Selesai. Pembangunan PLTMH Waruwue, Sulawesi Selatan.

Laporan telah masuk. Agus Helmi menjadi perwakilan kita melakukan kunjungan terakhir dari seluruh rangkaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Kampung Waruwue, Desa harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Niat kita sederhana. Sebuah desa yang berlokasi sekitar empat jam dari kota Makassar. Salah satu dari ribuan desa yang belum cukup beruntung karena tidak masuknya aliran listrik ke wilayah mereka. Dengan bantuan tekhnologi sederhana yang mengambil dari kekuatan air sungai, kita mencoba membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro untuk bisa mewujudkan listrik masuk desa mereka.

Komponen PLTMH

Program ini merupakan kemitraan kita dengan Harianto Albarr dari Indonesia Terang Community. Tertarik melihat perkembangan dari awal program ini? Silahkan klik link berikut untuk melihat program dari awal survey, tahap pertama pengerjaan, tahap kedua, sampai dengan tes turbin.

Dan berikut adalah kondisi terakhir dari tuntasnya pembangunan semua komponen PLTHM, yang ditandai dengan berdirinya tiang-tiang yang menyangga kabel listrik yang membawa aliran listrik menuju dan menerangi rumah-rumah di Desa Harapan.

bak penampung
Bak Penenang yang mengaliri air menuju kebawah.

rumah pembangkit
Rumah pembangkit.

harianto, tim dan warga setempat
Mesin turbin yang menjadi pembangkit listrik utama.

kabel listrik
Kable listrik yang ditarik menuju ke rumah-rumah penduduk.

aliran listrik
Sampailah aliran listrik di dalam rumah-rumah.

Berikut secara ringkas Agus Helmi memberikan laporan terakhir dari hasil kunjungannya.

“Total kapasitas aliran listrik telah ditingkatkan dari semula 5 Kwh menjadi 7.5Kwh. Jumlah rumah yang mendapat aliran listik dari semula 27 rumah, ditambah 5 yang akan segara mendapatkan listrik. Dalam prakteknya, telah ada peralihan tanggung jawab operasional kepada warga setempat untuk dapat mengurus secara swadaya (termasuk sistem pembayaran/iuran sebagai kompensasi biaya operasional). Lokasi alat pembangkit listrik berubah tempat (berjarak kurang lebih 30m dari titik semula yang ditetapkan pada kunjungan awal). Namun sesuai dengan penjelasan Hari, perubahan tersebut lebih didasarkan pada pertimbangan agar aliran air dapat lebih maksimal.

Seluruh rumah yang mendapat jatah listrik telah dipasangi perlengkapan standard (kabel, switch on/off) pada masing-masing rumah dan cukup untuk menerima listrik untuk keperluan sehari-hari selama 24 jam non-stop. Kapasitas yang dapat diterima mampu untuk penerangan, TV dan kulkas. Untuk menjaga beban listrik yang masuk kedalam setiap rumah, saat ini tim masih menunggu alat dari Bandung yang dalam waktu 10 hari kedepan akan datang. Hal ini untuk menjaga agar beban listrik yang masuk ke setiap rumah dapat terkendali. Selebihnya tidak hal-hal lain yang memperlihatkan kekurangan yang berarti dari keseluruhan program. Bisa dikatakan program berjalan dengan baik berkat kerjasama Harianto dan tim dengan masyarakat setempat.”

Terima kasih sekali lagi atas kepercayaan, dukungan dan donasi yang telah anda berikan untuk membantu program-program Yayasan Tunas Cendekia. Berkat dukungan anda, satu desa telah kita bantu bersama untuk bisa menikmati aliran listrik. Salut!

Tidak ketinggalan tentunya untuk tim Indonesia Terang Community yang dikoordinasi oleh Harianto Albarr atas segala dukungan kerjasamanya di lapangan. Semoga kebersamaan ini bisa terus berjalan untuk bisa membuat terang desa-desa selanjutnya. Luar biasa!

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

72.360!

gelang yang terjual sampai 12 Oktober'17
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Solidaritas Kebersamaan - Semakin banyak yang peduli. Semakin banyak yang terbantu

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia