Ciputat. Pagi sekitar jam delapan. Tumben jalan tidak terlalu macet. Kali ini mampir ke rumah Yayak M. Saat untuk mengambil sepeda yang didonasikan untuk Program Sepeda untuk Sekolah. Sampai di lokasi masih sempat ketemu dengan mas Yayak dan langsung disuguhi teh manis panas. Ah…pas sekali dengan suasana asri dari rumahnya ๐ Setelah ngobrol panjang lebar ternyata terungkap kalau mas Yayak ini adalah salah satu sosok sentral dibalik pembuatan Buku 40 Tahun Mapala UI. Buku setebal 240 halaman dilengkapi foto-foto hitam putih ini baru saja diterbitkan awal tahun 2005. Jika anda pernah aktif atau mengetahui keluarga/teman yang pernah berkecimpung dalam Mapala UI, wajib hukumnya mendapatkan buku yang penuh cerita serta kenangan ini. Ingin beli? silahkan hubungi 0811 946081
Siang hari bertempat di Indonesia Book Fair 2005 janjian dengan Clara dari Media Indonesia. Sekalian ingin mengenalkan teman-teman dari Forum Indonesia Membaca (FIM) yang dalam pameran buku kali ini mengadakan satu program spesial. Bersama penyelenggara, mereka membuat satu program pengumpulan buku-buku yang nantinya akan dikirim ke Aceh. ‘Lumbung Buku’ atau tempat drop bukunya bisa anda lihat di bagian informasi sebelah kanan setelah masuk pintu utama di depan.
[solid] juga ikut mendukung program ini dengan menyisihkan penjualan gelang merah yang disediakan di stan FIM untuk penyaluran buku-buku yang terkumpul ke Aceh. Jadi jangan lupa untuk mampir ke Indonesia Book Fair. Ada dua bantuan yang bisa dilakukan. Pertama sambil membeli buku-buku bagus yang lagi diskon, beli juga tambahan satu-dua buku yang bisa anda sumbangkan alias drop di lumbung buku. Atau mampir ke stan FIM (no. 25A). Beli gelang [solid] sekaligus tanya lebih jauh seputar program yang mereka lakukan. Pamerannya sampai hari Minggu nanti.


Suatu kehormatan dan kebahagian bagi tim [solid] untuk sekali lagi bisa dibantu oleh Bobon dan Arya pada kunjungan kedua ke 
Pagi ini bertemu dengan Poetry, putri dari keluarga Herryzon Azis. Walaupun sedang tugas di Davao City, Filipina, Herryzon menghubungi kami untuk menyampaikan niatnya membantu program Sepeda untuk Sekolah. Dia mengatakan bahwa di rumahnya ada sepeda yang bisa diambil untuk disumbangkan dalam program tersebut. Yang lebih menggembirakan lagi bagi program ini adalah disamping sumbangan dalam bentuk sepeda terdapat juga donasi dalam bentuk lain yang dititipkan Herryzon melalui Poetry. 