Nantikan perkembangan selanjutnya melalui situs ini. Terima kasih tentunya bagi tim di lapangan dan untuk dukungan serta donasi yang telah anda berikan untuk program-program Yayasan Tunas Cendekia. Salut!
Alhamdullilah. Selesai sudah pembangunan pengembangan ruang sekolah SMP Al Bayyan, Garut. Setelah sempat tertunda akibat adanya pembangunan jalan di wilayah sekolah, sehingga para masyarakat harus berbagi tugas dengan pembangunan ruang sekolah. Bangunan tersebut diperuntukan untuk ruang komputer sekaligus ruang guru.
Berikut kondisi pada awal Oktober yang lalu:
Keberadaan sekolah ini memang diperuntukan untuk menampung kebutuhan adanya SMP bagi mereka yang berada di sekitar kampung Cidangan yang lokasinya 12 KM dari kota Garut mengarah kaki gunung Cikuray. Sekolah digerakan oleh masyarakat setempat yang bekerjasama dengan para aktivis petani setempat yang peduli dengan kondisi pendidikan anak-anak di sekitar wilayah Garut.
Kondisi saat ini:
Terima kasih kepada Devi Gradini dan seluruh keluarga besar Sosijak yang sudah ikut andil dalam pengumpulan dana untuk memulai pembangunan ini. Begitu pula kepada Belinda Rosalina, Lisa Maria Piri dan Ruby Soemadipradja, yang memberikan dukungannya agar pembangunan bisa tuntas selesai dengan berbagai tantangannya. Salut!
Tertarik membantu lebih jauh sekolah ini? Silahkan mengunjungi lokasi dengan informasi yang ada diatas atau kontak info@tunascendekia.org
Terima kasih sekali lagi atas segala dukungan yang telah anda berikan untuk program-program yang dijalankan oleh kami. Semoga apa yang kita perbuat saat ini bisa memberikan perubahan yang baik bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Program ini sangat sederhana. Kampung Waruwue termasuk salah satu dari 15ribu wilayah di kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang masih belum dialiri listrik. Tujuan kami membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro sederhana, agar aliran sungai bisa mendatangkan listrik secara permanen ke wilayah ini.
Lokasi pembangunan PLTMH ini tepatnya di Kampung Waruwue, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Setelah pengerjaan tahap pertama. Laporan perkembangan tahap kedua sudah diberikan oleh Harianto. Beliau adalah mitra yang bertanggungjawab di lapangan. Tahun 2012 Harianto berhasil membantu daerah tempat lahirnya yang berada di Desa Bacubacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Lulusan Kimia UNM ini mengembangkan pembangkit listrik mikrohidro yang akhirnya bisa dinikmati 422 kepala keluarga. Melalui Harianto ini juga pemilihan lokasi Kampung Waruwue akhirnya disetujui, karena letaknya bertetangga dengan Desa Bacubacu.
Tahap kedua sudah menghasilkan beberapa pencapaian. Dari sisi pembangunan sipil seperti pembangunan bendungan, kolam penenang sudah mencapai 100%. Sedangkan pipa pesat dari rumah instalasi sudah mencapai 75%. Sementara pada sisi pembuatan turbin dan generator sudah selesai dilakukan. Pemasangannya masih mencapai tahap 50%.
Selanjutnya kita akan maju dalam tahap pemasangan tiang listrik, kabel induk dan instalasi listrik di rumah-rumah warga. Doakan semoga semua proses bisa berjalan dengan lancar ya. Dan tentunya terima kasih sekali lagi atas segala donasi dan dukungan yang selama ini telah anda berikan untuk program-program kami. Salut!
Kelanjutan pembangunan ruang sekolah SMP Al Bayyan. July 2015 dimulainya pembangunan. Dodi Rachmat Widodo, mewakili Yayasan Tunas Cendekia, sudah melakukan visitasi minggu lalu untuk mengetahui perkembangan terakhir pembangunan. Ini merupakan pengembangan kedua yang dilakukan, setelah Januari 2015 kita berhasil mendirikan satu ruang kelas..
Keberadaan sekolah ini memang diperuntukan untuk menampung kebutuhan adanya SMP bagi mereka yang berada di sekitar kampung Cidangan yang lokasinya 12 KM dari kota Garut mengarah kaki gunung Cikuray. Sekolah digerakan oleh masyarakat setempat yang bekerjasama dengan para aktivis petani setempat yang peduli dengan kondisi pendidikan anak-anak di sekitar wilayah Garut.
Visitasi yang dilakukan Dodi untuk memeriksa rencana penyelesain yang lewat dari tenggat waktu yang ditentukan. Seharusnya September kemarin diperkirakan sudah selesai. Setelah di kroscek di lapangan, keterlambatan akibat pada waktu yang sama ada pengaspalan jalan yang menuju sekolah tersebut. Keterbatasan pekerja yang bisa membantu, membuat para pekerja harus berbagi waktu antara pengerjaan sekolah dan pengaspalan.
Namun selain hambatan tadi, sepertinya pada bulan Oktober ini semua penyelesain akhir akan bisa terlaksana. Jalanan sendiri sudah selesai pengaspalannya. Jadi yang tadinya tidak bisa menggunakan kendaraan sedan ke lokasi, sekarang sudah tidak ada kendala lagi.
Sebelah kanan foto diatas adalah hasil pembangunan pertama. Ditengah terdapat saung baca. Nah yang sebelah kiri foto inilah ruang kedua yang sedang dikerjakan.
Tampak depan dari ruang kedua yang sedang dibangun.
Dodi bersama pengurus dan komite sekolah sekaligus perwakilan masyarakat setempat.
Suasana didalam ruang kelas.
Nantikan kelanjutan laporan terakhir setelah selesainya semua pembangunan untuk ruang kedua di SMP Al Bayyan. Kita doakan semoga tidak kendala yang berarti.
Terima kasih sekali lagi atas segala kepedulian dan donasi yang telah diberikan oleh para sahabat solidaritas untuk keberlangsungan program-program kami. Terima kasih juga untuk para mitra di lokasi yang sudah bahu membahu bersama pihak sekolah dan masyarakat untuk mewujudkan program. Semoga apa yang kita lakukan bersama akan membawa perubahan baik bagi mereka yang terbantu dan kita semua. Amin.
Laporan Harianto sudah masuk dan selesai diperiksa seputar pembangunan tahap awal Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro sederhana. Tepatnya di Kampung Waruwue, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Pembangunan tahap pertama telah dimulai.
Porgram ini merupakan program perdana kami dalam upaya menyediakan listrik bagi kampung Waruwue yang sampai saat ini termasuk wilayah yang belum terjamah oleh listrik. Kemitraan program ini dibantu oleh Harianto. Tahun 2012 Harianto berhasil membantu daerah tempat lahirnya yang berada di Desa Bacubacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Lulusan Kimia UNM ini mengembangkan pembangkit listrik mikrohidro yang akhirnya bisa dinikmati 422 kepala keluarga. Melalui Harianto ini juga pemilihan lokasi Kampung Waruwue akhirnya disetujui, karena letaknya bertetangga dengan Desa Bacubacu.
Awal pembangun adalah bagian atas yaitu Dam/Bendungan Pengalih serta Intake. Menyusul pembuatan Bak Pengendap, Saluran Pembawa serta Bak Penenang. Segala sesuatu sepertinya berjalan sesuai rencana. Pengucuran dana untuk tahap kedua sudah dilakukan setelah pemeriksaan laporan tahap pertama kemarin sudah selesai.
Kita harapkan pada tahap kedua semua akan berjalan lancar, tidak kendala yang berarti. Nantikan laporan tahap keduanya melalui situs ini.
Jika anda tertarik dengan program ini, ingin membantu atau tahu lebih jauh, silahkan kontak info@tunascendekia.org
15 ribu desa yang tersebar di kabupaten/kota seluruh Indonesia saat ini masih ada yang belum bisa menikmati aliran listrik di wilayahnya. Ya, sayangnya ,asih ada desa yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler dan tanpa listrik dari PLN. Hanya ada mesin diesel yang digunakan untuk menghidupkan listrik pada jam-jam tertentu, biasanya setiap malam dari jam enam sampai tujuh.
Berbagai program listrik masuk desa sudah dilakukan oleh berbagai instansi terkait. Namun seiring bergonta ganti pemerintah ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa menikmati listrik.
Selagi ada upaya, tenaga dan dukungan, tidak ada salahnya kita mencoba untuk melaksanakan program listrik masuk desa. Target program perdana listrik masuk desa adalah Kampung Waruwue, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Waktu tempuh sekitar 4-5 jam dari kota Makassar, desa ini menjadi salah satu wilayah yang masih belum terbantukan aliran listrik. Kita akan mencoba membantu desa ini dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga MikroHidro.
Menjadi mitra dalam pelaksanaan program ini adalah Harianto Albar. Tahun 2012 Harianto berhasil membantu tempat lahirnya yang berada di Desa Bacubacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Lulusan Kimia UNM ini mengembangkan pembangkit listrik mikrohidro yang akhirnya bisa dinikmati 422 kepala keluarga. Melalui Harianto ini juga pemilihan lokasi Kampung Waruwue akhirnya disetujui, karena letaknya bertetangga dengan Desa Bacubacu.
Pihak kita telah mengirim Agus Helmi sebagai perwakilan Yayasan Tunas Cendekia untuk melakukan visitasi ke lokasi langsung ditemani oleh Harianto. Setelah melihat kondisi, bertemu dengan masyarakat serta berunding metode dan skema yang tepat untuk melakukan program bantuan ini, akhirnya dana tahap pertama sudah bisa dicairkan akhir bulan Agustus ini.
Kita akan tunggu perkembangan dari pembangunan tahap pertama dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro ini. Doakan agar semua bisa berjalan dengan lancar. Berhubung ini merupakan program perdana, segala kekurangan yang terjadi di lapangan akan langsung menjadi bahan pertimbangan untuk bisa melanjutkan pembangunan pembangkit tersebut. Harianto akan segera memberikan laporan perkembangannya di bulan depan.
Terima kasih atas dukungan yang telah anda berikan untuk program-program Yayasan Tunas Cendekia. Salut!




















