurat untuk pendirian ruang belajar darurat. Pengajuan ini setelah Oki melihat situasi dari pihak sekolah maupun masyarakat setempat yang sampai pengajuan dilakukan, masih belum menerima bantuan perbaikan yang dijanjikan baik oleh pemerintah setempat maupun lembaga lain.

Selama kurang lebih seminggu, kelas darurat ini akhirnya bisa berdiri. Semua ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan anda yang sudah memberika donasi untuk solidaritasKEBERSAMAAN!

Kelas Darurat PAUD Simpang Tigo

Pendirian PAUD darurat /tempat belajar darurat menjadi kebutuhan mendesak agar proses belajar mengajar bagi anak-abnak usia dini bisa kembali berjalan. Kondisi ini juga membantu program Trauma Healing yang masih berjalan.

Terima kasih banyak sahabat. Kepedulian anda selama ini amat sangat membantu untuk anak-anak ini bisa belajar kembali 😀

Info lengkap seputar program ini bisa anda kontak Oki di 081279583998

Tahap 1 Pengembangan SMPT Harapan Rakyat

Laporan dari kelanjutkan pengembangan SMPT Harapan Rakyat di Desa Moro-Moro, Tulang Bawang, sudah kami terima. Kabar terbarunya, dari rencana semi permanen akhirnya para orang tua murid tergerak untuk membantu lebih jauh dengan menyumbang agar bisa didirikan bangunan yang permanen!

kelanjutan smpt harapa rakyat

Berikut laporan ringkasnya dari Eko Widianto sebagai Ketua Pembangunan:

“Panitia juga mengadakan rapat lanjutan bersama orang tua murid langsung menggelar rapat pembangunan sekolah pada tanggal 28 Juli 2009.Rapat bersama tersebut memutuskan :
1. Orang tua murid, guru sepakat bahwa pembangunan kali ini dilanjutkan sampai selesai dalam artian tidak semi permanen seperti yang direncanakan (bangunan bata setengah badan)
2. Rapat menyusun ulang anggaran kebutuhan yang diperlukan dari anggaran awal yang hanya sebesar Rp.15.350.000 (lima belas juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) menjadi Rp 25.300.000 (dua puluh lima juta tiga ratus ribu rupiah)
3. Kekurangan dana sebesar 10.050.000 (dengan asumsi sumbangan dari SK sebesar Rp 15.350.000) akan dicari bersama
4. Orang tua murid sepakat selain berkontribusi tenaga juga memberikan iuran sebagai berikut : Wali Murid Kelas I menyumbang Rp 200.000/anak, Wali Murid Kelas II menyumbang Rp 150.000/anak, Wali Murid Kelas III menyumbang Rp 100.000/anak. Jika seluruh orang tua murid membayar maka diperkirakan akan mendapatkan pemasukan sebesar Rp.9.150.000 (sembilan juta seratus lima puluh ribu rupiah)
5. Kekurangan dana lainnya sebesar Rp. 3.000.000 akan dipikirkan sambil berjalannya pembangunan
6. Ruangan yang lama tidak akan dibongkat tapi akan dijadikan ruang guru dan pemondokan bagi siswa yang ingin menginap di sekolah Pembangunan lokal baru akan dilakukan persis disebelah lokal lama sehingga membentuk huruf L
7. Penghematan dilakukan dengan memaksimalkan partisipasi masyarakat (sewa mobil untuk mengangkut material, biaya tukang untuk membuat kusen dll)
8. Atap sekolah direncanakan menggunakan asbes untuk menghemat biaya

Pembangunan SMPT Harapan Rakyat tahap pertama dilaksanakan mulai tanggal 29 Juli 2009. Hal yang dikerjakan pertama kali dalam memulai proses pembangunan membuat pondasi bangunan. Proses tersebut memakan waktu selama tiga hari. Tiga hari yang tersisa dalam pekan pertama digunakan untuk membuat pondasi sedalam kira-kira tiga puluh sentimeter. Penggunaan bahan batu bata tersebut dianggap cukup kokoh untuk menopang massa di atasnya.

Spesifikasi Bangunan sekolah yang akan dibangun :
• Panjang 24 Meter
• Luas 6 Meter
• Tinggi 3 Meter
• Bahan : Dinding batu bata
• Atap : Asbes

Dari luas ruangan tersebut akan dibagi menjadi tiga lokal ruangan, kelas yang masing-masing seluas 6 x 8 meter persegi,

Pembangunan sekolah sendiri dikerjakan oleh seluruh wali murid, komite sekolah, dan tenaga pengajar SMPT Harapan Rakyat secara bergiliran dengan cara dibuat jadwal kerja. Sebelumnya, dibentuk pantia pembangunan yang terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris, dan seorang bendahara. Dalam satu hari terdapat tujuh orang wali murid yang bergotong royong. Hari kerja yang digunakan dalam satu minggu adalah enam hari. Sementara satu hari yang lain dijadikan hari libur, yaitu pada hari Jumat. Jam kerja yang digunakan dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.30, dengan jam istirahat pada pukul 11.00 sampai pukul 13.00.

Pembagian Kerja yang dilakukan :
1. Kerja Bakti menurunkan material seperti bata, pasir, semen, kayu
2. Kerja Bakti memotong dan menggesek kayu
3. Kerja Bakti membangun fondasi sekolah
4. Kerja Bakti penyiapan konsumsi para pekerja gotong-royong

Dalam pembangunan ini pun siswa ikut terlibat, siswa laki-laki ikut serta dalam proses, sementara siswa perempuan membantu menyiapkan minum (teh/kopi) dan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Sementara untuk konsumsi (makan siang) disiapkan oleh ibu-ibu yang rumahnya berada disekitar sekolah. Meski masih terkendala belum semua dana pembangunan terpenuhi, optimisme tetap nampak dalam setiap kerja bakti membangun sekolah. Mereka yakin pasti ada jalan keluar untuk memenuhi kekurangan dana pembangunan.

Sampai saat ini telah 40% pekerjaan telah terlaksana, Tahap Selanjutnya direncanakan :
• Meneruskan pemasangan bata untuk dinding
• Pembuatan rangka untuk kap atap penyangga asbes
• Pemasangan kusen-kusen
• Pemasangan asbes untuk atap sekolah

Saat ini pembangunan sementara terhenti karena material yang diperlukan telah habis terpakai kebutuhan baru untuk membeli semen, tambahan batu bata, asbes dan pasir menunggu penurunan dana selanjutnya. Sementara perlu dilaporkan sumbangan dana dari orang tua murid sampai saat ini sudah mencapai Rp. 2.400.000.”

Terima kasih atas kerjasama dari para masyarakat dan pihak sekolah dalam memberikan laporan yang membuat kami bersyukur membacanya. Tidak lupa bagi anda para donatur solidaritasKEBERSAMAAN. Tanpa dukungan anda tidak akan terwujud bantuan bagi anak-anak ini Terima kasih sahabat!

Ingin membantu lebih jauh lagi? jangan sungkan untuk kontak kami ya 🙂

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia