Kampanye Lokal Balikpapan

Kekuatan [solid] terus kami coba sebarkan ke seluruh pelosok Nusantara. Dengan bantuan para sahabat solidaritas yang tersebar di berbagai daerah, kami ingin mengajak mereka yang belum tahu untuk ikut bergabung dalam satu ikatan [solid]. Membantu anak-anak yang ada di sekitar mereka untuk bisa bangkit membangun negara ini.

Seperti yang kita lihat dan dengar beritanya, Senin kemarin terjadi sebuah musibah kebakaran hebat di Balikpapan. Peristiwa ini menghabiskan 492 rumah yang berada di kampung air. Tentunya salah satu yang menjadi korban adalah anak-anak.

balikpapan

Berangkat dari keprihatinan atas nasib anak-anak dalam menerusakan pendidikannya, atas inisiatif Subur Anugerah (seorang sahabat solidaritas), YTC mengadakan kampanye [solid] lokal.

Tujuan dari kampanye lokal ini adalah semua hasil penjualan gelang merah yang dibeli oleh simpatisan dari Balikpapan akan disalurkan langsung kepada anak-anak korban kebakaran ini. Selain dari hasil penjualan lokal, YTC juga akan mengalokasikan sejumlah bantuan untuk mendukung penyaluran bantuan tersebut.

Bagi para sahabat yang ada di Balikpapan saatnya kita tunjukkan rasa [solid] kepada mereka yang membutuhkan. Ajak keluarga dan teman-teman yang lain untuk membantu dengan membeli dan menyebarkan gelang [solid]. Dari kita. Untuk masa depan anak-anak kita :)

Untuk mendapatkan gelang [solid], anda bisa menghubungi Bapak Subur atau datang ke Kampus A STIKOM Balikpapan. Jl. KP Tendean 2A, Gn Pasir, Balikpapan. Tel: 0542-424545.

Pulau Buru. Ambon

Penyaluran donasi dari gelang solidaritasKEBERSAMAAN terus berlangsung. Tahap demi tahap kami mencoba melakukannya agar bisa sampai langsung ke anak-anak yang membutuhkan. Kali ini bantuan sahabat solidaritas telah sampai di Ambon, dengan tujuan Pulau Buru.

Kenapa Pulau Buru? bantuan ini bermula dari email permohonan bantuan buku-buku oleh Yani dari JRS. Sejak konflik antar agama di tahun 1999 sampai saat ini dalam hal penanganan para pengungsi khususnya bantuan pendidikan untuk anak-anaknya tinggal ditangani oleh JRS dan UNICEF. Mereka membantu beberapa sekolah dan juga membuat taman bacaan bagi para anak-anak. Dan yang terpenting bantuan yang mereka lakukan untuk semua, baik muslim maupun kristen.

labuan widit

Beberapa sekolah dasar yang dibantu adalah Al-Ikhlas Migodo, SD Inpres Grandeng, Waegernangan, Migodo, Metar, Labuan dan Widit. Sebanyak 342 buku-buku bacaan hasil [solid] telah sampai di Ambon, yang diterima oleh Melani staff mereka disana. Setelah melakukan persiapan, menurut rencana awal Oktober bantuan tersebut akan disalurkan. Tentunya laporan penyaluran bantuan ini akan kami sampaikan di situs nantinya.

Bagi anda yang ingin tahu informasi atau ingin memeriksa status bantuan ini silahkan hubungi:
Bapak Adrianus Suyadi, SJ (suyadi@jrs.or.id, adrianus_suyadi@yahoo.com). Kantor pusat mereka di Kantor JRS, Gg Cabe DP III/no. 9 dan 13, Puren, Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283 – Indonesia, Telp 0274 557173, Fax 0274 517405.

Pemenang Lomba Foto’05

Dewan Juri yang terdiri dari Julian Sihombing, dikDOANK dan Aryono Djati telah melakukan penilaian terhadap semua foto yang masuk dan memutuskan satu pemenang utama dan empat finalis dalam [solid] photographyCONTEST’05!
julianSIHOMBING dikDOANK aryonoDJATI

Pemenang Utama
asrian
Berbekal dua hari ikut menginap di tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Bekasi, Asrian Mirza berhasil mengabadikan foto yang ternyata menjadi pilihan utama dari dewan juri. Kemenangan ini juga merupakan awal yang baik bagi kembalinya dia di dunia fotografi. Sejak ikut membangun Metro TV ditahun 2000, Asrian akhirnya memutuskan untuk keluar di tahun 2004 untuk kembali ke profesi yang memang menjadi passion sejatinya. Salah satunya kembali dipercaya PBB untuk mengabadikan nasib anak-anak yang ada di Indonesia.

Empat Finalis:

yuyung
Fotografer Jawa Pos asal Surabaya ini sangat prihatin dengan keadaan anak-anak. Khususnya di sekitar Surabaya, dimana Yuyung Abdi melihat banyak dari mereka yang diperjualbelikan oleh orang tuanya sendiri. Dalam karyanya di atas, Yuyung melihat satu cahaya kebersamaan yang diperlihatkan ibu dan anak-anaknya dalam mencari sesuap nasi ditengah kesibukan kota. Satu kebersamaan yang sudah semakin langka bagi mereka yang berlimpangan dengan nafsu.


Suatu kebanggaan dan ketulusan membantu yang memang menjadi alasan kuat bagi Donal Husni untuk ikut ambil bagian dalam lomba ini. Masyarakat dirasakan Donal masih perlu mendapat informasi yang lebih banyak lagi seputar realitas nasib anak-anak Indonesia yang masih banyak membutuhkan bantuan. Jangan terlalu banyak menjual impian yang semu bagi masyarakat. Saatnya menjual kepedulian terhadap sesama.

benny
Benny Haryanto mempunyai prinsip bahwa Tuhan memberikan kita bakat atau keahlian yang memang diperuntukan untuk membantu sesama. Lewat hasil karya foto yang menggugah, dia percaya seorang fotografer bisa menggunakan bakatnya untuk merubah nasib anak-anak Indonesia. Prinsip yang rasanya sangat pas dijalankan di masa saat ini.

dedy
Fotografimania. Itulah pengakuan Dedy Siswandi, arsitek asal Bandung yang memang mengaku walaupun berawal dari hobi tapi sangat maniak dengan dunia fotografi. Dia percaya kalau foto itu bisa berbicara banyak. Oleh sebab itu dia selalu mengambil sisi positif dalam mengabadikan karya-karyanya, agar kita selalu melihat sesuatu dari sisi yang baik.

Sekali lagi selamat untuk para pemenang! Terima kasih juga bagi anda yang sudah ikut serta dalam kegiatan perdana kami di bidang fotografi. Keikutsertaan anda merupakan suatu kehormatan bagi kami, yang sudah diberikan kepercayaan dan dukungan terhadap usaha YTC menyiapkan masa depan Indonesia yang jauh lebih baik :)

Oh ya liputan kegiatan ini bisa anda lihat di situs Liputan 6 SCTV.

Batas Waktu

Hari ini secara resmi ditutup penerimaan hasil karya foto untuk mengikuti [solid] photographyCONTEST’05. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat solidaritas yang sudah membantu menginformasikan kegiatan lomba foto YTC.

Begitu juga kepada para peserta yang sudah membantu kami dengan mengikutsertakan hasil karyanya. Anda sudah membuktikan bahwa bantuan dan kontribusi untuk anak-anak Indonesia bisa dilakukan melalui segala cara, sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Kali ini keahlian fotografi anda sudah menyuarakan kepedulian kita semua. Terima kasih sahabat :)

Setelah proses penjurian di minggu ini, mudah-mudahan minggu depan kami sudah bisa mengumumkan hasil lomba melalui www.tunascendekia.org

Realisasi Global Art Bintaro

bantuanGLOBAL

Hasil bantuan dari para murid Global Art Bintaro Minggu pagi ini diberikan secara langsung di Kandank Jurank Doank. Sumbangan tersebut merupakan hasil lelang lukisan dari anak-anak tersebut. Rencananya akan kita gunakan untuk pembangunan perpustakaan di sekolah alam dikDOANK yang merupakan mitra YTC.

Ramai sekali pagi tadi. Karena selain anak-anak dari Global Art Bintaro yang datang bersama orang tuanya, kebetulan bintang tamu yang hadir di Kandank Jurank Doank ada dua. Yang pertama ada Pak Dwi Koendoro, sang pencipta Panji Koming (tokoh kartun yang sering kita lihat di Kompas). Beliau datang bersama anaknya Pinot, untuk mengajar anak-anak cara menggambar. Kemeriahan semakin bertambah ketika keluarga Ahmad Dhani ‘Dewa’ ikut nimbrung dalam acara ini.

Kalau anda penasaran dengan kegiatan yang dilakukan oleh Kandank Jurank Doank, jangan sungkan untuk mampir bersama keluarga. Tempatnya bebas untuk umum. Dan setiap hari Minggunya dikDOANK selalu mengusahakan ada bintang tamu yang ikut mengajar anak-anak disana :)

Info Kandank Jurank Doank bisa anda dapatkan dengan email ke info@tunascendekia.org atau telephone 0813 1939 2773.

Wijaya

Semangat [solid] yang sudah mulai banyak dirasakan oleh orang-orang ini tidak terlepas dari usaha para sahabat solidaritas yang sudah banyak membantu. Mulai dari yang paling sederhana seperti mendoakan, mengirim sms/email, sampai dengan mereka yang turun tangan mengajak langsung orang lain untuk menjadi bagian dari kebersamaan dengan membeli gelang [solid]. Apapun usaha yang mereka lakukan, sangat…sangat membantu YTC :)

Satu dari sekian banyak sahabat yang kita temui hari ini adalah Ade Mulyani.
adeBANTU

Kami temui Ade di Wijaya Karnaval 2005 diantara keramaian stan-stan yang berderet di daerah Wijaya, Jakarta. Dengan semangat plus senyuman, dia menawarkan dan menjual langsung kepada orang-orang yang lewat gelang [solid].

Masih banyak lagi sahabat yang kita tidak bisa sebutkan satu per satu namanya, yang sudah berusaha semampu mereka mengobarkan semangat [solid]. Atas kebaikan sahabat kami tidak pernah berhenti bersyukur. Terima kasih!

Tolong hubungi kami via info@tunascendekia.org atau 0813 1939 2773 jika ingin membantu YTC menjual gelang [solid] di daerah sekitar anda. Baik sekitar keluarga, teman atau teman kantor. Mari kita ajak mereka yang belum tahu.

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

72.360!

gelang yang terjual sampai 12 Oktober'17
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Solidaritas Kebersamaan - Semakin banyak yang peduli. Semakin banyak yang terbantu

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia