Kepedulian Lokal

Mira Mahendra dari Bloomfils International, Sole Agent Miele di Indonesia akhirnya memberikan kabar baik seputar komitmen donasi yang dilakukan oleh Miele. Kepedulian sosial Miele dari hasil penjualan salah satu mesin cucinya telah disalurkan ke Yayasan Tunas Cendekia pada pertengahan minggu ini. Bantuan tersebut memang menjadi komitmen langsung dari Dr. Markus Miele ketika hadir pada pembukaan Miele House di Jakarta.

Memang sudah menjadi tradisi dari Miele untuk selalu memberikan donasi kepada masyarakat setempat yang membutuhkan di tempat dimana Miele membuka tokonya. Satu lagi komitmen yang pantas untuk diikuti oleh perusahaan manapun yang berencana untuk ekspansi. Karena yang biasanya terjadi di negara ini adalah perusahaan hanya melakukan program sosial ditempat dimana kantor pusatnya berada.

Hal ini yang sering terlihat dan terdengar dari mereka yang berada di daerah yang banyak dibangun pabrik maupun proyek, namun masyarakat sekitarnya sangat sedikit mendapat perhatian. Bukan berarti perusahaan tidak peduli, namun dikarenakan jauhnya kantor pusat dari pabrik, sehingga proses pemberian bantuan selalu dilakukan di daerah sekitar kantor pusat agar para petingginya gampang untuk ikut seremoni dan para media juga mudah untuk meliputnya.

Tapi kembali ke kepedulian dari Miele. Tentunya sesuai kesepakatan awal, hasil donasi ini akan diberikan kepada Panti Asuhan Murni Jaya. Dalam penyaluran kali ini, tadi pagi saya sudah kontak dengan Amelia yang memang mengetahui kondisi dari panti asuhan tersebut. Jika sudah ada kabar dari Amelia, secepat mungkin akan kita kabarkan lagi perkembangan penyaluran via situs ini.

Sekali lagi terima kasih Miele atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada Indonesia 🙂

Banjir di Jakarta

Setelah dari hari Jumat saluran internet mengalami gangguan, akhirnya malam ini saya berhasil terkoneksi kembali menggunakan TelkomNet Instan. Banyak saudara kita di Jakarta sedang mengalami cobaan akibat banjir yang katanya lebih banyak membawa korban (baik jiwa maupun harta) dibandingkan tahun 2002 yang lalu.

Saya berharap anda dan keluarga yang berada di Jakarta tidak mengalami musibah banjir. Kalaupun saat ini ada anggota keluarga yang sedang menghadapi cobaan ini, saya doakan agar kuat menghadapi dan yakinlah Tuhan akan selalu bersama.

Bersama istri dan anak disini sangat bersyukur tidak mengalami musibah banjir didaerah tempat tinggal saya. Walaupun hampir di daerah sekeliling kami air masih mengenangi banyak perumahan.

Tetap waspada sahabat dimanapun anda berada. Prioritaskan keselamatan anda sekeluarga. Jaga kondisi agar bisa membantu mereka yang membutuhkan. Dan mari berdoa agar cobaan semua ini bisa cepat berakhir.

Kembali ke Purwokerto

Sejauh apapun kita merantau, jangan pernah lupakan tempat yang pernah membuat kita bisa tumbuh dan berkembang. Hal ini yang saya lihat yang berusaha dilakukan oleh Keluarga Alumni Universitas Wijayakusuma Purwokerto wilayah Jabodetabek untuk membantu lingkungan sekitar tempat mereka dulu belajar, sangat perlu di contoh oleh kita semua.

Berawal dari pertemuan saya dengan mas Nana Taryana sebagai ketuanya. Akhirnya pada tanggal 19 Januari kemarin, Program KAWIKU Peduli Sekolah telah berhasil menyalurkan sejumlah bantuan pendidikan kepada sejumlah SDN di wilayah Purwokerto. [solid] dalam kemitraannya kali ini memberikan dukungan seperangkat alat olahraga lengkap bagi dua sekolah yaitu SDN 2 Kalisalak (diterima oleh Susanto sebagai Kepala Sekolahnya) dan SDN 2 Windujaya (diterima Pak Sirun sebagai Kepala Sekolahnya).

Penyerahan Bantuan

Kondisi Kelas SDN 2 kalisalak

Kami sekali lagi berterima kasih atas kemitraan yang dilakukan bersama KAWIKU Jabodetabek. Semoga dengan adanya kegiatan tersebut semakin banyak alumni yang tergerak untuk bisa menyisihkan dan membantu anak-anak yang berada di sekitar tempat belajarnya dulu 🙂

Bagi anda yang sedang merantau di kota-kota besar di Indonesia maupun di belahan dunia lain, mari saatnya menggerakan teman-teman yang lain untuk membantu anak-anak Indonesia yang masih banyak membutuhkan perhatian kita. Semoga sukses dalam perantauannya, jangan lupa dengan yang setia menunggu di kampung halaman 😀
Informasi seputar kemitraan dan penyaluran ini bisa kontak KAWIKU Jabodetabek dengan Nana Taryana 081315942442.

Toddler Peduli

Toddler Peduli

Terima kasih untuk majalah Toddler, khususnya Dian, yang sudah memberikan kontribusi yang luar biasa baiknya. Dalam edisi pertama mereka di tahun 2007 ini atau volume 6, anda bisa melihat iklan [solid] pada bagian belakang majalah.

Sebagai majalah yang memang membahas seputar perkembangan dari anak, kami berharap bagi para pembacanya bisa tergugah untuk ikut peduli dengan ‘teman-teman’ anak mereka yang kurang baik nasibnya di berbagai daerah di Indonesia. Karena perkembangan bagi mereka akan membawa dampak bagi perkembangan dari anak-anak kita di masa yang akan datang. Sekali lagi terima kasih Toddler!

Toddler bisa didapatkan di berbagai sekolah, kursus atau club di beberapa kota besar. Anda bisa hubungi Toddler untuk info lebih lanjut di +62 21 68706051.

Perjuangan diatas Papandayan

Cuaca memang betul-betul sedang kacau. Kadang matahari bersinar terik, eh esoknya hujan deras. Apakah ini yang dinamakan pemanasan global yang semakin menjadi-jadi? hanya Tuhan yang tahu. Mudah-mudahan anda rajin menjaga badan, karena saya sendiri sudah sering tidak enak badan plus kepala karena perubahan cuaca yang tidak menentu ini.

Baru saja balik dari perjalanan sekitar 4 jam dari Garut. Untungnya badan masih bisa diajak komporomi. Tepatnya saya dari MTs (Madrasah Tsanawiyah) Sururon yang berlokasi di Desa Sarimukti yang terletak di pegunungan Papandayan. Kedatangan kali ini sekaligus untuk melihat perkembangan dari bantuan yang pernah kita berikan sebelumnya pada Juni 2006 lalu. Silahkan anda buka link tersebut untuk mengetahui lebih banyak seputar mereka.

Jika anda masih ingat, dari hasil bantuan anda dan sahabat solidaritas lainnya, kita menyalurkan 3 perangkat komputer dan tujuh kardus penuh buku bacaan dan pelajaran bagi murid-murid yang rata-rata anak dari petani dan buruh yang ada di sekitar pegunungan Papandayan. Hari ini kita lihat sendiri ketiga komputer sudah dipergunakan secara bergantian dalam kelas pengenalan dan penggunaan praktis komputer bagi para murid disana. Tedi (terlihat di foto) merupakan guru yang bertanggungjawab dalam kelas komputer ini. Ruangan komputer tersebut menjadi satu dengan perpustakaan sekolah. Senang rasanya melihat komputer tersebut sudah dapat dipergunakan secara maksimal oleh pihak sekolah maupun anak-anaknya.

Ruang Komputer

Satu hal lagi yang dibahas dalam kedatangan saya kli ini adalah soal pengembangan sekolah. Sekdar informasi, MTs Sururon merupakan satu-satunya sekolah setaraf SMP yang ada di kecamatan. Para murid tidak diwajibkan mengeluarkan biaya. Para guru rata-rata adalah para alumni sekolah sendiri atau para sukarelawan yang tidak dibayar sama sekali dalam memberikan dedikasinya (dan mereka semangat melakukannya!). Komitmen dan kepedulian dari pihak sekolah dan masyarakatlah yang membuat sekolah ini terus bisa bertahan.

Dengan semakin diakuinya keberadaan sekolah ini oleh masyarakat dan tentunya berkat bujukan dari pihak sekolah sendiri agar anak-anak mereka mau meneruskan sekolah, perlahan dan pasti semakin banyak anak yang mendaftar untuk bisa sekolah. Konsekuensinya semakin terbatas kelas yang bisa menampung para murid ini. Disinilah kami mencoba mencari kemitraan dan solusi untuk bisa membangun satu kelas tambahan lagi untuk mereka.

Rencana Pembangunan Suasana Kelas

Dari kedua foto diatas anda bisa lihat, lahan tanah kosong yang berda di depan sekolah akan coba kami bangun bersama seperti kelas yang di foto sebelahnya. Konstruksi lebih banyak menggunakan kayu dan bambu, untuk meredam udara dingin dari pegunungan. Dari hasil pertemuan, pihak sekolah dan masyarakat sudah menunjukan komitmen untuk bisa menyumbang. Mereka akan melakukan perhitungan ulang untuk pembiayaan dari pembangunan. Jika sudah selesai akan segera di fax ke kami.

Selanjutnya, kami akan segera kabarkan ke anda. Jika anda tertarik atau mengetahu siapa yang tertarik membantu pembangunan satu ruang kelas untuk MTs. Sururon, kami tunggu sekali kabarnya. Bisa email info@tunascendekia.org atau kontak hotline kami di 0813 1939 2773. Sekecil apapun kontribusi yang bisa diberikan amat sangat berarti 🙂

Ternyata tidak semua inisiatif program yang coba kita terapkan di MTs Sururon berjalan sesuai rencana. Program perpustakaan digital yang coba kita sediakan melalui penyediaan empat CD ROM Tempo yang berisi koleksi majalah Tempo selama empat tahun, tidak dapat dilaksanakan karena keempat CD tersebut hilang. Tentunya ini akan menjadi sedikit pelajaran bagi kami maupun pihak sekolah untuk bisa menghindari kejadian serupa terjadi lagi.

Satu Pound yang Berarti

Baru saja kemarin menerima foto dari para Anneu (dia yang paling kanan foto atas dengan gelang merahnya) dan sahabat PPI UK yang mengadakan malam One Pound for Millions Future di London. Terima kasih ya neu 🙂
TIIMI Dinner 2006 - One Pound for Millions Future

Rencana hasil pengumpulan donasi tersebut kemungkinan besar akan dialokasikan pada rencana pembangunan tambahan kelas bagi MTs Sururon di Garut. Pembahasan dan finalisasinya akan ditentukan satu dua minggu kedepan, setelah kita ke Garut bertemu dengan masyarakat dan pihak pengelola sekolah.

Jika ada yang tertarik mengetahui lebih banyak dan membantu dalam rencana program ini, silahkan kontak kami ya…

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia