Senin. Hujan.

Kalau digabung keduanya, dijamin macet jalanan! Inilah yang terjadi di Senin sore yang ceria.

Pagi ketemuan dengan Naning dan Ade di TC Square Kemang. Senang sekali bisa dibantu promosi dan jual gelang solidaritasKEBERSAMAAN kepada keluarga dan teman-teman mereka. Karena semenjak mereka pakai banyak yang pada nanyain dan ingin beli. Daripada…daripada lebih baik bawa yang banyak gelangnya untuk stok. Sayang untuk gelang ukuran besarnya lagi tunggu kiriman yang datang hari Senin depan. Jadi buat yang tunggu gelang besar dari Naning dan Ade, sabar sedikit ya. Minggu depan pasti ada lagi.

Bicara soal macet. Janjian dengan Lilis dari 1001buku di Scoops jam lima sore. Dengan tenang meluncur dari toko istri di Bintaro melalui Radio Dalam menuju Scoops. Tapi apa yang terjadi saudara-saudara? ternyata perjalanan ditempuh sampai hampir dua jam di RaDal. Belum lagi pas sampai diperempatan tidak boleh ke kanan! semua dibuang ke arah kiri Gandaria akibat macet total. Walah sudah lewat jam enam pula.

Menariknya justru disini. Takut Lilis nunggu kelamaan, di jalan Gandaria parkir mobil di tempat yang menjual semacam bubble tea (setelah Snappy, disamping tukang martabak). Biar enak nitip mobilnya, beli dulu bubble tea-nya. Baru cari ojeg motor. Nah, pas pesen ternyata mas yang jaga pakai gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Wah salut banget!

Dengan tukang ojeg ala Mike Doohan, sampailah di Scoops. Selain Lilis ternyata ada Nanda juga dari KKS Melati. Kalau ada yang ingin menyumbangkan tenaganya, bisa cek komunitas mereka. Seru-seru acaranya. Setelah saling tukar menukar informasi, kita janjian lagi lain waktu. Mudah-mudahan Tunas Cendekia bisa bantu dengan gelang merahnya, dukung kegiatan mereka yang akan datang.

Apa Sih?

Terima kasih bagi yang baru pertama kali buka situs ini. Bisa jadi bingung atau penasaran, belakangan ada satu dua saudara atau teman terlihat memakai gelang merah.

Tulisan ini hanya sekedar informasi sekilas bagi yang sama sekali belum tahu. Sekalian menyegarkan kembali ingatan bagi yang menulis dan yang sudah membeli gelang. Siapa tahu mau beli lagi 🙂

Gelang merah yang mulai malu-malu muncul terlihat ini merupakan gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Siapa yang memakai (tentunya dengan membeli terlebih dahulu), berarti sudah ikut membantu perbaikan pendidikan dan perlindungan bagi anak-anak Indonesia. Untuk tujuan inilah mengapa dijual gelang seharga @ Rp.10.000,-

Mengapa harus dengan memakai gelang? Mengapa tidak. Berbagai cara sudah dilakukan oleh banyak individu sampai perusahaan untuk membantu anak-anak Indonesia. Masih banyak cara yang bisa dilakukan, dan inilah salah satu caranya. Banyak sahabat solidaritasKEBERSAMAAN (sebutan untuk mereka yang pakai dan rajin membujuk orang untuk pakai) mengaku, dia sendiri tidak tahu kenapa akhirnya gelang ini dipakai terus. Awalnya memang sekedar ingin membantu dengan membeli. Namun ketika dia pakai dan orang sekitar mulai bertanya. Disinilah keajaiban kebersamaan mulai berbicara…

Setelah saudara atau teman tadi tahu untuk apa tujuan pembelian dan pemakaian gelang ini, satu per satu mulai salut. Kenapa saudara gw sampai mau pakai? Apa makna terdalam dari gelang ini sampai terus setiap hari menghiasi tangan teman gw? Secara tidak sadar sebenarnya si pemakai gelang sangat paham. Jawabannya cukup sederhana.

Dalam hati nurani setiap manusia, kita punya keinginan untuk bisa menolong sesama. Caranya berbeda-beda. Hasilnya juga beda-beda. Tapi untuk bisa mengajak saudara dan teman terkadang kita masih sering mengalami kesulitan. Walaupun untuk tujuan baik. Dengan adanya gelang ini bagi sebagian orang merupakan salah satu cara efektif untuk bisa menarik perhatian orang. Tanpa harus memaksa. Sekedar dengan memakai dan menjelaskan jika ditanya.

Selanjutnya? Keajaiban dari rasa kebersamaan akan muncul dengan sendirinya. Kebersamaan muncul karena, kita adalah bangsa Indonesia. Bangsa yang sebenarnya mempunyai akar kuat kebersamaan untuk menolong sesama. Gotong Royong, Berbeda Tapi Satu, slogan yang sejak kecil sudah menjadi ingatan terpendam dalam setiap orang. Bisa jadi karena berbagai macam kesibukan dan pengaruh membuat sebagian sedikit lupa dengan rasa kebersamaan tadi. Siapa tahu kekuatan kebersamaan yang dimunculkan secara pelan-pelan ini bisa menjadi sebuah permulaan yang baik bagi diri sendiri maupun bangsa.

Terima kasih sudah mau peduli.

Libur Panjang

Libur. Selamat menikmati istirahat panjang ini. Oh ya, selamat Paskah juga yang merayakan. Sebenarnya hari ini ingin ikut dengan beberapa teman ke Bogor, siapa tahu bisa menyebarkan gelang juga disana. Berhubung ada panggilan tugas keluarga yang tidak bisa digantikan, ditunda dulu deh.

Kemarin siang Kunti minta jatah lagi. Hebat sekali kau bu! Berhubung sedang urus konser Cake yang malamnya manggung, banyak orang produksinya yang ingin beli gelang. Malamnya ketemu dengan Myrna. Sahabat solidaritasKEBERSAMAAAN yang pakai gelang sejak Java Jazz kemarin. Ngomong2 soal Java Jazz, jadi ingat dua sahabat yang berjasa di awal perjuangan gelang. Sari Nila dan Dewi, mereka muncul di majalah PRESTIGE tuh. Keren Bu 🙂 Sori balik ke Myrna. Ketemuan karena, kebetulan dia terpilih sebagai salah satu eo untuk acara gathering milis Cosmopolitan Indonesia yang akan datang. Karena secara pribadi sudah tertarik banget dengan kegiatan yang membantu anak-anak, Myrna ingin gelang merah bisa berpartisipasi dalam acaranya. Mudah-mudahan nanti semua anggota milisnya bisa pakai ya bu.

Dilanjutkan pembahasan dan laporan perkembangan dengan teman-teman di Yayasan. Uang yang terkumpul dari hasil penjualan bulan pertama ini, kita sepakat untuk mewujudkannya dalam bentuk satu mobil. Nantinya mobil tersebut akan dimodifikasi sedemikian rupa dan akan berfungsi sebagai mobil perpustakaan keliling. Sempat bahas juga dengan Rifat. Dia kasih usul bagus. Beli saja bodi karoseri Metro Mini, kemudian dalamnya dimodifikasi. Ini akan menampung lebih besar lagi, baik dari sisi fasilitas maupun anak-anaknya nanti. Minggu depan akan coba lihat mana yang akan lebih maksimal dan bermanfaat. Ada yang bisa bantu soal ini?

Tembus 6000

Ya ampun sudah lewat angka 6000! Padahal baru sebulan lewat dikit. Terima kasih dan salut banget buat semua yang sudah mau beli gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Lebih salut lagi yang sampai sekarang masih mau terus pakai.

Awalnya dengan istri hanya mau menargetkan angka penjualan sekitar 2000, rasanya sudah bagus untuk dua bulan pertama. Realistis khan? mengingat belum adanya peluncuran kampanye ini secara resmi ke umum. Dan tanggapan media di awal bulan masih sunyi senyap. Untungnya ada beberapa media yang berani memperjuangkan suara kecil ini hingga terdengar atau terbaca oleh pendengar dan pembacanya.

Ternyata…ternyata banyak sekali orang-orang baik di Indonesia. Buktinya, dengan semangat juang 45 mereka ini selalu giat bantu kita. Mulai dari yang berani pakai walaupun tidak matching sama baju. Ada yang seru sendiri ajak keluarga dan teman-teman kantornya untuk beli dan pakai. Sampai mereka yang kebetulan ngobrol sambil tunggu photocopy selesai, eh akhirnya mau beli juga!

Hebatnya lagi apa. Saat ini hampir 60% pemesan, pembeli dan pemakai dari gelang solidaritasKEBERSAMAAN adalah mereka yang sudah menginjak usia produktif alias para eksekutif muda. Bisa jadi karena tersebarnya berita mengenai kampanye ini praktis berawal hanya dari saya, istri, teman-teman plus jejaringan dari Kak Seto dan dikDOANG.

Hari ini kembali beberapa sahabat yang rajin order minta jatah lagi. Di tambah ketemu dengan Rifat. Dia cerita setelah pakai gelang merah di tangannya, hampir setiap ketemu orang selalu ditanya yang kemudian berujung dengan minta. Apalagi kesibukannya di dunia Rally yang otomatis ketemu banyak orang di berbagai daerah. Daripada ditanya selalu bilang tidak ada. Ahirnya dia telephone dan ingin beli stok gelang yang banyak untuk bantu mempromosikan kampanye ini.

Dan yang lebih dahsyat lagi. Kemarin waktu Rally di Malaysia setelah tahu kalau hasil gelang merah ini untuk anak-anak, mobilnya dipasang tulisan solidaritasKEBERSAMAAN! Salut Pak.

Selasa.

Sejak pagi sudah mulai mutar untuk mengkampanyekan gelang ini ke lebih banyak orang. Tidak lupa setor gelang ke Female dan Delta, yang masih setia menerima pesanan para pendengarnya. Dari email Nita pagi ini akhirnya tahu juga siapa yang rutin pesan banyak gelang lewat Female. Ternyata Meriam Bellina. Di lokasi syuting Nita mendapat gelang ini dari dia. Setelah kita kontak ke salah satu orangnya, selain ke crew tempat syuting, ternyata Meriam juga membagikan gelang ini kepada anak-anak panti asuhannya.

Siangnya ketemu dengan Mira di DaimlerChrysler. Salah satu sahabat solidaritasKEBERSAMAAN yang rajin sekali membujuk teman-temannya untuk ikut dukung kampanye gelang peduli anak Indonesia. Kasusnya Mira ini sama dengan Kunti dan Weni. Mereka diam-diam paling rajin menggerakkan kepedulian teman-temannya. Salut!

Sorenya mampir sebentar ke Komnas Perlindungan Anak, yang berlokasi di sebelah kiri RSUD Pasar Rebo. Mereka ada Press Conference seputar dampak kenaikan BBM terhadap anak-anak. Kemungkinan akan meningkat lagi lapisan kelompok masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Diperlukan komitmen dan kepedulian, tidak hanya pemerintah semata, tapi semua pihak untuk sama-sama menyelamatkan generasi masa depan bangsa ini.

Satu Tempat Lagi. Scoops!

Yang biasa macet-macetan di jalur Panglima Polim-Radio Dalam. Mampir ke Scoops kalau mau cari gelang solidaritasKEBERSAMAAN. Dari arah perempatan PangPol menuju RaDal, gedung biru sebelum butiknya Dian dan Adjie.

Berkat bantuan Rudi dan Ai, tadi sore ketemu dengan Dyta, Sendy dan Irna. Mereka bertiga senang banget bisa bantu sumbang tempat untuk menyebarkan kepedulian terhadap anak Indonesia melalui gelang merah. Jadi, mampir aja bagi yang masih kesulitan untuk mendapatkan gelang ini.

Ditambah Sendy yang kebetulan bagian dari WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau) langsung beli banyak . Kebetulan malam nanti mau ketemu dengan anggota WITT yang lain, sekalian bantu promosiin gelang. Terima Kasih!

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari setiap 100 orang miskin Indonesia, 52 tidak mendapatkan akses air bersih!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia