Lollypop Sunter Peduli

Ms. Surya (panggilan murid-muridnya) ๐Ÿ™‚ dari Lollypop Preschool Sunter menghubungi kami seputar bantuan yang mereka ingin berikan kepada [solid]. Setelah kontak beberapa kali, akhirnya sampailah kami di Jl. Agung Perkasa X Blok J-7 No.9-11. Sunter Agung Podomoro. Untung pagi ini kita datang menggunakan mobil Carry, karena bantuan yang diberikan ternyata banyak sekali!

lollypopPEDULI2Senang rasanya melihat kepedulian dari orang tua, murid dan para pengurus sekolah yang saling bersinergi untuk bisa membantu anak-anak yang membutuhkan. Dan pas sekali. Barang-barang yang disumbangkan memang sesuai dengan kebutuhkan anak-anak. Karena ini merupakan preschool, maka barang yang disumbangkan juga tidak jauh-jauh dari yang namanya mainan, pakaian anak dan bayi, permainan sampai ada yang mendonasikan sepeda kecil berwarna merah muda :D. Pagi tadi langsung kami datang mengambil donasi yang dibantu dan disaksikan oleh Ms. Surya, Ms. Maro, Ms. Indira, Ms. Christine dan Ms. Vashti.

Tidak lupa sebagai tanda bukti penyerahan bantuan, mereka berlima di foto dengan beberapa boneka yang menjadi perwakilan barang-barang yang disumbangkan. Dapat dilihat pengorbanan yang dilakukan oleh para murid untuk mau boneka atau mainannya disumbangkan, mudah-mudahan akan bisa menumbuhkan rasa kepedulian dari si anak sejak dini. Diharapkan bibit kepedulian ini bisa berlanjut dan membawa manfaat di masa yang akan datang.

Jika diperhatikan, ternyata banyak juga barang-barang yang sudah ditinggal bosan oleh anak-anak kita yang bisa didonasikan. Paling tidak dengan mengumpulkan barang yang tidak terpakai ini tidak hanya ruangan menjadi lebih lega, tapi juga bisa membantu mereka yang membutuhkan. Seru juga jika anda bisa mengkoordinir pengumpulan barang-barang tersebut diantar orang tua lain di sekolah anak anda. Sedikit-sedikit saja. Mungkin setiap bulan dengan tema yang berbeda. Misalnya bulan ini pengumpulan barang dengan tema boneka. Bulan depan temanya alat gambar. Ingat. Jika yang sedikit ini banyak dilakukan oleh yang lain, maka tentunya akan lebih berguna dan bermanfaat!

Donasi yang disalurkan kepada [solid]:
Bahan makanan/minuman yang terdiri dari sejumlah dus berisi mie instan dan snack kering. Minuman/susu segar 35 buah. Kue bolu lapis 1 kotak. Susu kaleng 24 buah. Mainan anak-anak berupa Sepeda, piring 29 buah, boneka 23 buah dan sejumlah permainan anak. Serta pakaian bayi dan anak yang berjumlah 499 buah.

Lumba-Lumba dan Mapala

bennyCILINCING

Fotografer yang sedang becanda dengan para anak-anak pada foto diatas ini bernama Benny. Lengkapnya Benny Haryanto yang merupakan salah satu finalis [solid] photographyCONTEST’05. Sekedar kilas balik. Para finalis dari lomba foto tersebut masing-masing mendapat hadiah berupa 5 juta rupiah yang diwujudkan dalam bentuk bantuan pendidikan. Dimana bantuan tersebut bebas mereka salurkan ke individu, komunitas, organisasi atau sekolah yang dipilih.

Pagi tadi kami berkunjung ke Sekolah Lumba-Lumba yang ada di Gang BS, Jl. Kali Baru Timur IV, Cilincing, Jakarta Utara. Sekolah inilah yang merupakan tempat pilihan Benny untuk menyalurkan donasi hasil lomba foto. Ternyata sahabat kita yang satu ini tidak hanya berhenti membantu dengan menyalurkan ‘hadiah’ lomba yang dia raih. Bersama teman-teman kantornya di Plasmedia, mereka sepakat melakukan satu kegiatan sosial yang bertujuan untuk memberikan bantuan lebih banyak lagi kepada anak-anak di Sekolah ini.

Salah satu bentuk bantuan yang mereka lakukan selain mengumpulkan barang bantuan juga membeli gelang merah [solid] :D. Dimana khusus hasil penjualan gelang [solid] yang dibeli oleh para sahabat di Plasmedia, kami salurkan untuk membantu kegiatan sosial mereka ini. Terima kasih atas kepercayaannya sahabat!

Senang sekali melihat kepedulian Benny dan teman-teman kantornya. Mereka tidak hanya sekedar datang drop bantuan dan pergi. Tetapi juga sudah menyiapkan hiburan bagi anak-anak tersebut. Tentunya senang sekali anak-anak ini melihat kakak-kakaknya yang sudah sukses ternyata masih ingat dengan mereka yang ada di pinggir laut. Satu kegiatan kecil, sederhana, namun amat sangat menyentuh bagi mereka yang dibantu.

Lingkungan sekitar anak-anak Sekolah Lumba-Lumba ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Lokasi sekolah berada di ujung gang. Beberapa meter saja dari pinggir laut. Diantara padatnya rumah penduduk. Dan padat disini adalah benar-benar berdempet satu sama lain. Disekitarnya dialiri air selokan yang hitam. Udara disekitar pelabuhan yang penuh dengan polusi. Tapi senangnya adalah bisa melihat anak-anak ini tertawa dan bermain. Tidak masalah lingkungan seperti apa. Dalam pikiran mereka mungkin tempat bersekolah dan bermain ini sudah merupakan satu kondisi yang normal yang harus dilalui.

Pastinya sangat mudah dan tidak perlu susah-susah untuk bisa melakukan perubahan. Bersama teman-teman di kantor, anda bisa saweran setiap bulan. 10 sampai 20 ribu setiap orang dan setiap bulan rasanya tidak terlalu berat. Anda kumpulkan, wujudkan dan salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Secara langsung ini juga merupakan investasi untuk menyiapkan masyarakat yang lebih baik di masa yang akan datang. Tempat anak dan cucu kita hidup berkembang ๐Ÿ™‚

mapalaPEDULI Sorenya memenuhi undangan Wening dan Yusuf dari Mapala UI. Bertempat di Taman FE UI Salemba, mereka mengadakan acara 41 tahun Mapala UI. Temanya Renik Manikam. Pada acaranya ini juga ada dilakukan sosialisasi dan perkembangan Program Sepeda untuk Sekolah yang sedang dilakukan oleh mereka, [solid] dan Instran. Sejauh ini sepertinya sesuai dengan rencana. Target donasi yang terkumpul agaknya bisa segera terwujud. Dan penyerahan sepeda tersebut akan dilakukan tanggal 23 di Gunung Kidul, Yogyakarta. Jangan lupa untuk menantikan laporan perkembangannya.

Perkembangan Cirampo

“Saya ingin menjadi TNI!,” kata anak laki-laki dengan pipi tembem yang duduk paling belakang. “Kalau saya ingin jadi guru,” jawab anak perempuan cantik berjilbab yang duduk di barisan depan. Inilah jawaban yang saya dapatkan ketika bertanya kepada Yuda dan Vega, apa cita-cita mereka. Keduanya masih duduk di kelas 3, andai anda bisa melihat mata dan raut wajah mereka, terpancar semangat yang luar biasa tinggi. Hal ini sungguh membuat saya terharu ketika melihat kenyataan yang ada dalam hidup sebagian besar anak-anak di sekolah ini.

Rata-rata murid yang ingin bersekolah harus jalan menanjaki jalan berbatu selama 1-2 jam untuk bisa belajar dan bermain bersama teman-temannya (Waktu yang biasa saya tempuh jika pergi dari rumah ke arah pusat kota. Itupun masih dibantu dengan mobil plus AC). Jarak antara jalan raya dan sekolah mereka yang ada di atas diantara pegunungan kapur ini sekitar 10 km. Para orang tua mereka sebagian besar berprofesi sebagai pembuat tusuk sate. Benar sekali, tusuk sate yang biasa kita lihat di tukang sate pinggir jalan. Dan kenyataan paling pahit adalah sebagian besar dari mereka tidak akan melanjutkan pendidikannya ke SMP karena faktor ekonomi dari orang tua tersebut.

Tapi kami masih melihat banyak harapan untuk anak-anak ini. Paling tidak kita bisa memulai dari yang ada. Dan yang terpenting kita harus memulai saat ini juga. Dimana anak-anak masih bisa menikmati pertemanan dan kasih sayang dari para guru. Bersama pihak sekolah dan masyarakat sekitar yang sangat peduli dengan nasib anak-anak ini, [solid] memutuskan untuk membantu orang-orang baik (dan berdedikasi!) ini menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak didik mereka.

Tanggal 15 November yang lalu kami memulai satu program kecil yang dinamakan Program Bangun Kelas. Sesuai dengan judulnya, tujuan dari program ini untuk membantu SD Cirampo di Desa Padabeunghar dalam menyediakan ruang kelas bagi murid-muridnya. Maklum sampai saat ini dalam satu ruangan ada dua bagian murid-murid dari dua kelas berbeda yang harus berbagi dengan dipisahkan oleh pembatas.

kelasCIRAMPO

Hanya dengan kepedulian, semangat dan kerja keras dari semua pihak. pada hari ini yang merupakan hari ke 28 pembangunan ruang kelas tersebut, hasilnya sungguh luar biasa. Sekedar catatan, estimasi pembangunan tiga ruang kelas ini kami anggarkan sekitar 35 juta rupiah. Berkat bantuan yang telah anda berikan melalui kampanye [solid] ditambah bantuan dari masyarakat setempat, sepertinya pembangunan ruang kelas ini akan selesai tepat pada waktunya tanggal 27 Desember nanti.

Foto dibawah ini diambil pada lokasi saat kami memulai program pada tanggal 15 November :
fasePERTAMA

Nah foto berikut diambil tadi siang pada saat kami melakukan evaluasi pembangunan ruang kelas tersebut. Tanah kosong sudah terisi dengan ruang kelas yang siap diisi oleh para calon pemimpin bangsa Indonesia ๐Ÿ˜€
faseKEDUA

Tuhan selalu memberikan jalan bagi mereka yang ingin membantu. Terbukti dari lancarnya pembangunan ruang kelas tersebut. Hasil ini merupakan karya nyata dari kerja keras dan komitmen dari para guru dan masyarakat sekitar untuk mau, bahu membahu membangun sekolah menjadi tempat yang layak bagi anak-anak mereka. Tidak salah walapun terletak nun jauh diatas, sekolah ini merupakan satu tempat berisikan orang-orang yang luar biasa. Terbukti ketika sedang jalan diantara dinding kelas tedapat satu kertas putih bertuliskan spidol hitam yang berbunyi “Hanya Hati yang Bersih yang Sanggup Menerima Tantangan.”

Tantangan selanjutnya dari [solid] adalah mencari jalan dan bantuan dalam mengisi ruang kelas tadi dengan kursi meja sekolah, alat pendukung sekolah dan buku-buku bacaan untuk perpustakaan kecil baru ini. Jika anda mau atau mengenal orang yang bisa membantu mereka, jangan ragu untuk menghubungi kami. Sekecil apapun bantuan yang diberikan…kami yakinkan, akan sangat berarti bagi mereka.

Lokasi SD Cirampo di Desa Padabeunghar. Kecamatan Jampang Tengah. Kabupaten Sukabumi.

Donasi Ericsson

Setiap kali berkunjung ke lantai 11 gedung Ericsson di daerah Pondok Indah, selalu saja ada kejutan dari teman-teman disana. Sesuai janji dengan Astrid, sehabis Jum’atan kita datang untuk menindaklanjuti rencana bantuan yang akan diberikan pihak Ericsson.

Pada tanggal 11 November yang lalu atas inisiatif dari Dewi Widiyanti, teman-teman di Ericsson ingin membantu kampanye [solid] dengan membeli gelang merah [solid]. Ide ini juga akhirnya dijadikan sebagai kegiatan sosial dari perusahaan. Dimana jumlah hasil pembelian gelang dari para karyawan selama satu minggu akan ditambahkan oleh pihak perusahaan untuk dijadikan satu donasi ke salah satu program [solid].

Serunya lagi, mereka mengadakan lomba foto seputar gelang [solid] diantara para karyawan. Bisa dilihat pose-pose seru dari mereka disini!

Hari inilah serah terima bantuan yang sudah disiapkan Ericsson, yang penyerahannya diwakilkan oleh Dewi dan Mance. Jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp.14 juta. Dan…ada kejutan tambahannya. Ternyata mereka juga menyumbangkan seragam-seragam sekolah lengkap! Ini namanya rezeki yang tidak terhingga jumlahnya. Sudah dapat bantuan, ditambah pula bantuan yang lain.

bantuanERICSSON

[solid] sangat berterima kasih atas segala kepercayaan, dukungan dan bantuan yang diberikan oleh para sahabat yang bekerja di Ericsson dan tentunya bagi pihak perusahaan yang sudah ikut menambahkan bantuan. Terima kasih Dewi ๐Ÿ™‚ dari dialah awal mula semua ini bisa terealisasi. Kita sudah bisa membayangkan betapa bantuan ini akan membuat bahagia para guru dan anak-anak yang menerimanya. Sekali lagi, terima kasih sahabat.

Rencananya bersama Dewi dan tim, minggu depan kita akan menyalurkan bantuan tersebut di Bogor. Jadi nantikan laporan pandangan matanya ๐Ÿ˜€

Sepeda dan Pameran Buku

yayakPEDULI Ciputat. Pagi sekitar jam delapan. Tumben jalan tidak terlalu macet. Kali ini mampir ke rumah Yayak M. Saat untuk mengambil sepeda yang didonasikan untuk Program Sepeda untuk Sekolah. Sampai di lokasi masih sempat ketemu dengan mas Yayak dan langsung disuguhi teh manis panas. Ah…pas sekali dengan suasana asri dari rumahnya ๐Ÿ˜€ Setelah ngobrol panjang lebar ternyata terungkap kalau mas Yayak ini adalah salah satu sosok sentral dibalik pembuatan Buku 40 Tahun Mapala UI. Buku setebal 240 halaman dilengkapi foto-foto hitam putih ini baru saja diterbitkan awal tahun 2005. Jika anda pernah aktif atau mengetahui keluarga/teman yang pernah berkecimpung dalam Mapala UI, wajib hukumnya mendapatkan buku yang penuh cerita serta kenangan ini. Ingin beli? silahkan hubungi 0811 946081

Siang hari bertempat di Indonesia Book Fair 2005 janjian dengan Clara dari Media Indonesia. Sekalian ingin mengenalkan teman-teman dari Forum Indonesia Membaca (FIM) yang dalam pameran buku kali ini mengadakan satu program spesial. Bersama penyelenggara, mereka membuat satu program pengumpulan buku-buku yang nantinya akan dikirim ke Aceh. ‘Lumbung Buku’ atau tempat drop bukunya bisa anda lihat di bagian informasi sebelah kanan setelah masuk pintu utama di depan.

fimPEDULI

[solid] juga ikut mendukung program ini dengan menyisihkan penjualan gelang merah yang disediakan di stan FIM untuk penyaluran buku-buku yang terkumpul ke Aceh. Jadi jangan lupa untuk mampir ke Indonesia Book Fair. Ada dua bantuan yang bisa dilakukan. Pertama sambil membeli buku-buku bagus yang lagi diskon, beli juga tambahan satu-dua buku yang bisa anda sumbangkan alias drop di lumbung buku. Atau mampir ke stan FIM (no. 25A). Beli gelang [solid] sekaligus tanya lebih jauh seputar program yang mereka lakukan. Pamerannya sampai hari Minggu nanti.

Sebuah Persahabatan

Sabtu ini menjadi salah satu hari yang patut disyukuri. Bermula dari email Sepriyany beberapa hari yang lalu. Dia ingin mengajak ketemuan, yang ternyata…berbuah segudang bantuan! Apalagi setelah tahu dibalik pertemuan tadi sore berkat informasi yang diberikan Ardy. Terima kasih bro ๐Ÿ™‚

Ardy, Sepriyany dan teman-teman lulusan di MM-BiNus setiap dua bulan selalu punya agenda kumpul-kumpul plus arisan. Sedikit spesial untuk acara kumpul kali ini, mereka mengajak [solid] untuk bisa mampir dan memberikan sedikit gambaran seputar kampanye yang sedang kita lakukan.

Terus terang kaget dengan hadirnya banyak orang (dari email Sepriyany saya pikir hanya beberapa orang saja ketemuannya) dan tambahan grogi sedikit, akhirnya kita ngobrol seputar program apa yang sedang berjalan dan apa yang bisa mereka bantu.

mmbinusPEDULI

Untungnya mereka memberikan tanggapan yang positif. Karena selain donasi yang langsung mereka lakukan dengan membeli gelang [solid], ternyata sudah disiapkan juga beberapa bantuan tambahan. Bantuan tersebut berupa 15 boneka, sembilan buku bacaan dan satu mug lucu ๐Ÿ˜€ Sama sekali tidak mengira bisa mendapat bantuan tersebut.

Para sahabat baru dari [solid] ini telah memperlihatkan bentuk kepedulian nyata yang ditumbuhkan dari eratnya sebuah persahabatan. Suatu bantuan kongkrit yang bisa dilakukan melalui hal-hal yang sederhana seperti menyisihkan sebagian rezeki yang kita sudah peroleh. Karena dengan dilakukan bersama sahabat yang lain maka bantuan kecil tersebut akan bertambah menjadi sebuah bantuan yang amat sangat berarti bagi anak-anak Indonesia.

Terima kasih sahabat. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan. Kalian telah membuat anak-anak yang kurang beruntung bisa tersenyum lagi bermain dengan boneka-boneka lucu ini. Sangat berharap bisa bertemu lagi di pertemuan yang akan datang.

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari setiap 100 orang miskin Indonesia, 52 tidak mendapatkan akses air bersih!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia