Ditulis pada: 11 October 2006
- oleh: Yudhis
Terima kasih untuk Virna Parera Bolang beserta Junior Community Citos, atas kerjasamanya menyalurkan bantuan buku dan mainan layak pakai. Bertempat di Kampung Pulo-Tridarma, Pondok Labu, Jakarta, tanggal 1 Oktober kemarin mereka melakukan penyaluran bantuan. Bantuan dari [solid] merupakan hasil dukungan dari FHUI yang diberikan kepada kami 25 September yang lalu.

Inilah salah satu peran yang coba kami lakukan melalui kampanye [solid]. Mencoba mempertemukan mereka yang ingin membantu dan menyumbang. Dengan mereka yang sedang membutuhkan bantuan. Asalkan semua dalam bentuk bantuan pendidikan dan bertujuan membantu anak-anak, kami usahakan menjadi penyambung tali kepedulian ini. Yah seperti yang dikatakan Arie Dagienkz ketika tadi siang bertemu, makelar bantuan dalam arti positif 😀
Bagaimana puasanya sahabat? semoga lancar dan terkendali. Salam kebersamaan!
Ditulis pada: 04 October 2006
- oleh: Yudhis
Mempercayakan perubahan melalui kata-kata. Kalimat yang akan anda lihat jika mengunjungi blog-nya Rony. Terkadang perubahan akan terlihat sedikit beda ketika kata-kata tersebut itu bisa diwujudkan dalam satu tindakan. Tindakan yang tidak harus besar dan memakan waktu. Tindakan yang dilakukan sesuai dengan tingkat kemampuan dan kenyamanan dari setiap orang yang melakukannya.
Tindakan yang tentunya akan mengubah sedikit banyak nasib anak-anak Indonesia yang membutuhkan.
[solid] sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Rony yang bersedia melakukan apa yang baru saya sebutkan diatas. Bersama beberapa rekannya. Berawal dari 12 September ketika dia melakukan penelusuran sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sampai dengan kemarin. Bantuan sejumlah 420 buku-buku pelajaran dan sejumlah alat-alat olahraga telah tersalurkan di SD Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul.
Semua dilakukan tanpa ada rasa paksaan dan membebankan waktu serta tenaga dari Rony dan rekan-rekannya. Salut sahabat =D>
SD Soka merupakan satu dari masih banyak sekolah yang lambat tersentuh oleh roda rehabilitasi pasca gempa. Persoalan rehabilitasi memang merupakan masalah yang kompleks. Kita sadar hal membutuhkan perhitungan yang tepat, karena banyak donasi masyarakat yang akan keluar dengan pengerjaaannya. Terkadang kehati-hatian ini yang membuat tertundanya proses berjalan.

Sambil berharap pemerintah dapat menyelesaikan dan memulai proses tersebut. Mari sahabat, sebagai bagian dari masyarakat kita berusaha membantu dengan hal-hal kecil berarti seperti pengadaan buku dan alat kelengkapan belajar mengajar yang pastinya amat dibutuhkan. Kecil namun berarti.
Sekali lagi penyaluran bantuan ini tidak terlepas dari bantuan anda yang masih setia memberikan donasinya. Anda yang membantu melalui bisnisnya seperti Harry melalui Ahad Mart-nya. Sam Sofyan dan Ade di Makassar melalui MMC Shop. Sampai dengan para sahabat yang tergabung dalam komunitas FUPEI. Atas kebaikan anda, anak-anak Indonesia mengucapkan banyak terima kasih 🙂
Tentunya senang sekali jika anda memutuskan untuk turut serta membantu bersama mereka dan kami. Mari lakukan perubahan…
Update laporan dari blog-nya Rony.
Ditulis pada: 30 September 2006
- oleh: Yudhis
Penyaluran bantuan dalam rangka rehabilitasi dan pendampingan pasca gempa di wilayah Yogya dan sekitarnya terus coba kami lakukan. Hal ini mengingat masih banyaknya kenyataan di lapangan yang memperlihatkan anak-anak ini masih membutuhkan bantuan, terutama ketika fokus masyarakat yang membantu mulai berkurang.
Selama seminggu ini kegiatan pendampingan anak-anak di Dusun Peden, Magelang, bersama komunitas Rumah Pelangi telah dimulai. Program yang dinamakan Kumpule Balung Pisah ini dikoordinir oleh Gunawan di lokasi dan telah mengirimkan laporan melalui dua email.
Email pertama menginformasikan persiapan dan pelaksanaan awal program yang diceritakan Gunawan berikut;
Hari minggu kemarin, tanggal 24 September 2006 bisa dianggap merupakan
kegiatan pertama KUMPULE BALUNG PISAH. Pada saat yang bersamaan hari itu
adalah hari pertama puasa. Gunawan, Kundori, Aris, dan Nilam sudah sampai di dusun
Peden untuk melakukan aktivitas dengan anak-anak di dusun tersebut.
Seperti biasanya, tempat berkumpul adalah Masjid Yusuf. Hal itu dikarenakan
tempat tersebut cukup lapang untuk melakukan aktivitas dan juga lumayan
teduh.
Setelah beberapa menit menunggu dan diumumkan melalui pengeras suara masjid,
anak-anak mulai berdatangan. Kegiatan hari itu adalah menggambar tangan
mereka masing-masing dan diberi warna sesuai keinginan mereka. Setelah
itu di ujung masing-masing jari diberikan tulisan teman-teman yang selama
ini dianggap sahabat. Juga di sisi kertas yang lain anak-anak menuliskan
kegunaan tangan dan keburukan yang selama ini dilakukan dengan menggunakan
tangan.
Pada akhir acara anak-anak disuruh mempresentasikan karya masing-masing,
mengapa mereka memilih 5 orang kawan yang ditulis di ujung jari,
serta berdiskusi ringan tentang tangan yang baik dan buruk.
Setelah kegiatan tersebut selesai, dipinjamkan 30 buku Iqro yang
dibeli melalui hibah dari Tunas Cendekia. Mereka dibimbing oleh rekan-rekan
remaja Dusun Peden yang membantu saat itu.
Kabar selanjutnya melalui email dikirim kemarin, dengan beritanya;
Hari kamis kemarin (mestinya Rabu, tapi karena Selasa dan Rabu kita
terlibat pengiriman logistik gempa ke dusun Peden juga sampai tengah malam)
bersamaan dengan kegiatan TPA teman-teman kecil yang berkumpul disuruh
bercerita tentang anggota keluarganya. Cerita-cerita yang berlangsung sangat
menarik hati dan kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Namun karena
waktu yang berimpitan dengan kegiatan TPA tulisan tersebut diteruskan di
rumah masing-masing dan hari Minggu akan dikumpulkan.
Seperti yang anda lihat kami masih belum bisa memberikan laporan foto dari kegiatan pendampingan ini. Semoga di laporan selanjutnya sudah bisa menghadirkan foto-foto tersebut di situs ini. Informasi seputar program ini bisa langsung anda kontak Gunawan Julianto di 0293 587 992 atau 0818 0272 3030
Ditulis pada: 08 September 2006
- oleh: Yudhis
Men sana in corpore sano. Kalau tubuhnya tidak sehat bagaimana jiwa ini bisa berkembang. Memang tidak salah kalau sejak pertama mengenal guru olahraga, kita langsung diperkenalkan dengan ungkapan tersebut. Buktinya bisa dilihat kalau saat ini kita sadar ketika melihat ke bawah sejenak, perut secara perlahan dan pasti mulai menutupi pandangan kita kearah dua kaki dibawah 😀 Ditambah sering kurang gairah dalam bekerja. Mungkinkah saatnya olahraga.
Pagi ini paling tidak anak-anak di SDN Palasari 03 di Desa Palasari Kecamatan Cijeruk, Bogor, memperlihatkan bahwa semangat mereka masih tinggi. Walaupun keadaan sekolah yang memprihatinkan. Tapi jika ada lapangan dan bola nganggur, dengan cepat dan kompak semua langsung bergerak!

Betapa senangnya mereka melihat bantuan berupa bola sepak, bola volley, kasti, tolak peluru dan cakram. Tidak kalah antusias dengan para muridnya, di foto anda bisa lihat sendiri sang guru olahraga yang nampaknya galak (jadi ingat Pak Jaja guru SD dulu) akhirnya bisa tersenyum melihat kegembiraan anak-anaknya.
Bantuan yang tidak seberapa tapi amat sangat bermanfaat inilah yang selalu [solid] coba lakukan. Tentunya semua bisa terwujud berkat bantuan anda, para sahabat solidaritas, yang selalu setia rutin memberikan donasi melalui kami. Berkat bantuan yang telah anda berikan, anak-anak di Desa Palasari ini bisa berbangga bahwa bola yang mereka gunakan tidak kalah dengan bola yang digunakan anak-anak kita di sekolah. Tahu sendiri rasanya ketika kita menggunakan bola yang benar-benar bagus 🙂
Kita harapkan bantuan alat olahraga ini akan menjadi penyeimbang mereka dalam menghadapi beban pelajaran yang lumayan berat dengan keadaan ekonomi seadanya di sekolah. Dengan badan sehat, mudah-mudahan jiwa anak-anak ini akan selalu bersih dalam bertindak.
Pemukul kasti: Rp.10.000,- Bola Sepak: Rp.75.000,- Wajah puas anak-anak Palasari berolahraga: Priceless.
Ditulis pada: 26 July 2006
- oleh: Yudhis
Laporan hasil penyaluran dan foto dari Ende, Flores, NTT sudah kami terima melalui email. Dokter yang sedang membantu di lokasi, dr. Arie Muliawan bertindak menjadi perwakilan [solid] dalam penyaluran kali ini. Bantuan berupa buku-buku pelajaran untuk SD Watunggere di kecamatan Detukeli diterima langsung oleh Kepala Sekolah Yohanes Lande.
Total ada 720 buku pelajaran yang disalurkan untuk dijadikan inventarisasi sekolah. Buku-buku yang ada diperuntukan bagi kelas 4, 5 dan 6. Dengan perincian mata pelajaran IPA, IPS, Matematika dan Bahasa Indonesia.

Tentunya terima kasih atas bantuan yang telah anda berikan kepada [solid] selama ini. Inilah salah satu hasil dari kepedulian yang telah kita tunjukkan bersama. Anak-anak di Watunggere ini sangat berterima kasih atas kebaikan hati anda. Terima kasih juga atas bantuan dari Heri dari penerbit Erlangga yang sudah membantu melancarakan pengiriman buku-buku tersebut.
Ditulis pada: 24 July 2006
- oleh: Yudhis
Bayangkan kalau anda tiba-tiba diberitahu akan mendapat meja dan kursi kerja baru di kantor? atau meja dan kursi makan baru untuk rumah anda? Terus terang untuk orang biasa seperti saya, mendapat kartu ucapan selamat saja sudah merupakan kebahagiaan yang luar biasa. Apalagi jika anda lihat cerita yang terjadi hari ini…
Bisa dibayangkan betapa bahagianya anak-anak SDN Pasir Tengah 01, Cijeruk, Bogor, ketika datang dua truk datang menepi yang isinya ternyata meja bangku untuk mengganti meja bangku lama milik mereka. Saking senangnya sampai-sampai semua anak ikut bantu dan menggotong meja bangku sampai ke kelasnya masing-masing.
Sekedar gambaran dari sekolah tersebut. Berikut adalah foto dari kondisi kelas dengan bangku meja belajar lama mereka.

Kegembiraan sambil ikut membawa bangku meja ‘baru’ mereka ke kelas 😀

Lihat dari bangku meja yang sudah lapuk dan rapuh. Sekarang sudah tergantikan dengan bangku meja yang kuat dari jati. Wow! bisa satu meja satu orang.

Tentunya semua ini tidak akan bisa terealisasi tanpa bantuan dari Lee dan Sekolah Lentera Kasih. Atas bantuan ini anak-anak dan para guru menitip ucapan terima kasih. Andaikan anda bisa melihat raut kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak-anak ketika mereka mencoba bangku meja tersebut. Kata mastercard, priceless…