Ditulis pada: 23 March 2006
- oleh: Yudhis
Pengalaman hidup mengajarkan kita untuk selalu siap setiap saat menerima hitam putih kehidupan. Berbagai cobaan dan kebahagiaan selalu silih berganti mewarnai perjalanan hidup ini. Gelap berubah menjadi terang. Terang kembali menjadi gelap. Saya pribadi sampai saat ini berusaha menjalani salah satu prinsip hidup yang mengingatkan, dalam setiap cobaan kita akan mendapatkan dua kemudahan.
Akan tetapi pemandangan yang saya temui pagi tadi ketika sampai di SDN Palasari III di Kecamatan Cijeruk, Bogor adalah salah satu contoh hitam putih kehidupan yang sangat nyata. Nyata yang saya maksud disini adalah keadaan kelas yang terpaksa dibatasi oleh sebuah sekat. Pembatasan ini terpaksa dilakukan karena sekolah hanya mempunyai empat ruang kelas untuk menampung enam kelas. Sehingga ada dua ruangan yang terpaksa dibatasi oleh sekat.
Kembali ke hitam putih yang saya temui. Pada setiap ruangan yang dibatasi oleh sekat, (pada foto dibawah) kita bisa melihat dengan jelas bagaimana anak-anak yang menempati bagian dekat jendela dalam kesehariannya akan selalu menerima terangnya cahaya. Sedangkan para anak-anak dari kelas lainnya yang berada di bagian lain, kesehariannya selalu berada dalam kegelapan karena dihalangi oleh sekat tersebut. Inilah sebagian dari gambaran “hitam putih” realitas wajah pendidikan dasar anak-anak di Indonesia.
Tapi kenyataan hidup yang harus dijalani oleh anak-anak ini setiap harinya tidak menghapus keceriaan dan semangat belajar dari mereka. Bahkan ketika ditawarkan untuk berpose didepan sekolahnya, tidak ragu mereka untuk menunjukan kebanggaannya 😀

Kedatangan kami kali ini ditemani oleh Vivin dan Yoki. Selain kekurangan ruangan kelas, sekolah tersebut saat ini sangat membutuhkan buku-buku pelajaran. Para orang tua murid sebagian besar berprofesi sebagai buruh. Jadi jangankan bicara soal buku pelajaran, kebutuhan hidup sehari-harinya juga masih sangat sulit untuk dicapai. Mudah-mudahan [solid] bisa menyediakan buku-buku tesebut.Paling tidak kita akan mencoba mensyediakan dulu untuk para anak-anak yang berada di kelas 4, 5 dan 6.
Jika anda ingin membantu mewujudkan bantuan ini, silahkan hubungi kami atau bisa langsung lakukan donasi melalui berbagai cara yang bisa anda lakukan. Semua penyaluran bantuan yang pernah kita lakukan selama ini memang berasal dari bantuan yang pernah anda lakukan…sekecil apapun 🙂
Ditulis pada: 17 March 2006
- oleh: Yudhis
Ivan Handoyo, figur dibalik semua foto yang ada pada iklan-iklan [solid], akan melakukan pemutaran perdana film dokumenter yang dibuatnya dengan judul Thank You and Good Night Mother. Selama dua hari dari 25-26 Maret 2006 bertempat di Goete Haus Jl. Sam Ratulangi 9-15 Menteng, Jakarta. Setiap pemutaran akan diawali pertunjukan musik. Pada tanggal 25 Maret Cozy Street Corner dan Bonita akan tampil jam 19.00. Tanggal 26 Maretnya, jam 15.00 akan tampil Sore dan jam 19.00 giliran The Mystical Awakening Project, The Dying Sirens dan Palmer Groove yang tampil.
Selain itu ada juga pameran foto hasil dari Ivan Handoyo, Diana Kertamihardja dan Ernest Wang.
“Ide pembuatan film ini berawal dari kolase memoriku dan sebuah apresiasi pada kondisi aktual akan respon kesadaranku. Ketika seseorang menikmati film ini, akan timbul banyak interpretasi. Ini merupakan film esai, kutipan puisi, atau catatan jurnal yang dipresentasikan melalui narasi juga kumpulan gambar fotografinya.”
“Aku mengawali penulisan surat untuk film ini, ketika memulai memahami fenomena kehidupan berselancar secara ritual dan disipliner. Dimana melalui kondisi ego-ku aku mulai meresponnya ketika pertama kali bertemu dengan para peselancar di desa Bandulu dan Carita, Banten di awal tahun Februari 2004. Sangat mengagumkan bagaimana segala bentuk manifestasi kecintaan mereka terhadap selancar dengan ombaknya memberikan sebuah pernyataan ide dan gagasan yang absolut untuk membuat karya ini. Kondisi pertemanan kami membuatku memahami semua “dongeng†mereka mengenai ombak, alam, dan esensinya.” – Ivan Handoyo
Ditulis pada: 15 March 2006
- oleh: Yudhis
Ari Dagienkz! sahabat solidaritas yang satu ini memang selalu penuh kejutan. Tahun lalu ketika dia membantu kampanye [solid] dengan ikut mensosialisasikan/menjualkan gelang merah, pernah mengatakan kalau saat itu dia sedang syuting film. Dalam film tersebut katanya dia main dengan Tora Sudiro , ceritanya sebagai anak buah kepercayaan.
Lalu Dagienkz bilang akan coba bujuk produser dan sutradaranya untuk boleh dia dan Tora pakai gelang merah [solid] dalam film tersebut. Ternyata film yang dimaksud adalah Ekspedisi Madewa Dan sudah pasti setelah mulai diputar filmnya pada awal Maret ini, banyak yang menanyakan seputar gelang merah yang mereka pakai 😀 Salut banget buat Dagienkz. Terima kasih banyak!
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangkitkan kepedulian orang-orang disekitar kita terhadap nasib anak-anak Indonesia. Dagienkz telah menunjukan salah satu cara yang sesuai dengan kemampuannya untuk bisa melakukan satu perubahan bagi masa depan Indonesia. Kalau anda? Pasti bisa juga 🙂
Jangan sampai lupa untuk nonton Ekspedisi Madewa

Ditulis pada: 09 March 2006
- oleh: Yudhis
[solid] telah mendapat laporan seputar sampainya bantuan buku-buku ke kantor Arif Data di WWF Tarakan. Menurut rencana pada pertengahan Maret ini bersama rekan-rekannya, Data akan segera melakukan perjalanan ke SDN Long Alango, kecamatan Pujungan kabupaten Malinau, Kalimantan Timur untuk melakukan penyaluran.

Jumlah buku-buku yang akan disalurkan adalah 360 buah. Informasi seputar penyaluran ini dapat anda hubungi:
Arif Data Kusuma
Awareness & Education Coordinator
WWF Indonesia, Taman Nasional Kayan Mentarang
Jl. Gunung Belah no 188, Tarakan Kalimantan Timur 77114
Tel: 0551-21723 Fax: 0551-21507
Kemitraan dengan berbagai pihak merupakan salah satu kunci kesuksesan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh [solid]. Beruntung pada hari ini kami bertemu dengan mitra yang mempunyai kepedulian sama dalam hal pendidikan anak-anak. Bertempat di Jl. Radio IV No. 8 Jakarta, kami bertemu dengan para sahabat di PortalInfaq.org, sebuah lembaga amil zakat yang mengandalkan teknologi demi transparansi.
Pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut undangan Epri Abdurrahman Ra’fi, yang pada saat acara World Book Day kemarin datang melihat stan Sepeda untuk Sekolah. Kemitraan pertama yang disepakati untuk mengawali kerjasama ini adalah pada program Sepeda untuk Sekolah. Ketiga pihak, baik dari [solid], Mapala UI maupun PortalInfaq.org akan mendukung penuh pelaksanaan program ini dari tahap sosialisasi, pengumpulan bantuan sampai dengan penyaluran bantuan tersebut.
Semoga semua ini akan menjadi sebuah kemitraan yang mendatangkan manfaat bagi masa depan anak-anak Indonesia 🙂
Ditulis pada: 08 March 2006
- oleh: Yudhis
Visna kemarin mengabarkan perkembangan dari bantuan yang kita dapatkan dari acara World Book Day. Sangat berterima kasih bagi anda yang sudah mampir ke stan dan memberikan bantuan langsung disana untuk program Sepeda untuk Sekolah. Mudah-mudahan dua minggu kedepan kita sudah siap untuk melakukan penyalurannya. Sambil mempersiapkan kita tentunya masih menunggu bantuan anda yang lain.
Ada kabar baik lagi dari para sahabat alumni MM BiNus. Beberapa waktu yang lalu mereka pernah memberikan komitmen untuk ikut membantu program solidaritasKEBERSAMAAN. Kali ini melalui Anastasia, mereka memberikan bantuan berupa dana untuk mendukung program Sepeda untuk Sekolah =D>
Hidup ini terkadang berjalan dengan penuh misteri dan kejutan. Ada kalanya disaat bantuan tidak kunjung tiba, seorang yang kita tidak kenal sama sekali memberikan bantuan. Atau. Para sahabat lama yang sudah jarang kontak tiba-tiba memberikan dukungan. Hal-hal seperti inilah yang akan memberikan kita harapan akan adanya kebaikan abadi yang masih tersimpan di dunia ini 🙂
Ditulis pada: 02 March 2006
- oleh: Yudhis

Hari pertama acara World Book Day 2006 Indonesia yang berlangsung di Departemen Pendidikan Nasional. Stan dari [solid] dan Mapala UI bisa dikatakan paling unik. Karena satu-satunya stan yang memajang sepeda disana 😀 Silahkan mampir untuk mendapatkan informasi lebih banyak seputar program Sepeda untuk Sekolah!