Setelah sempat tertunda, akhirnya kita coba kembali menjalankan program pembangunan lapangan olahraga di SMP Al-Bayyan Cilawu yang berlokasi di Kampung Cidangan, 15 KM dari arah kota Garut dibawah kaki gunung Cikuray.
SMP Al-Bayyan sebelumnya juga merupakan salah satu penerima bantuan pembangunan ruangan dan kelas belajar mengajar pada tahun 2015. Beritanya bisa dilihat di kedua link dibawah ini:
Jika anda tertarik untuk mendukung dan membantu program ini, silahkan kontak kami via hotline 08161833443. Sekecil apapun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.
Nantikan laporan perkembangan selanjutnya dari program ini!
Dukungan mobilKEPEDULIAN masih terus berlangsung dari Oktober yang lalu sampai dengan November ini. Bersama teman-teman di Perpusdes Winduraja Membaca, seperti biasa mobilKEPEDULIAN membantu para relawan membawa buku ke Taman Surawisesa kecamatan Kawali, kabupaten Ciamis. Dimana setiap akhir pekannya warga bisa membaca buku-buiku tersebut secara gratis.
Tidak hanya itu saja, mobilKEPEDULIAN juga ikut membantu para siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Winduraja, Kawali-Ciamis yang mengikuti pertandingan tingkat sekolah dasar. Hasilnya? Futsal juara 2, Matematika juara 2 dan tentunya pendidikan Islam juara 1.
Tertarik membantu program-program yang sedang berjalan ini? Silahkan kontak hotline kami di 08161833443 atau email INFO@TUNASCENDEKIA.ORG
Salut buat teman-teman Tlatah Bocah yang sejak tahun 2007 selalu konsisten menyelenggarakan Festival Tlatah Bocah sebagai kampanye hak anak, keberagaman, toleransi, dan kearifan lokal. Kegiatannya berupa pertunjukan kesenian (mayoritas tradisi), orasi budaya, lokakarya, dan pameran.
Yayasan Tunas Cendekia turut bangga untuk selalu dipercaya menjadi bagian dari pihak yang ikut mendukung agar acara bisa terus berlangsung.
Festival Tlatah Bocah XI ini dimulai dengan Lokakarya Keliling di 15 dusun untuk berkarya
bersama anak setempat menggunakan kertas, kain, sampah, dan lain-lain. Hasil lokakarya ini dipresentasikan dalam instalasi festival.
Foto: IG @aditayudhistira
Foto: IG @ki_tejaprana
Puncak festival merupakan presentasi dari proses berkarya komunitas anak dan kelompok
kesenian berupa pentas seni tari dan musik, pameran hasil lokakarya keliling dalam bentuk instalasi, pameran karya anak dan komunitas lain, arena (booth) komunitas untuk berkomunikasi dengan publik (lapak komunitas), ruang diskusi antar komunitas, dan orasi tentang hak anak, keberagaman, toleransi, dan kearifan lokal dari tokoh-tokoh yang hadir.
Foto: IG @khoir_anumb
Foto: IG @dedycated_
Foto: IG @dedycated_
Sekali lagi salut buat teman-teman Tlatah Bocah atas kesuksesan acara tahun ini. Semoga bisa bekerjasama kembali di tahun 2018!
“Dusun yang menjadi rumah festival menyediakan ribuan konsumsi untuk pelaku seni yang pentas dan juga tamu-tamu yang hadir. Setiap keluarga dari dusun tuan rumah bersemangat untuk menyiapkannya sesuai kemampuan. Selain itu juga mereka meluangkan banyak waktu untuk persiapan tempat pertunjukan, transit peserta serta tamu, dan lain-lain.
Belasan komunitas anak-anak berminggu-minggu latihan seni tradisi di komunitasnya untuk tampil terbaik. Mereka pentas bukan karena tanggapan (berbayar) namun kebanggaan karena mendapatkan kesempatan mengekspresikan diri dan kelompoknya dalam kampanye hak anak.”
Program kali ini kami sangat senang untuk bisa mendapat kepercayaan dari Tissa dan para karyawannya di Pipiltin Cocoa untuk bisa menghadirkan program sosialisasi isu tuna rungu dan pelatihan bahasa isyarat bagi para karyawannya.
Ada dua pembicara dari generasi yang berbeda dalam acara ini. Ibu Pat Sulistiowati, beliau tuna rungu dan merupakan pembina dari hampir semua penerjemah tuna rungu yang anda lihat saat ini di televisi. Kehidupannya di dedikasikan untuk membantu para tuna rungu yang kesulitan mencari pekerjaan dengan memperkerjakan mereka sebagai pengrajin di rumahnya.
Pembicara kedua adalah Annisa Rahmania atau Nia. Masih muda dan generasi kedua tuna rungu di keluarganya. Keterbatasan yang dia miliki tidak menjadi hambatan untuk dia bisa menjadi advokasi bagi para penyandang tuna rungu di Indonesia dalam forum nasional dan internasional.
Cerita personal seputar kesulitan yang dihadapi sejak kecil sampai saat ini dari para pembicara diharapkan akan membawa inspirasi tersendiri bagi para karyawan. Sehingga memiliki pengetahuan baru seputar tuna rungu dan bisa membantu sekiranya nanti bersinggungan dengan mereka dalam perjalanan hidupnya.
Sempatkan untuk google lebih jauh seputar isu tuna rungu dan juga kedua nama pembicara diatas. Pastinya kita akan mendapatkan banyak inspirasi dari perjuangan yang sedang dilakukan oleh para tuna rungu ini.
Terima kasih sekali lagi buat Tissa dan Pipiltin Cocoa atas kesempatan dan dukungannya. Salut!
Rangkaian kegiatan Festival Ramadhan Perpusdes Winduraja Membaca telah selesai diselenggarakan dengan penuh kegembiraan. Mulai dari pelatihan menulis, pemilihan raja dan ratu buku, menonton film edukasi sampai kegiatan tadarus bersama.
Yayasan Tunas Cendekia memberikan dukungan paket hadiah berupa buku bagi para juara. Tapi kali ini para pemenang bebas memilih buku yang diinginkan dengan menyertakan alasannya. Pastinya membuat para pemenang betul-betul mendapatkan apa yang memang menjadi buku atau penulis favoritnya.