Ditulis pada: 17 May 2006
- oleh: Yudhis
Kalau tidak melihat sebuah iklan di surat kabar pagi tadi, saya pasti tidak tahu kalau ternyata hari ini merupakan Hari Buku Nasional. Terus terang dalam perjalanan kampanye [solid] saya mendapat banyak inspirasi maupun kekuatan dari buku-buku yang menjadi sahabat pengantar tidur setiap malamnya.
Dalam memperingati Hari Buku Nasional saya ingin membagi sebuah buku yang baru saja selesai dibaca. Sebuah buku yang berjudul Three Cups of Tea. One Man’s Mission to Fight Terrorism and Build Nations…One School at a Time.

Beli bukunya di Kinokuniya. Buku ini menceritakan petualangan Greg Mortenson, seorang pendaki gunung asal Amerika yang menemukan panggilan hidupnya membangun sekolah bagi orang-orang miskin yang tinggal di sekitar pegunungan. Lokasi ceritanya di Pakistan, berawal ketika dia gagal dalam satu ekspedisi pendakian yang akhirnya dibantu oleh masyarakat sebuah desa di wilayah Korphe.
Dan sebagai balas budi atas kebaikan mereka, Greg berusaha mencari bantuan untuk bisa membangun sebuah sekolah diatas pegunungan. Perjalanan serta perjuangan Greg dalam mencari bantuan sampai dengan menyalurkan bantuan inilah yang banyak memberi inspirasi bagi siapa saja yang membaca. Membaca kisah nyata perjuangan serta persahabatan dengan para masyarakatnya mengingatkan saya, dimanapun manusia berada pada bumi ini, ternyata mereka mempunyai harapan yang hampir sama terhadap anak-anaknya. Mendapatkan pendidikan yang layak.
Agar tidak membongkar jalan cerita jika berniat membaca buku ini akan saya selesaikan pendapat tentang buku sampai disini dulu. Namun ada sejumlah kalimat yang ingin saya bagi bagi para pembaca tulisan ini. Kalimat dibawah diucapkan pada sebuah acara peresmian salah satu sekolah.
“These men have come halfway around the world to show our Muslim children the light of education. Why have we not been able to bring education to our children on our own? Fathers and parents, I implore you to dedicate your full effort and commitmen to see that all your children are educated. Otherwise, they will merely graze like a sheep in the field, at the mercy of nature and the world changing terrifyingly arund us.”
“Our land is stricken with poverty because we are without education. But today, another candle of knowledge has been lit. In the name of Allah the Almighty, may it light our way out the darkness we find ourselves in.”
Ditulis pada: 13 May 2006
- oleh: Yudhis
Akhirnya kami mendapat kepastian kabar dari Putri seputar kiriman pesanan gelang [solid] yang dialamatkan ke Belanda. Hasilnya, paket 100 gelang plus brosur telah ditahan oleh pihak custom Belanda dan sedihnya dipastikan paket tersebut tidak akan dikeluarkan maupun dikembalikan oleh mereka.
100 gelang [solid] ini rencananya akan digunakan dalam acara sosial yang diadakan oleh PPI Arnhem-Nijmegen pada acara Indonesia Culture Day’06 besok. Atas kejadian ini kami minta maaf, khususnya kepada Putri dan para sahabat yang sudah mempersiapkan acara sosial tersebut. Benar-benar tidak menduga kalau sampai harus ditahan paketnya. Sebenarnya tanggal 9 sudah sampai, tapi apa daya sampai tadi siang memang sudah dipastikan tidak akan dikeluarkan oleh pihak Belanda. Maa sekali lagi, semoga sukses untuk acaranya.

Atas kejadian ini kami mencoba menduga apa yang menyebabkan paket kiriman kali ini ditahan. Karena sebelumnya kita pernah mengirim paket gelang ke Belanda tanpa ada masalah. oleh sebab itu ketika Putri memesan, kami berani memastikan bisa terkirim gelangnya.
Setelah dilihat-lihat memang ada beberapa kemungkinan yang kuat mengapa paket tersebut ditahan. Pertama, selama ini paket yang kami kirim memang dalam jumlah yang kecil seperti 10-20 gelang. Tapi dalam pengiriman paket kali ini ada 100 gelang didalamnya. Kedua. Dalam paket selain gelang terdapat sejumlah brosur yang covernya terdapat foto anak Papua dengan judul “What’s Going On.” Dari kedua fakta ini ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Salah satu yang menurut kita paling kuat adalah…Bisa jadi mereka mengira kita sedang mengirim sebuah paket yang akan digunakan oleh suatu gerakan dengan jumlah 100 orang yang bisa meresahkan masyarakat maupun pemerintah Belanda ๐ Menurut anda gimana?
Tolong sahabat, siapa tahu kalau ada yang kebetulan kenal dengan custom Belanda yang menahan paket tersebut. Katakan pada mereka apa yang kami kirimkan tersebut adalah paket untuk kegiatan sosial yang hasilnya untuk anak-anak Indonesia ๐
Ditulis pada: 11 May 2006
- oleh: Yudhis
Kemitraan [solid] dengan Panti Asuhan Roslin yang berada di Kupang berlanjut dengan penyaluran bantuan ke Desa Oe Leu. Desa ini berlokasi sekitar 6 jam dari Kupang. Hasil dari donasi yang telah anda berikan kepada [solid] telah kami wujudkan dalam bentuk seragam, buku serta alat-alat tulis bagi para anak-anak disana.
Berikut salah satu foto yang diambil bulan April lalu ketika melakukan penyaluran.

Terbukti lagi dengan bantuan sekecil apapun yang bisa kita berikan, akan sangat berarti. Apalagi melihat wajah dari anak-anak ini ketika mendapat bantuan. Terima kasih sahabat ๐
Jika anda ingin membantu lebih lanjut kegiatan ini di Kupang silahkan hubungi kami atau bisa juga langsung ke mereka yang ada di Kupang.
Panti Asuhan Roslin. Desa Penfui Timur, Dusun 01 RW/RT 01. Kecamatan Kupang Tengah. kabupaten Kupang. NTT
Ditulis pada: 10 May 2006
- oleh: Yudhis
Para tim penyaluran bantuan telah kembali ke Jakarta. Tentunya sesuai janji, berikut kami tampilkan foto-foto penyaluran bantuan sepeda dari program Sepeda untuk Sekolah tahap 3. Penyaluran bantuan kali ini berjumlah 100 sepeda, meliputi 4 desa di 4 kabupaten di DIY. Keempat tempat tersebut adalah Desa Bleberan (Gunungkidul), Desa Wijirejo (Bantul), Desa Margoluwih (Sleman), Desa Grubug dan Desa Jatisarono (Kulonprogo). Sebelumnya pada tanggal 2 Mei telah dilakukan penyerahan secara simbolis di Balai Kota DIY sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Sangat bersyukur penyaluran tahap ketiga sudah berjalan dengan lancar. Semua sekali lagi berkat bantuan dari anda, para sahabat solidaritas. Bantuan atau donasi yang telah anda salurkan melalui kami telah berwujud menjadi salah satu sepeda yang sedang dinaiki oleh para murid ini. Memang tujuan dari program ini adalah untuk meringankan biaya trasnportasi dari mereka akibat kenaikan BBM yang ternyata masih sangat memberatkan keluarganya.
[solid] mengucapkan selamat dan terima kasih kepada para sahabat Mapala UI. Kemitraan yang telah kita bangun sampai dengan penyaluran tahap 3 ini telah menunjukan kepedulian yang sangat luar biasa. Semoga kemitraan yang telah dilakukan bisa membawa banyak manfaat bagi anak-anak Indonesia yang dibantu.
Dan tentunya bagi anda. Sekali lagi…terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan kepada kampanye [solid]. Semoga kebersamaan ini akan terus berlangsung dan membawa perubahan bagi bangsa tercinta. Indonesia. Sebuah foto kenangan dari seorang murid yang mendapat bantuan dari anda ๐

Ditulis pada: 08 May 2006
- oleh: Yudhis
Luar negeri. Masih menjadi PR dari [solid] mengajak mereka yang sedang belajar maupun bekerja di luar negeri untuk bisa memberikan kontribusinya terhadap kampanye yang sedang kami jalankan ini. langkah awal sudah mulai dilakukan dengan memasang banner PayPal bagi mereka yang ingin donasi secara online. Bersyukur sekali beberapa sahabat solidaritas pelan-pelan bisa membuka jaringan kami ke luar negeri.
Sabtu kemarin di Pasaraya bertemu dengan Sigit. Rencananya hari ini dia akan bertolak ke Jepang dalam rangka bisnis sekaligus bertemu dengan para sahabatnya yang bekerja disana. Nah selama disana dia ingin membantu [solid] dengan membawa gelang merah [solid] yang akan disosialisasikan disana. Sekaligus pada saat singgah di salah satu kota, Matsuyama, menurut rencana dia akan memberikan sedikit presentasi seputar keadaan Indonesia dan apa yang bisa dilakukan untuk membantu. Salah satunya kita berharap bisa melalui [solid].
Dari Belanda, tepatnya dari kota kembar Arnhem dan Nijmegen, Putri mewakili PPI disana akan kembali membantu [solid]. Setelah tahun lalu dengan acara Indonesia Culture Day telah memberikan donasi, tahun ini kembali dalam acara yang sama mereka akan melakukan pengumpulan dana. Salah satu hasilnya nanti akan disalurkan melalui [solid]. Jadi bagi anda yang kebetulan ada di sekitar kota kembar tadi jangan lupa untuk mampir ke acara mereka tanggal 14 May, dengan datang bisa sekaligus membantu anak-anak Indonesia.
Hari Minggunya di Scoops kita datang dalam acara pre-launch Maja Women’s Journal. Sebuah free magazine yang mempunyai motto Discover women’s true life with Maja by your side…Seru acaranya. Banyak sekali bertemu dengan sahabat baru yang ternyata punya kepedulian sama terhadap nasib anak-anak Indonesia. Apalagi dapat lucky draw ๐ Terima kasih sekali lagi untuk para sahabat di Maja. Bentuk kepedulian mereka adalah menyumbang setiap anda mau berlangganan selama setahun. Jadi jangan lupa ya untuk langganan sekaligus donasi ke program [solid].
Ditulis pada: 04 May 2006
- oleh: Yudhis
Berita seputar keberhasilan program Sepeda untuk Sekolah tanggal 2 Mei kemarin sudah diterima. Melalui email, Wening mengatakan semua berjalan dengan lancar. Dia juga mengirim sebuah link dari TempoInteraktif yang memberitakan acara tersebut. Foto-foto dan laporan lengkapnya akan kita tunggu setelah para sahabat dari Mapala UI ini balik ke Jakarta.
Kemarin bertempat di Istora Senayan, berbarengan dengan kembalinya buruh melakukan demo, mampir sebentar di pameran buku yang diadakan KKG (Kelompok Kompas-Gramedia). Ada dua mitra [solid] yang hari ini mendapatkan kebahagiaan berupa bantuan buku dan uang tunai dari pihak penyelenggara. Mereka adalah Kandank Jurank Doank dan Rumah Dunia. Selesai dari Istora menyeberang ke JCC, melewati lautan para buruh yang bus-busnya memang parkir di sekitar Senayan. Walaupun situasinya sangat ramai, tapi para buruh sendiri tidak terlalu mengganggu. Mungkin juga karena panasnya udara membuat mereka terlihat sangat kecapaian. Dari pantauan di dalam area Senayan sendiri mereka terlihat terkendali. Hal ini rupanya bertolak belakang dengan para rekan buruh lainnya yang masih bertahan di depan gedung MPR/DPR.
Oh ya bicara soal JCC. Sampai tanggal 6 nanti ada Indonesia Syariah Expo, Portal Infaq buka stan disana sekaligus juga menggalang dana kepedulian dengan gelang merah [solid]. Jadi kalau anda sempat jangan lupa mampir sekaligus bantu dengan membeli gelangnya.
Tanggal 7 nanti juga akan ada satu acara ‘perkenalan’ dari Maja’s Journal. Satu free magazine terbaru yang hadir khusus untuk para wanita. Sekedar bocoran dari kita…kontennya nanti akan seperti diary yang ditulis oleh siapa lagi kalau bukan Maja ๐ Acaranya akan diadakan di Scoops gourmet coffee shop yang berlokasi di Jl. Barito II No. 7 Tempatnya terbatas, jadi bagi yang ingin ikutan lihat silahkan kontak Debbie 0811157067 Dalam edisi perdananya ini mereka akan membantu [solid]. Jadi jangan sampai lewatkan edisi perdana mereka untuk tahu bantuan apa yang bisa anda lakukan bersama Maja.
Terakhir. Kembali ada pemutaran film dokumenternya Ivan, Thank You and Good Night Mother. Pada tanggal 5 May besok giliran Teater Utan Kayu akan menjadi tempat pemutaran film yang dilakukan pada jam tujuh malam. bagi yang berminat beli CD original soundtrack film ini, jangan lupa pesan melalui kami sekaligus sudah bisa menyumbang untuk program [solid]. Caranya bisa lihat disini.