Perkembangan Cijeruk

Tepat seminggu setelah menerima donasi yang diberikan Ericsson untuk membantu salah satu program [solid], kembali kami datang ke kota hujan, Bogor! Tepatnya di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk dimana SDN Pasir Tengah 01 berlokasi. Sekolah ini menjadi pilihan Ericsson untuk menerima donasi bantuan pendidikan berupa buku-buku pelajaran, alat-alat peraga kelas dan perlengkapan olahraga.

Kedatangan rombongan yang diwakilkan oleh Dewi, Desi, Wawa, Meti dan Mance langsung disambut dengan nyanyian para anak-anak yang sudah berjejer rapi diantara gang masuk ke sekolah. Mereka memang paling senang untuk bisa bertemu dengan orang-orang baru. Terbukti suasana menjadi heboh ketika Dewi dan rombongan foto bersama dengan anak-anak ini ๐Ÿ˜€

ericssonCIJERUK

Kedatangan kali ini sungguh amat berarti tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi para guru. Setelah selesai foto dan tanya jawab dengan para murid, kami berkumpul di ruangan kelas 5 untuk berdialog dengan para gurunya. Ibu Ray sebagai kepala sekolah membagi pengalaman suka dan duka dalam mengajar di sekolah yang bisa dikatakan amat sangat memprihatinkan ini. Kalau diperhatian sepanjang pembicaraan dengan para guru, terlihat dengan jelas betapa pedulinya mereka ini kepada anak muridnya.

Sekedar gambaran dari SDN Pasir Tengah 01. Mereka hanya mempunyai 4 ruang kelas yang berjejer. Dimana antara kelas 3, 4 dan 6 sekat pembatas sudah banyak yang bolong. Hanya kelas 5 yang keadaan ruangannya tertutup. Sehingga anda dari kelas 6 bisa melihat apa yang dikerjakan murid dan gurunya yang ada di kelas 3. Bayangkan jika kelas 4 sedang konsentrasi belajar Matematika. Tiba-tiba murid-murid kelas 3 asyik berlatih menyanyi pada pelajaran kesenian. Yang ada para guru harus saling bermain mata memberi tanda untuk bisa bergantian ketika akan menerangkan pelajarannya. Keadaan inipun masih diperparah dengan kondisi atap yang juga banyak lubangnya. Dapat anda tebak sendiri. Misbar alias kalau gerimis kelas bubar jalan.

Jejeran kelas tadi berlokasi dibawah. Tapi kalau kita kembali ke ujung gang tempat masuk ke sekolah terdapat satu ruang kelas lagi yang diisi oleh kelas 1 dan 2. Karena hanya ada satu ruang terpaksa dua kelas ini harus berbagi. Ruang yang kiri kanan depan belakang atas dilapisi seng dulunya merupakan gudang pupuk. Jadi harap maklum kalau kondisinya sekali lagi memprihatinkan. Karena kekurangan ruangan tadi akhirnya pihak sekolah meminjam gudang ini untuk dijadikan satu ruang kelas tambahan dan satu ruang lagi untuk TK.

Tapi justru dengan keadaaan inilah para guru tidak putus asa untuk selalu mencari cara agar anak-anak didiknya bisa menyelesaikan sekolahnya untuk bisa naik ke SMP. Anak-anak yang bersekolah di tempat ini rata-rata orang tuanya berprofesi sebagai petani atau pedagang bunga. Mereka amat beruntung mempunyai para guru yang penuh kasih sayang berdedikasi tinggi untuk terus menyemangati walapun sekolah yang mereka tempati bukanlah satu tempat yang ideal untuk belajar.

Anda sudah membuktikannya sendiri. Teman-teman Ericsson juga sudah melihatnya langsung. Ketika bantuan yang kita keluarkan, sekecil apapun nilai atau wujudnya. Jika dilakukan bersama keluarga dan teman, amat sangat berarti bagi anak yang masih harus berjalan 4 KM untuk datang ke sekolah ini. Uang 10 ribu yang telah anda keluarkan ternyata menjadi amat berharga ketika berubah wujud menjadi satu buku pelajaran untuk modal mereka belajar. Terima kasih sahabat. Terima kasih. Tolong jangan pernah berhenti membantu mereka…

Bagi yang ingin melihat bantuan atau memberikan bantuan tambahan silahkan menghubungi kami atau bisa langsung juga ke Ibu Vivin 081808965919. Lokasi SDN Pasir Tengah 01 ada di Jl Pondok Bitung, Kp. Pasir Tengah RT11/03, Ds. Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sebagai Kepala Sekolah Ibu Siti Rayhana.

Perkembangan Cirampo

“Saya ingin menjadi TNI!,” kata anak laki-laki dengan pipi tembem yang duduk paling belakang. “Kalau saya ingin jadi guru,” jawab anak perempuan cantik berjilbab yang duduk di barisan depan. Inilah jawaban yang saya dapatkan ketika bertanya kepada Yuda dan Vega, apa cita-cita mereka. Keduanya masih duduk di kelas 3, andai anda bisa melihat mata dan raut wajah mereka, terpancar semangat yang luar biasa tinggi. Hal ini sungguh membuat saya terharu ketika melihat kenyataan yang ada dalam hidup sebagian besar anak-anak di sekolah ini.

Rata-rata murid yang ingin bersekolah harus jalan menanjaki jalan berbatu selama 1-2 jam untuk bisa belajar dan bermain bersama teman-temannya (Waktu yang biasa saya tempuh jika pergi dari rumah ke arah pusat kota. Itupun masih dibantu dengan mobil plus AC). Jarak antara jalan raya dan sekolah mereka yang ada di atas diantara pegunungan kapur ini sekitar 10 km. Para orang tua mereka sebagian besar berprofesi sebagai pembuat tusuk sate. Benar sekali, tusuk sate yang biasa kita lihat di tukang sate pinggir jalan. Dan kenyataan paling pahit adalah sebagian besar dari mereka tidak akan melanjutkan pendidikannya ke SMP karena faktor ekonomi dari orang tua tersebut.

Tapi kami masih melihat banyak harapan untuk anak-anak ini. Paling tidak kita bisa memulai dari yang ada. Dan yang terpenting kita harus memulai saat ini juga. Dimana anak-anak masih bisa menikmati pertemanan dan kasih sayang dari para guru. Bersama pihak sekolah dan masyarakat sekitar yang sangat peduli dengan nasib anak-anak ini, [solid] memutuskan untuk membantu orang-orang baik (dan berdedikasi!) ini menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak didik mereka.

Tanggal 15 November yang lalu kami memulai satu program kecil yang dinamakan Program Bangun Kelas. Sesuai dengan judulnya, tujuan dari program ini untuk membantu SD Cirampo di Desa Padabeunghar dalam menyediakan ruang kelas bagi murid-muridnya. Maklum sampai saat ini dalam satu ruangan ada dua bagian murid-murid dari dua kelas berbeda yang harus berbagi dengan dipisahkan oleh pembatas.

kelasCIRAMPO

Hanya dengan kepedulian, semangat dan kerja keras dari semua pihak. pada hari ini yang merupakan hari ke 28 pembangunan ruang kelas tersebut, hasilnya sungguh luar biasa. Sekedar catatan, estimasi pembangunan tiga ruang kelas ini kami anggarkan sekitar 35 juta rupiah. Berkat bantuan yang telah anda berikan melalui kampanye [solid] ditambah bantuan dari masyarakat setempat, sepertinya pembangunan ruang kelas ini akan selesai tepat pada waktunya tanggal 27 Desember nanti.

Foto dibawah ini diambil pada lokasi saat kami memulai program pada tanggal 15 November :
fasePERTAMA

Nah foto berikut diambil tadi siang pada saat kami melakukan evaluasi pembangunan ruang kelas tersebut. Tanah kosong sudah terisi dengan ruang kelas yang siap diisi oleh para calon pemimpin bangsa Indonesia ๐Ÿ˜€
faseKEDUA

Tuhan selalu memberikan jalan bagi mereka yang ingin membantu. Terbukti dari lancarnya pembangunan ruang kelas tersebut. Hasil ini merupakan karya nyata dari kerja keras dan komitmen dari para guru dan masyarakat sekitar untuk mau, bahu membahu membangun sekolah menjadi tempat yang layak bagi anak-anak mereka. Tidak salah walapun terletak nun jauh diatas, sekolah ini merupakan satu tempat berisikan orang-orang yang luar biasa. Terbukti ketika sedang jalan diantara dinding kelas tedapat satu kertas putih bertuliskan spidol hitam yang berbunyi “Hanya Hati yang Bersih yang Sanggup Menerima Tantangan.”

Tantangan selanjutnya dari [solid] adalah mencari jalan dan bantuan dalam mengisi ruang kelas tadi dengan kursi meja sekolah, alat pendukung sekolah dan buku-buku bacaan untuk perpustakaan kecil baru ini. Jika anda mau atau mengenal orang yang bisa membantu mereka, jangan ragu untuk menghubungi kami. Sekecil apapun bantuan yang diberikan…kami yakinkan, akan sangat berarti bagi mereka.

Lokasi SD Cirampo di Desa Padabeunghar. Kecamatan Jampang Tengah. Kabupaten Sukabumi.

Metar dan Naskat Manana. Buru

Laporan perkembangan bantuan solidaritasKEBERSAMAAN yang disalurkan oleh sahabat JRS di Pulau Buru, Ambon, kembali masuk ke inbox melalui email Melani. Salut buat perjuangan JRS yang memang sangat peduli dengan nasib anak-anak pengungsi disana. Mereka memang aktif mengumpulkan dan menyalurkan bantuan dari beberapa pihak. Dukungan dari [solid] diharapkan mampu memperbaiki tingkat pendidikan anak-anak di Pulau Buru.

Lokasi yang mendapat bantuan kali ini ada dua. Pertama adalah Taman Bacaan Dusun Metar, Desa Lele, Kecamatan Mako, Kabupaten Buru. Dari sejumlah buku, 82 buku bacaan hasil bantuan anda disalurkan kepada sekitar 90 anak penghuni tetap Taman Bacaan dari SD Negeri Metar. Ibu Tina Latbua sebagai pengelola Taman Bacaan Metar, terlihat di foto sedang menerima bantuan.

dusunMETAR serahterimaMETAR

Bantuan yang kedua disalurkan ke Perpustakaan Sekolah Naskat Masnana, Desa Elfule, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru. Para murid SD dan SMP Naskat yang berjumlah 150 siswa menerima sejumlah buku, yang 83 judul diantaranya berasal dari bantuan anda. Sahabat solidaritas. Serah terima bantuan dilakukan langsung dengan pengelola perpustakaan Fr. Fabi Msc.

naskatMASNANA serahterimaNASKAT

Terbukti. Sekecil apapun bagian bantuan yang kita lakukan. Jika ternyata bisa mengajak keluarga dan teman lain untuk turut serta. Bantuan yang dikumpulkan bisa membantu mengubah nasib anak-anak Indonesia yang membutuhkan ๐Ÿ™‚

Tiada yang lebih bahagia melihat para anak-anak yang sangat senang melihat buku-buku hasil bantuan anda. Tidak lupa kami juga sangat berterima kasih kepada sahabat yang bertugas menyalurkan bantuan ini agar sampai pada mereka yang membutuhkan. Semoga perjuangan sahabat akan selalu dibantu oleh Yang Maha Kuasa. Amin.

Rumah Dunia. Serang

Bantuan tidak selamanya harus selalu berbentuk materi. Terkadang kehadiran secara fisik akan menyimpan kesan tersendiri bagi mereka yang dikunjungi. Kedua sahabat solidaritas yang turut bersama saya hari ini telah berbaik hati melakukannya. Berbekal ilmu yang dimiliki dan keinginan untuk saling membantu dan berbagi, anda sudah bisa memberikan harapan serta inspirasi kepada anak-anak Indonesia.

bobonaryaPEDULISuatu kehormatan dan kebahagian bagi tim [solid] untuk sekali lagi bisa dibantu oleh Bobon dan Arya pada kunjungan kedua ke Rumah Dunia. Kedatangan kita kali ini tidak hanya untuk memberikan bantuan dalam bentuk materi, melainkan secara khusus mengadakan diskusi santai dengan para relawan Rumah Dunia seputar dunia periklanan. Kebetulan kedua sahabat solidaritas ini memang sudah lama berkecimpung di dunia periklanan. Bukan sebagai model iklan. Tapi praktisi di industri periklanan. Ketika berita ini diturunkan ๐Ÿ˜€ Bobon Kurniawan berkantor di Chuo Senko. Sedangkan Aryanto Nugroho aktif di Leo Burnett Kreasindo.

Bermodalkan ilmu yang dipunyai inilah, mereka ingin membagi ilmu dan pengalaman agar bisa menjadi modal bagi para pengurus dan relawan dalam mengelola Rumah Dunia. Tentu saja kesempatan yang langka ini tidak disia-siakan oleh para sahabat di Rumah Dunia. Sampai-sampai ibunya Gola Gong ikut serta dalam diskusi kecil kita ๐Ÿ™‚ Tidak terasa selama satu jam lebih kita berdiskusi tanpa sadar perut yang sudah keroncongan karena lupa sarapan tadi pagi.

Selesai berdiskusi dilanjutkan dengan serah terima bantuan dari hasil kampanye [solid]. Dukungan yang diberikan kepada Rumah Dunia berupa alat-alat gambar. Maklum karena salah satu program yang paling disukai oleh anak-anak yang dibina adalah program menggambar. Mereka menyebut program ini Wisata Gambar.

keluargaRD

Pensil warna, krayon, cat air, kuas dan lilin bermain menjadi prioritas bantuan yang diwujudkan. Namun ada sedikit tambahan permintaan bantuan lagi yang mendapat perhatian besar dari si kepala keluarga alias Gola Gong. Sejak kemarin sudah berdoa penuh harap agar proyektor yang didambakan bisa terwujud. Untung sahabat solidaritas masih terus berbaik hati memberikan donasi kepada kita. Allah akhirnya menjawab. Kami memberikan tambahan bantuan lagi kepada sahabat di Serang berupa proyektor ๐Ÿ˜€

Selamat berkarya sahabat!

Bagi anda yang ingin berbagi ilmu dengan para pengurus, relawan maupun murid-murid dari Rumah Dunia, silahkan hubungi kami. Atau mau kontak langsung ke mereka? tidak masalah. Komplek Hegar Alam No 40 Ciloang, Serang, 42118 Banten. Tel: 0254 202861. E-mail: rumahdunia@yahoo.com.

Satu lagi berita dari sahabat solidaritas yang banyak membantu kita. Rifat Sungkar. Hari ini dia memastikan menjadi Juara Nasional Rally Indonesia 2005!

SDN Pasir Tengah 01. Bogor

Terletak diatas Kota Bogor, lebih tepatnya di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Bogor, tibalah rombongan bantuan [solid] di SDN Pasir Tengah 01. Pagi ini sedikit istimewa, karena bersama saya ada Fahdya ‘Mance’ Rahman, Vivi dan Windi yang ikut membantu dalam pelaksanaan penyaluran bantuan.

Sebelum detail seputar banyaknya bantuan, ingin sedikit cerita latar belakang dari munculnya [solid] di Bogor. Awalnya adalah Windi yang ketemu dengan saya dan mengatakan kalau kakaknya, Vivin, saat ini sedang bantu mengajar di salah satu sekolah di Bogor. Karena keadaan sekolahnya sudah memprihatinkan dan sudah sejak lama pihak sekolah belum mendapat respon dari berbagai proposal yang dikirim, Windi ingin sekali kita datang untuk melihat keadaan sekolah ini.

Akhir Oktober lalu saya datang bertemu dengan Vivin di lokasi. Setelah melihat dan berbicara dengan kepala sekolah, guru dan para murid, akhirnya mencapai kesepakatan untuk bisa menyisihkan dana [solid] di sekolah tersebut. Bagaimana tidak. Para murid belajar dengan tidak memilki sama sekali buku pelajaran. Di atas mereka atap yang berlubang dan keropos selalu siap mengancam dengan air hujan atau kemungkinan ambruk. Belum lagi kita bisa melihat keadaan tiga kelas secara langsung alias pembatas antar kelas jebol sana-sini.

Awal bantuan yang diberikan kepada SDN Pasir Tengah 01 adalah pengadaan buku-buku pelajaran bagi murid kelas 4, 5 dan 6 yang berjumlah 125 anak. Masing-masing anak dapat disediakan buku pelajaran untuk IPA, IPS, PPKN, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kenapa dikatakan disediakan? Karena buku-buku ini nantinya akan menjadi inventarisasi sekolah. Sehingga bisa dipergunakan untuk generasi berikutnya.

kelasPASIRTENGAH01

Bagi yang ingin melihat bantuan atau memberikan bantuan tambahan silahkan menghubungi kami atau bisa langsung juga ke Ibu Vivin 081808965919. Lokasi SDN Pasir Tengah 01 ada di Jl Pondok Bitung, Kp. Pasir Tengah RT11/03, Ds. Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sebagai Kepala Sekolah Ibu Siti Rayhana.

Satu buku rata-rata seharga dua gelang [solid]. Terima kasih bagi anda yang sudah membeli gelang dan mengajak keluarga atau teman anda untuk ikut serta dalam kampanye ini. Tidak disangka memang buku yang menjadi barang yang langka dan didambakan anak-anak ini ternyata bisa disediakan berkat pembelian gelang [solid]. Terima kasih sahabat ๐Ÿ™‚

Alhilal Migodo. Buru

Laporan perkembangan bantuan [solid] di Pulau Buru, Ambon. Melani dari JRS memberikan perincian bantuan beserta foto-foto dari Dusun Migodo, Desa Unit IV, Kec. Mako. Untuk bantuan kali ini diberikan kepada SD Alhilal Migodo.

1 alhilalmigodoBURU2

Bantuan dari sahabat solidaritas berupa 82 buku bacaan yang diterima oleh Kepala Sekolah langsung, Bapak Gani Nakicit. Kami yakin buku-buku bacaan ini akan memberikan kesenangan tersendiri bagi para murid SD Alhilal. Sampai saat ini saja masih banyak dari kita sangat suka baca buku yang berisikan cerita kartun, fabel, cerita rakyat sampai dengan pengetahuan populer. Bayangkan betapa bahagianya mereka ๐Ÿ˜€

Kita harapkan juga dengan buku-buku bantuan tersebut, beberapa murid disana akan terinspirasi menjadi seorang penulis besar seperti halnya Pramoedya Ananta Toer, yang pernah menjadi tahanan politik di pulau ini.

Bantuan buku-buku bacaan ini masih akan terus berlanjut untuk sekolah-sekolah lain disekitar Pulau Buru. Terima kasih bagi anda yang sudah membantu kampanye [solid]. Bisa dilihat bantuan yang anda lakukan telah mempengaruhi hidup banyak anak-anak yang membutuhkan.

Bantu kami menyebarkan semangat [solid] bagi mereka yang belum tahu…

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari 100 orang miskin Indonesia, 16 tidak bisa baca dan menulis!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia