Ditulis pada: 29 December 2006
- oleh: Yudhis
Cerita seorang Pak Manto dari Mitra Tema yang keliling dengan sepedanya membawa buku bagi anak-anak, ternyata telah menjadi inpirasi bagi banyak orang untuk bisa berbuat sesuatu terhadap anak Indonesia. Salah satu yang menceritakan kegiatan beliau ini adalah Thomas dan Lala, yang pada saat bencana gempa kemarin di Yogya dan sekitarnya banyak sekali membantu penyaluran [solid] di wilayah tersebut.
Dari bincang-bincang bersama Thomas maupun Pak Manto sendiri, akhirnya kami sepakat memberikan dukungan terhadap kegiatan lainnya yang dijalankan Mitra Tema. Kegiatan tersebut adalah keterampilan membatik bagi anak-anak sekitar, agar bisa dijadikan bekal untuk bisa menjadi mata pencaharian kelak. [solid] akan menyediakan kebutuhan dasar seperti kompor, wajan, lilin, chanting dan kain.
Pada tanggal 12 Desember kemarin melalui sms Avianto, saya mendapat kabar mereka, Thomas, Lala, Thara, Adhi, Defi, Dean dan Avianto sendiri, datang memberikan bantuan tersebut ke Mitra Tema. Terima kasih sekali lagi buat teman-teman di Yogya yang sudah membuat penyaluran ini berjalan dengan baik.
Sekaligus ingin mengucapkan selamat atas selesainya proses rehabilitasi dari SDN Nolobangsan di Sleman, Yogyakarta. Kabar ini kami dapatkan dari Muhammad Fadly, yang dalam emailnya sekaligus mengucapkan terima kasih dan salam untuk anda yang juga telah membantu proses awal rehabilitasi. Pada bulan Juni lalu dikoordinir oleh Thomas, [solid] dengan bantuan donasi anda menyalurkan dua buah tenda untuk membantu jalannya proses belajar mengajar pasca gempa.
Ditulis pada: 24 December 2006
- oleh: Yudhis
Malam Natal. Baru saja selesai melihat TV yang memutarkan si kocak Mr. Bean ๐ Udara di luar dingin sekali karena masih turun hujan. Anak sedang tidur pulas disamping. Inilah satu berkat yang diberikan kepada saya dan keluarga untuk bisa menikmati bersama pada hari-hari menjelang pergantian tahun.
Banyak keluarga di luar sana yang belum bisa menikmati apa yang saya dan anda nikmati saat ini. Terutama saudara-saudara kita di Sumatera Utara yang baru mendapat cobaan. Pengharapan dan doa yang terus dipanjatkan kepada Yang Kuasa agar kita semua bisa keluar menjadi lebih baik dan mengambil hikmah dari berbagai cobaan yang silih berganti datang.
Selamat Hari Raya Natal, selamat Hari Raya Idul Adha dan selamat Tahun Baru. Kami doakan anda dan keluarga bahagia selalu memasuki 2007 yang penuh harapan…dan kami mengajak anda untuk berdoa bersama bagi saudara-saudara kita…agar mereka bisa segera keluar dari cobaan dunia. Amin…
Ditulis pada: 20 December 2006
- oleh: Yudhis
Seringkali saya merasa sudah melakukan sesuatu kegiatan yang unik dan tidak ada duanya, lalu muncul satu berita yang menggambarkan satu kegiatan yang jauh lebih unik. Mungkin karena hal-hal seperti ini juga yang membuat MURI selalu tidak kekurangan materi untuk dicatat ๐
Walaupun tergolong biasa saja bagi masyarakatnya, tetap saja kalau anda melihat kegiatan para murid SMP ini ada hal unik yang tidak dapat kita saksikan sehari-hari. Seperti kegiatan ulangan ketrampilan yang sedang dilakukan oleh para siswa-siswi SMPN 3 di Desa`Wadibu, Biak Timur ini.

Pembalakan liar? Jangan salah sangka dulu ๐ Mereka sedang mempraktekan upacara Wor Baropen. Upacara yang dilaksanakan oleh para pemuda (Kabor Insos) sebagai peringatan ketika mereka mulai memasuki usia remaja. Ritualnya setelah upacara selesai ribuan batu disusun dan dibakar sampai batu tersebut menjadi bara. Batu yang masih membara disebar, sementara itu pemimpin keagamaan mempersiapkan dirinya dengan melumuri kakinya dengan cairan khusus sambil mengucapkan mantra. Ketika sang pemimpin upacara sudah siap, dia kemudian berjalan di atas batu yang masih panas membara.
Para siswa-siswi ini juga yang mendapat bantuan berupa seragam dan perlengkapan olahraga lengkap untuk sekolahnya. Rata-rata mereka adalah anak dari para orang tua yang bergantung hidupnya pada hasil nelayan dan kebun. Berkat bantuan anda yang sudah memberikan donasi melalui [solid], dan Paguyuban Brayat Kristen Jawa di Biak sebagai mitra penyalur, anak-anak tersebut bisa mendapatkan kado Natal yang mudah-mudahan akan menumbuhkan semangat belajar dan membangun daerahnya.

Kehidupan bangsa dan negara kita kelak akan ada di tangan salah satu siswa-siswi ini. Bantuan anda saya yakin menjadi salah satu pemicu mereka untuk bisa merealisasikan cita-citanya. Terima kasih sahabat atas bantuan yang anda berikan ๐
Ditulis pada: 13 December 2006
- oleh: Yudhis

Anak-anak yang sedang mewarnai gelas plastik dalam satu program pendampingan anak. Kemitraan komunitas Rumah Pelangi dan Yayasan Tunas Cendekia di Dusun Peden, Desa Baturono, Kecamatan Salam, Magelang.
Tidak lupa terima kasih untuk Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) yang sudah mengundang kami untuk hadir dalam seminar pembahasan hasil kajian Hak Anak di Indonesia, Hukum, Kebijakan dan Prakteknya. Hasil riset yang sangat berguna. Jika anda membutuhkan informasi seputar anak, saya sangat sarankan untuk mendapatkan hasil riset ini dan bisa langsung hubungi mereka.
Ditulis pada: 13 December 2006
- oleh: Yudhis
Alkisah di sebuah desa terpencil di Ende, NTT. Seorang dokter sedang berkonsultasi dengan ibu mengenai obat anaknya. “Begini bu, jangan lupa sebelum memberikan obat ini ke anak, dikocok terlebih dahulu botolnya (sambil memperagakan gaya menggoyang botol),” jelas sang dokter. Ibupun berterima kasih dan berjanji akan datang lagi untuk memeriksa perkembangan anaknya.
Beberapa hari kemudian datanglah ibu kembali ke puskesmas. Dengan terlihat cemas si ibu bercerita,”Begini dokter waktu itu khan dokter bilang untuk jangan lupa di kocok dulu botol obatnya sebelum diberikan ke anak saya.” “Betul sekali bu. Memangnya ada masalah?” tanya dokter. “Yah begini dok, saya itu sering lupa untuk mengocok dulu botolnya. Jadi karena sudah terlanjur diberikan anak, saya putar balikan saja badan anak saya. Sama saja khan dok?”
Cerita diatas bisa jadi disangka fiktif bagi sebagian orang. Namun bagi anda yang pernah ditempatkan sebagai dokter PTT alias penempatan tidak tetap di satu pelosok desa, mungkin masih banyak cerita lucu lainnya yang lebih tidak masuk akal ๐

Senin malam kemarin saya akhirnya bertemu dengan dr. Arie yang baru saja pulang dari penempatannya di kabupaten Ende, NTT. Selama penempatan dia telah membantu menyalurkan bantuan [solid] ke SD Watunggere, SD I dan SD III Wolooja. Untuk laporan penyaluran di Watunggere sudah ada laporannya yang bisa anda klik disini. Namun karena kendala tekhnis laporan SD Wolooja I dan SD Wolooja III di desa Mbuliwaralau terpaksa dia berikan ketika balik di Jakarta.
Kesehatan dan pendidikan adalah dua faktor yang mau tidak harus seiring sejalan. Arie sendiri melihat secara langsung bagaimana desa yang menjadi tempat penempatannya belum terjamah oleh listrik dan air bersih. 4 jam dari kota. Rute yang rawan longsor di musim hujan. Mandipun terpaksa 4 hari sekali. Saya yakin yang membuat dokter maupun guru yang ditempatkan di daerah terpencil ini bertahan adalah pengabdian dan kepedulian tumbuh semakin kuat setelah mereka melihat sendiri kondisi yang seharusnya setelah sekian lama bangsa ini merdeka bisa jauh atau sedikit lebih baik.
Kami memberikan salut kepada para guru dan dokter yang sudah mengabdi dan bertahan di segala kondisi. Walaupun realitas selalu menunjukan jauh dari harapan. Namun melihat keberadaan anda saja, saya yakin anak-anak ini akan merasa masih ada saudara mereka yang memberikan perhatian. Dimanapun dan siapapun di dunia ini, kita semua membutuhkan yang namanya perhatian dan kasih sayang.
Terima kasih juga untuk anda sahabat, yang sudah memeberikan donasi agar program [solid] terus bisa berlangsung…
Ditulis pada: 11 December 2006
- oleh: Yudhis
Walaupun tidak secara langsung menghirup udara di kota Semarang, paling tidak lewat gelombang udara radio suara kebersamaan bisa sampai disana ๐
Terima kasih untuk para sahabat di program Kompak Kampus 90.2 Trax FM Semarang. Sore tadi siaran live (per telp dari Jakarta) di programnya mereka tentang kampanye [solid]. Kebetulan bulan Desember ini topik yang mereka angkat adalah seputar semangat solidaritas tanpa batas!
Kita bersyukur sekali bisa dibantu sehingga para pendengar di Semarang yang belum tahu tentang [solid] bisa sedikit lebih kenal. Mudah-mudahan dari mendengar akan perlahan tapi pasti tergerak untuk ikut peduli. Semoga semakin banyak yang tertarik untuk ikut membantu.
Ingat. Semakin banyak yang membantu, semakin banyak yang akan terbantu ๐