Hari Ibu

Tidak ada kata
Tidak ada perbuatan
Yang bisa melukiskan dan membalas kasih sayang seorang Ibu
Selamat Hari Ibu. Doa kami selalu untukmu…

Thesis Irene

Pertama kali kita bertemu waktu itu bulan May. Lokasinya di Bakoel Koffie Cikini. Merupakan malam rutin drop stok gelang [solid] di Bakoel Cikini. Hari apa ya? Sepertinya sih hari Kamis. Biar pada saat akhir pekan stok gelangnya masih cukup banyak. Soalnya dulu di Cikini merupakan salah satu tempat yang paling cepat habis stok gelang [solid] 😀

Nah, pertemuan kita dengan Irene Sutanto malam itu untuk mendengar penjelasan dia seputar keinginannya mengangkat kampanye [solid] sebagai materi thesis untuk mengambil S2. Tentu saja kita kaget, karena kampanye baru berjalan beberapa bulan dan bisa dibilang dibanding yayasan atau organisasi sosial lainnya kita masih bayi sekali umurnya. Tapi Irene meyakinkan kalau ini sudah menjadi pilihan pastinya dan dia ingin sekali bisa membantu [solid] dengan menjadikannya sebagi thesis.

Tujuh bulan kemudian. Irene akhirnya wisuda untuk keberhasilannya meraih Master of`Arts in Communication Studies, melalui thesis-nya yang berjudul “The Implement of Wristband Support as a Medium of Communication. Case Study: [solid] Wrsitband of Yayasan Tunas Cendekia.”

ireneTHESIS

Secara khusus juga kita janjian ketemu siang tadi di Scoops, dimana Irene memberikan kejutan berupa kotak spesial berwarna merah dengan pita merah putih. Isinya tidak lain tidak bukan, thesis yang amat sangat membanggakan ini. Dia sampai bilang waktu minta dibungkus dengan warna merah putih, orang yang membungkus becanda dengan bilang kado ini buat Pak SBY ya :D. Jangan salah. Yang satu ini khusus untuk anak-anak Indonesia.

Saya sendiri sampai kehilangan kata-kata ketika melihat thesis yang betul-betul ada tulisan [solid]. Suatu kehormatan dan kebanggaan yang amat sangat bagi [solid] mendapat begitu banyak bantuan dan kepercayaan dari Irene. Bisa dibayangkan betapa banyaknya pengaruh proses pengerjaaan thesis ini kepada suksesnya kampanye [solid]. Berapa banyak orang yang menjadi tahu akan kampanye ini. Dan berapa banyak anak-anak yang akhirnya bisa terbantu dari sebuah proses penulisan. Hasilnya. Luar biasa!

Kepedulian dari Irene bisa dibaca dari kutipan John F. Kennedy yang dia tuliskan di halaman depan thesis-nya yang diberikan kepada [solid].

Let us think of education as the means of developing our greatest abilities, because in each of us, there is a private hope and dream which, fulfilled, can be translated into benefit for everyone and greater strenght for our nation

Lollypop Sunter Peduli

Ms. Surya (panggilan murid-muridnya) 🙂 dari Lollypop Preschool Sunter menghubungi kami seputar bantuan yang mereka ingin berikan kepada [solid]. Setelah kontak beberapa kali, akhirnya sampailah kami di Jl. Agung Perkasa X Blok J-7 No.9-11. Sunter Agung Podomoro. Untung pagi ini kita datang menggunakan mobil Carry, karena bantuan yang diberikan ternyata banyak sekali!

lollypopPEDULI2Senang rasanya melihat kepedulian dari orang tua, murid dan para pengurus sekolah yang saling bersinergi untuk bisa membantu anak-anak yang membutuhkan. Dan pas sekali. Barang-barang yang disumbangkan memang sesuai dengan kebutuhkan anak-anak. Karena ini merupakan preschool, maka barang yang disumbangkan juga tidak jauh-jauh dari yang namanya mainan, pakaian anak dan bayi, permainan sampai ada yang mendonasikan sepeda kecil berwarna merah muda :D. Pagi tadi langsung kami datang mengambil donasi yang dibantu dan disaksikan oleh Ms. Surya, Ms. Maro, Ms. Indira, Ms. Christine dan Ms. Vashti.

Tidak lupa sebagai tanda bukti penyerahan bantuan, mereka berlima di foto dengan beberapa boneka yang menjadi perwakilan barang-barang yang disumbangkan. Dapat dilihat pengorbanan yang dilakukan oleh para murid untuk mau boneka atau mainannya disumbangkan, mudah-mudahan akan bisa menumbuhkan rasa kepedulian dari si anak sejak dini. Diharapkan bibit kepedulian ini bisa berlanjut dan membawa manfaat di masa yang akan datang.

Jika diperhatikan, ternyata banyak juga barang-barang yang sudah ditinggal bosan oleh anak-anak kita yang bisa didonasikan. Paling tidak dengan mengumpulkan barang yang tidak terpakai ini tidak hanya ruangan menjadi lebih lega, tapi juga bisa membantu mereka yang membutuhkan. Seru juga jika anda bisa mengkoordinir pengumpulan barang-barang tersebut diantar orang tua lain di sekolah anak anda. Sedikit-sedikit saja. Mungkin setiap bulan dengan tema yang berbeda. Misalnya bulan ini pengumpulan barang dengan tema boneka. Bulan depan temanya alat gambar. Ingat. Jika yang sedikit ini banyak dilakukan oleh yang lain, maka tentunya akan lebih berguna dan bermanfaat!

Donasi yang disalurkan kepada [solid]:
Bahan makanan/minuman yang terdiri dari sejumlah dus berisi mie instan dan snack kering. Minuman/susu segar 35 buah. Kue bolu lapis 1 kotak. Susu kaleng 24 buah. Mainan anak-anak berupa Sepeda, piring 29 buah, boneka 23 buah dan sejumlah permainan anak. Serta pakaian bayi dan anak yang berjumlah 499 buah.

Lumba-Lumba dan Mapala

bennyCILINCING

Fotografer yang sedang becanda dengan para anak-anak pada foto diatas ini bernama Benny. Lengkapnya Benny Haryanto yang merupakan salah satu finalis [solid] photographyCONTEST’05. Sekedar kilas balik. Para finalis dari lomba foto tersebut masing-masing mendapat hadiah berupa 5 juta rupiah yang diwujudkan dalam bentuk bantuan pendidikan. Dimana bantuan tersebut bebas mereka salurkan ke individu, komunitas, organisasi atau sekolah yang dipilih.

Pagi tadi kami berkunjung ke Sekolah Lumba-Lumba yang ada di Gang BS, Jl. Kali Baru Timur IV, Cilincing, Jakarta Utara. Sekolah inilah yang merupakan tempat pilihan Benny untuk menyalurkan donasi hasil lomba foto. Ternyata sahabat kita yang satu ini tidak hanya berhenti membantu dengan menyalurkan ‘hadiah’ lomba yang dia raih. Bersama teman-teman kantornya di Plasmedia, mereka sepakat melakukan satu kegiatan sosial yang bertujuan untuk memberikan bantuan lebih banyak lagi kepada anak-anak di Sekolah ini.

Salah satu bentuk bantuan yang mereka lakukan selain mengumpulkan barang bantuan juga membeli gelang merah [solid] :D. Dimana khusus hasil penjualan gelang [solid] yang dibeli oleh para sahabat di Plasmedia, kami salurkan untuk membantu kegiatan sosial mereka ini. Terima kasih atas kepercayaannya sahabat!

Senang sekali melihat kepedulian Benny dan teman-teman kantornya. Mereka tidak hanya sekedar datang drop bantuan dan pergi. Tetapi juga sudah menyiapkan hiburan bagi anak-anak tersebut. Tentunya senang sekali anak-anak ini melihat kakak-kakaknya yang sudah sukses ternyata masih ingat dengan mereka yang ada di pinggir laut. Satu kegiatan kecil, sederhana, namun amat sangat menyentuh bagi mereka yang dibantu.

Lingkungan sekitar anak-anak Sekolah Lumba-Lumba ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Lokasi sekolah berada di ujung gang. Beberapa meter saja dari pinggir laut. Diantara padatnya rumah penduduk. Dan padat disini adalah benar-benar berdempet satu sama lain. Disekitarnya dialiri air selokan yang hitam. Udara disekitar pelabuhan yang penuh dengan polusi. Tapi senangnya adalah bisa melihat anak-anak ini tertawa dan bermain. Tidak masalah lingkungan seperti apa. Dalam pikiran mereka mungkin tempat bersekolah dan bermain ini sudah merupakan satu kondisi yang normal yang harus dilalui.

Pastinya sangat mudah dan tidak perlu susah-susah untuk bisa melakukan perubahan. Bersama teman-teman di kantor, anda bisa saweran setiap bulan. 10 sampai 20 ribu setiap orang dan setiap bulan rasanya tidak terlalu berat. Anda kumpulkan, wujudkan dan salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Secara langsung ini juga merupakan investasi untuk menyiapkan masyarakat yang lebih baik di masa yang akan datang. Tempat anak dan cucu kita hidup berkembang 🙂

mapalaPEDULI Sorenya memenuhi undangan Wening dan Yusuf dari Mapala UI. Bertempat di Taman FE UI Salemba, mereka mengadakan acara 41 tahun Mapala UI. Temanya Renik Manikam. Pada acaranya ini juga ada dilakukan sosialisasi dan perkembangan Program Sepeda untuk Sekolah yang sedang dilakukan oleh mereka, [solid] dan Instran. Sejauh ini sepertinya sesuai dengan rencana. Target donasi yang terkumpul agaknya bisa segera terwujud. Dan penyerahan sepeda tersebut akan dilakukan tanggal 23 di Gunung Kidul, Yogyakarta. Jangan lupa untuk menantikan laporan perkembangannya.

Perkembangan Cijeruk

Tepat seminggu setelah menerima donasi yang diberikan Ericsson untuk membantu salah satu program [solid], kembali kami datang ke kota hujan, Bogor! Tepatnya di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk dimana SDN Pasir Tengah 01 berlokasi. Sekolah ini menjadi pilihan Ericsson untuk menerima donasi bantuan pendidikan berupa buku-buku pelajaran, alat-alat peraga kelas dan perlengkapan olahraga.

Kedatangan rombongan yang diwakilkan oleh Dewi, Desi, Wawa, Meti dan Mance langsung disambut dengan nyanyian para anak-anak yang sudah berjejer rapi diantara gang masuk ke sekolah. Mereka memang paling senang untuk bisa bertemu dengan orang-orang baru. Terbukti suasana menjadi heboh ketika Dewi dan rombongan foto bersama dengan anak-anak ini 😀

ericssonCIJERUK

Kedatangan kali ini sungguh amat berarti tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi para guru. Setelah selesai foto dan tanya jawab dengan para murid, kami berkumpul di ruangan kelas 5 untuk berdialog dengan para gurunya. Ibu Ray sebagai kepala sekolah membagi pengalaman suka dan duka dalam mengajar di sekolah yang bisa dikatakan amat sangat memprihatinkan ini. Kalau diperhatian sepanjang pembicaraan dengan para guru, terlihat dengan jelas betapa pedulinya mereka ini kepada anak muridnya.

Sekedar gambaran dari SDN Pasir Tengah 01. Mereka hanya mempunyai 4 ruang kelas yang berjejer. Dimana antara kelas 3, 4 dan 6 sekat pembatas sudah banyak yang bolong. Hanya kelas 5 yang keadaan ruangannya tertutup. Sehingga anda dari kelas 6 bisa melihat apa yang dikerjakan murid dan gurunya yang ada di kelas 3. Bayangkan jika kelas 4 sedang konsentrasi belajar Matematika. Tiba-tiba murid-murid kelas 3 asyik berlatih menyanyi pada pelajaran kesenian. Yang ada para guru harus saling bermain mata memberi tanda untuk bisa bergantian ketika akan menerangkan pelajarannya. Keadaan inipun masih diperparah dengan kondisi atap yang juga banyak lubangnya. Dapat anda tebak sendiri. Misbar alias kalau gerimis kelas bubar jalan.

Jejeran kelas tadi berlokasi dibawah. Tapi kalau kita kembali ke ujung gang tempat masuk ke sekolah terdapat satu ruang kelas lagi yang diisi oleh kelas 1 dan 2. Karena hanya ada satu ruang terpaksa dua kelas ini harus berbagi. Ruang yang kiri kanan depan belakang atas dilapisi seng dulunya merupakan gudang pupuk. Jadi harap maklum kalau kondisinya sekali lagi memprihatinkan. Karena kekurangan ruangan tadi akhirnya pihak sekolah meminjam gudang ini untuk dijadikan satu ruang kelas tambahan dan satu ruang lagi untuk TK.

Tapi justru dengan keadaaan inilah para guru tidak putus asa untuk selalu mencari cara agar anak-anak didiknya bisa menyelesaikan sekolahnya untuk bisa naik ke SMP. Anak-anak yang bersekolah di tempat ini rata-rata orang tuanya berprofesi sebagai petani atau pedagang bunga. Mereka amat beruntung mempunyai para guru yang penuh kasih sayang berdedikasi tinggi untuk terus menyemangati walapun sekolah yang mereka tempati bukanlah satu tempat yang ideal untuk belajar.

Anda sudah membuktikannya sendiri. Teman-teman Ericsson juga sudah melihatnya langsung. Ketika bantuan yang kita keluarkan, sekecil apapun nilai atau wujudnya. Jika dilakukan bersama keluarga dan teman, amat sangat berarti bagi anak yang masih harus berjalan 4 KM untuk datang ke sekolah ini. Uang 10 ribu yang telah anda keluarkan ternyata menjadi amat berharga ketika berubah wujud menjadi satu buku pelajaran untuk modal mereka belajar. Terima kasih sahabat. Terima kasih. Tolong jangan pernah berhenti membantu mereka…

Bagi yang ingin melihat bantuan atau memberikan bantuan tambahan silahkan menghubungi kami atau bisa langsung juga ke Ibu Vivin 081808965919. Lokasi SDN Pasir Tengah 01 ada di Jl Pondok Bitung, Kp. Pasir Tengah RT11/03, Ds. Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sebagai Kepala Sekolah Ibu Siti Rayhana.

Perkembangan Cirampo

“Saya ingin menjadi TNI!,” kata anak laki-laki dengan pipi tembem yang duduk paling belakang. “Kalau saya ingin jadi guru,” jawab anak perempuan cantik berjilbab yang duduk di barisan depan. Inilah jawaban yang saya dapatkan ketika bertanya kepada Yuda dan Vega, apa cita-cita mereka. Keduanya masih duduk di kelas 3, andai anda bisa melihat mata dan raut wajah mereka, terpancar semangat yang luar biasa tinggi. Hal ini sungguh membuat saya terharu ketika melihat kenyataan yang ada dalam hidup sebagian besar anak-anak di sekolah ini.

Rata-rata murid yang ingin bersekolah harus jalan menanjaki jalan berbatu selama 1-2 jam untuk bisa belajar dan bermain bersama teman-temannya (Waktu yang biasa saya tempuh jika pergi dari rumah ke arah pusat kota. Itupun masih dibantu dengan mobil plus AC). Jarak antara jalan raya dan sekolah mereka yang ada di atas diantara pegunungan kapur ini sekitar 10 km. Para orang tua mereka sebagian besar berprofesi sebagai pembuat tusuk sate. Benar sekali, tusuk sate yang biasa kita lihat di tukang sate pinggir jalan. Dan kenyataan paling pahit adalah sebagian besar dari mereka tidak akan melanjutkan pendidikannya ke SMP karena faktor ekonomi dari orang tua tersebut.

Tapi kami masih melihat banyak harapan untuk anak-anak ini. Paling tidak kita bisa memulai dari yang ada. Dan yang terpenting kita harus memulai saat ini juga. Dimana anak-anak masih bisa menikmati pertemanan dan kasih sayang dari para guru. Bersama pihak sekolah dan masyarakat sekitar yang sangat peduli dengan nasib anak-anak ini, [solid] memutuskan untuk membantu orang-orang baik (dan berdedikasi!) ini menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak didik mereka.

Tanggal 15 November yang lalu kami memulai satu program kecil yang dinamakan Program Bangun Kelas. Sesuai dengan judulnya, tujuan dari program ini untuk membantu SD Cirampo di Desa Padabeunghar dalam menyediakan ruang kelas bagi murid-muridnya. Maklum sampai saat ini dalam satu ruangan ada dua bagian murid-murid dari dua kelas berbeda yang harus berbagi dengan dipisahkan oleh pembatas.

kelasCIRAMPO

Hanya dengan kepedulian, semangat dan kerja keras dari semua pihak. pada hari ini yang merupakan hari ke 28 pembangunan ruang kelas tersebut, hasilnya sungguh luar biasa. Sekedar catatan, estimasi pembangunan tiga ruang kelas ini kami anggarkan sekitar 35 juta rupiah. Berkat bantuan yang telah anda berikan melalui kampanye [solid] ditambah bantuan dari masyarakat setempat, sepertinya pembangunan ruang kelas ini akan selesai tepat pada waktunya tanggal 27 Desember nanti.

Foto dibawah ini diambil pada lokasi saat kami memulai program pada tanggal 15 November :
fasePERTAMA

Nah foto berikut diambil tadi siang pada saat kami melakukan evaluasi pembangunan ruang kelas tersebut. Tanah kosong sudah terisi dengan ruang kelas yang siap diisi oleh para calon pemimpin bangsa Indonesia 😀
faseKEDUA

Tuhan selalu memberikan jalan bagi mereka yang ingin membantu. Terbukti dari lancarnya pembangunan ruang kelas tersebut. Hasil ini merupakan karya nyata dari kerja keras dan komitmen dari para guru dan masyarakat sekitar untuk mau, bahu membahu membangun sekolah menjadi tempat yang layak bagi anak-anak mereka. Tidak salah walapun terletak nun jauh diatas, sekolah ini merupakan satu tempat berisikan orang-orang yang luar biasa. Terbukti ketika sedang jalan diantara dinding kelas tedapat satu kertas putih bertuliskan spidol hitam yang berbunyi “Hanya Hati yang Bersih yang Sanggup Menerima Tantangan.”

Tantangan selanjutnya dari [solid] adalah mencari jalan dan bantuan dalam mengisi ruang kelas tadi dengan kursi meja sekolah, alat pendukung sekolah dan buku-buku bacaan untuk perpustakaan kecil baru ini. Jika anda mau atau mengenal orang yang bisa membantu mereka, jangan ragu untuk menghubungi kami. Sekecil apapun bantuan yang diberikan…kami yakinkan, akan sangat berarti bagi mereka.

Lokasi SD Cirampo di Desa Padabeunghar. Kecamatan Jampang Tengah. Kabupaten Sukabumi.

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari setiap 100 orang miskin Indonesia, 50 tinggal di daerah yang tidak terdapat SMP!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia