Dahsyat nih. Gelang solidaritasKEBERSAMAAN akan muncul secara resmi di luar negeri melalui teman-teman BIG REDS. Hari Kamis 17 Maret ini saksikan Football Crazy di ESPN. Jam 18.00-19.00 WIB. Andhika dan temans akan live dari Singapura memakai solidaritasKEBERSAMAAN.
Terima kasih untuk teman-teman di radio Female dan Delta. Sudah mau memberitakan kampanye gelang peduli anak kepada para pendengarnya. Terima kasih buat Anto yang sudah kontak dan langsung jualin ke teman-teman Female di kantor. Putri untuk sudah mau pakai pertama kali. Leta dan team yang langsung wawancara Kak Seto seputar kampanye ini. Erika dan Lula di Delta, terima kasih ya sudah mau kontak dan mau menampung pemesanan gelang. Tenang, hari ini spesial kita drop gelang-gelangnya kesana.
Sudah banyak yang bantu selama dua minggu pertama kampanye. Tapi berhubung situsnya baru lahir tanggal 9 Maret jadi sayang sekali tidak bisa masuk pemberitaan. Wah siapa lagi ya sudah bantu memberitakan gelang peduli anak? tolong email mail@tunascendekia.org, senang sekali kalau bisa memberitakannya di situs ini.
Dunia sudah terlalu penuh dengan emosi tingkat tinggi. Mungkin sadar atau tidak hampir setiap hari kita pasti melihat atau bahkan mengalaminya. Mulai perjalanan dari rumah ke kantor, sampai malamnya pulang ke rumah. Sebenarnya apa yang terjadi dengan masyarakat kita ini?
Apakah ini merupakan efek parahnya polusi yang diam-diam telah mempengaruhi otak. Atau sekedar konsekuensi menjalani hidup untuk mengejar sesuatu yang selalu tidak pernah terpuaskan. Lebih bahaya lagi, seringkali emosi yang keluar ini tanpa sadar dilihat oleh anak-anak kita sendiri! Dikit-dikit main emosi. Dikit-dikit semua nama di kebun binatang diucapkan. Susah juga nahan diri kalau bukan bulan puasa.
Setelah hari ini baca kolom Bing! All The Rage di FORTUNE, cukup sepakat dengan komentar Stanley Bing di akhir kolom yang mengatakan,”What in the world are we becoming, ladies and gentlemen? And isn’t there something we can do to stem the ride? Can’t we all join hands right now and agree not to be such a bunch of big @$#*&% jerks?.”
Hari ini di KOMPAS halaman 22 ada foto dua pemain basket yang sedang berlaga di turnamen IBL. Walaupun keduanya membela dua klub yang berbeda (Aspac melawan Satria Muda). Lihat lebih teliti di pergelangan tangan kiri masing-masing pebasket. Yup, setelah kita konfirmasi ke Agus Mauro selaku direktur IBL, mereka pakai gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Salut IBL!
Di lapangan boleh kita beda tim . Tapi kepedulian tetap satu. Anak-anak Indonesia.
Gelang Peduli Anak Indonesia diberitakan dalam Apa & Siapa majalah GATRA edisi 19 Maret 2005. Terima kasih GATRA dan Pak Menhan! Walaupun ada sedikit ralat dari kami. Di informasikan kalau Yayasan Tunas Cendekia pimpinan Pak Seto Mulyadi. Sebenarnya kami ingin sekali mengajak Pak Seto menjadi bagian dari yayasan ini, namun harus ditahan dulu karena kesibukannya yang luar biasa pada dua yayasan yang didirikannya, Mutiara Indonesia dan Nakula-Sadewa.
Tapi kami dengan bangga masih bisa mengatakan bahwa Pak Seto merupakan duta bagi Kampanye Gelang Peduli Anak Indonesia sekaligus mitra kami dalam kedudukannya sebagai Ketua Komnas Perlindungan Anak.
13 bukan hari sial, buktinya? Press release kita dimuat di detikcom. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungannya! Mudah-mudahan bisa diikuti oleh rekan-rekan media yang lain 🙂