Jagalah Hati

“It is estimated that 130 million non-smoking Chinese, three million British and 40 per cent of French employees are exposed to second-hand smoke in the workplace and 700 million children almost half of all children worldwide live in a home of a smoker, constituting a substantial public health threat”.

Kutipan diatas saya ambil dari World Heart Federation. Kenapa tiba-tiba bicara soal kesehatan? Ceritanya begini. Beberapa waktu lalu saya dihubungi oleh seorang Ibu yang bernama Ria Basuki. Singkat cerita. Ibu Ria ternyata merupakan pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI). Dijamin yang rajin mengikuti kegiatan YJI pasti tahu siapa dia. Soalnya Ibu Ria ini bisa dikatakan selalu menjadi motor acara penggalangan dana dari YJI.

Ternyata setelah melihat kampanye Tunas Cendekia, YJI ingin melakukan hal sama dalam hal pencarian dana dengan menggunakan gelang kepedulian. Tentunya saya dan istri senang sekali bisa membantu. Kenyataannya masih banyak anak-anak tidak mampu yang mengidap penyakit jantung yang membutuhkan dana operasi.

Bisa jadi sudah ada donatur yang memberikan bantuan untuk biaya operasi, namun yang tidak kalah pentingnya adalah biaya pasca operasi. Ini juga membutuhkan biaya yang tidak murah. Banyak dari para pasien yang tidak berhasil di tahap pasca operasi karena kekurangan dana.

Mendengar dan melihat fakta yang ada, kasihan sekali anak-anak ini. Belum masalah spp sekolah terlunasi, masih ditambah mendapat cobaan terkena penyakit jantung. Mudah-mudahan nanti kalau ada gelang kepeduliannya, hasil dari donasi yng terkumpul bisa membantu satu dua anak yang paling membutuhkan. Paling tidak mereka sudah bisa sedikit tersenyum untuk bersekolah dengan badan yang sehat.

Jangan salah. Jika tidak hati-hati dengan lingkungan sekitar, anak-anak kita yang masih sehat sangat berpotensi terkena penyakit jantung akibat gaya hidup yang tidak seimbang. Wah Jangan-jangan diri sendiri juga sudah mulai terkena efek-efeknya. Saatnya olahraga lagi nih. Angkat barbel 10 kg dulu..satu…dua…tiga..waduh stop..stop. Tangan keram! Lupa pemanasan.

Pengumuman

Bagi anda yang melakukan fax pada hari Selasa ini tanggal 17 May dengan keterangan/tulisan terakhir di kertas fax anda bertuliskan:

“Semakin Banyak yg Pake. Semakin Banyak Juga yang Ditolong…” (tulis tangan, memakai spidol hitam)

Mohon melakukan fax ulang ke 021 75910235. karena hanya tulisan terakhir tersebut yang bisa terbaca oleh kami. Selebihnya tidak jelas. Terima kasih atas perhatiannya.

Langsung Habis Lagi?

Sabtu kemarin stok gelang akhirnya sampai juga dari produksi. Lumayan sekitar 2000, langsung kita kebut untuk di-staples dan siap dijual. Siangnya drop gelang ke masing-masing mitra penjual. Dan setelah itu kita umumkan di situs kalau stok telah tersedia.

Sabtu malam email pesanan mulai berdatangan. Minggu semakin menjadi-jadi. Puncaknya di Senin pagi. Koq jadi banyak ya?

Nah sekarang kenapa stok gelangnya sudah habis untuk minggu ini? kemana saja gelang tadi?

Sebagai gambaran. Apa yang kita lakukan adalah seperti ini; setiap pekan dari 2000 gelang yang sudah selesai dipersiapkan, kita sisihkan beberapa untuk mitra penjual. Sekali seminggu kita drop sampai dengan 400 gelang di masing-masing tempat. Sisanya kita siapkan untuk para pemesan yang masuk via situs.

Dari email pertama dan berikutnya yang masuk kami catat dan sesuaikan dengan jumlah gelang yang ada untuk minggu ini. Sehingga semakin banyak yang masuk, semakin banyak gelang yang keluar untuk dikirim.

Mudah-mudahan bertahan untuk dua minggu kedepan stok 2000 ini, ternyata..ternyata hanya bertahan sampai senin pagi! Salut bagi sahabat solidaritas yang ternyata sudah mengincar lama gelang [solid]. Terutama yang hari Sabtu sudah langsung email ketika baru diumumkan ketersediaan stok di situs.

Tapi mohon maaf sebesar-besarnya bagi yang belum kebagian. Pekan depan, jika sudah selesai gelangnya akan kita segera umumkan agar anda bisa ikut menjadi bagian dari kepedulian bangsa Indonesia.

Satu lagi. Banyak yang menanyakan kenapa lama sekali emailnya dibalas? Harap maklum.Karena banyaknya email yang masuk dan berhubung saya dan istri juga harus menyisihkan tenaga lain untuk mengarungi kehidupan. Dua tenaga ini akan berusaha semaksimal mungkin melayani kepedulian sahabat. Yup, cuma kita berdua yang bertugas dalam pemesanan dan penjualan. Yudhis & Brenda siap melayani anda :) Terima kasih atas pengertiannya.

Mitra Senopati

Mohon maaf atas permintaan pihak Galeri Plakat Paradisj, kami tidak bisa lagi menyediakan gelang solidaritasKEBERSAMAAN di Bakoel Koffie Senopati. Harap maklum.

Kebaikan Untuk Semua

Ada dua persoalan urgen yang sedang dialami dan sampai sekarang belum ditemukan obat yang paling pas diterapkan pada bangsa Indonesia. Kemiskinan dan Kebodohan. Pernyataan tersebut dikemukankan Albert Lo dari Toymaster, yang saya kutip dari tulisan Widi Yarmanto di Gatra.

Jangan panik atau malas dulu memikirkan. Paling tidak dengan membaca terus tulisan ini masih ada sedikit keinginan untuk memperbaiki. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana meyakinkan sesama bangsa, atau paling tidak orang terdekat. Walaupun terlihat masalah semakin kompleks dan terlalu besar untuk ditanggullangi, kita masih punya secercah harapan untuk bisa merubah keadaan.

Bayangkan satu pertandingan sepak bola atau bulu tangkis. Dimana salah satu bagian yang sangat tidak diunggulkan tiba-tiba mendapat angin. Akhirnya berhasil membalik keadaan memenangkan pertarungan. Sudah banyak kita melihat secara langsung maupun di televisi kejadian ini di depan mata.

Tanamkanlah semangat pantang menyerah dalam diri dan anak-anak kita. Yakinlah suatu saat akan ada satu angin yang akan menjadi satu kekuatan dahsyat yang akan membawa bangsa ini, secara perlahan-lahan, keluar dari kebodohan dan kemiskinan.

Persiapkan mental untuk setidaknya lakukan hal-hal sederhana yang sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari jiwa kita. Lakukan kebaikan. Lakukan terhadap siapa aja. Albert mengatakan Tuhan menciptakan kebaikan itu universal. Kalau manusia sudah mulai terkotak-kotak, maka kebaikan yang diwujudkan pasti berpamrih. Kebaikan yang anda lakukan mudah-mudahan bisa menulari keluarga dan teman-teman disekitar.

Dari kebaikan satu dua orang lama-lama menjadi kebaikan kolektif yang melahirkan suatu angin kekuatan pemberantas kemiskinan dan kebodohan.

Ingat, kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan menolong kita nanti, siapa yang akan mengajak anak-anak kita nanti bekerja, siapa yang akan menjadi dokter bagi istri atau suami kita atau siapa yang akan menjadi orang tidak dikenal yang sudah membantu cucu kita terhindar dari kecelakaan…

Wah Bagaimana Nih?

Ada apa dengan orang-orang ini? Beruntung punya teman satu kompleks, Ardhi, yang bekerja di Dirjen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Satu badan yang mengurus permasalahan hak cipta, hak merek dan teman-temannya. Karena begini ceritanya, sudah sebulan saya mengurus slogan solidaritasKEBERSAMAAN untuk bisa didaftarkan sebagai salah satu hak kekayaan intelektual. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk mencegah pembajakan.

Jika kita sudah punya dasar hukum yang kuat, enak bertindak kalau ada oknum-oknum yang sengaja mengambil keuntungan menggunakan slogan solidaritasKEBERSAMAAN untuk kepentingannya sendiri.

Ini sudah kedua kalinya semenjak saya mendaftarkan [solid] ada oknum yang ingin mendaftarkan slogan yang sama atas nama mereka. Terakhir, hari ini. Ardhi melaporkan tadi siang ada orang yang bawa gelang [solid] dan ingin mendaftarkan gelang tersebut sebagai salah satu hak ciptanya. Wah niat sekali orang-orang ini ya?

Ada satu lagi yang buat penasaran. Christo tadi sore telephone. Dia kemarin malam di TV lihat pertandingan bulu tangkis Piala Sudirman. Disana ada Taufik Hidayat yang sedang bertanding. Dan ditangannya ternyata ada gelang merah. Gelang [solid]? Wah saya sendiri tidak pasti. Ada yang tahu?
Taufik Hidayat
Foto dipinjam dari Reuters/Claro Cortes IV

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

72.360!

gelang yang terjual sampai 12 Oktober'17
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia