SDN Palasari III Cijeruk, Bogor

Baru tidur jam empat, eh jam tujuh harus sudah siap di McD Pondok Indah :D Inilah nasib dari Aram, salah satu pengurus Tembok Bomber, yang hari ini khusus kita ajak untuk melihat penyaluran bantuan yang dilakukan di Bogor. Tapi salut, ternyata bisa juga dia meluangkan waktu untuk bisa ikut. Selain Aram, turut serta dalam rombongan kecil kita kali ini, ada Yoki dan Rima.

Tujuan utama perjalanan ke Bogor adalah SDN Palasari III di kecamatan Cijeruk. Tanggal 23 Maret yang lalu saya menulis seputar keadaan sekolah mereka yang memprihatinkan. Salah satu prioritas yang dibutuhkan oleh sekolah ini adalah buku-buku pelajaran. Berkat dukungan dari anda juga sebagai sahabat solidaritas, kita berhasil mengumpulkan cukup dana untuk menyediakan kelas 4, 5 dan 6 buku-buku pelajaran pokok.

serahTERIMA dapatBUKU

Tentunya buku-buku tersebut akan menjadi inventarisasi sekolah yang kelak bisa dipergunakan oleh adik-adik kelas mereka. Geli sekaligus prihatin juga ketika mendengar bapak kepala sekolah memberikan para murid semacam wejangan. Beliau mengingatkan mereka untuk jangan berhenti sekolah hanya karena tidak punya uang, tidak punya seragam atau tidak punya sepatu, dan khususnya bagi para murid laki-laki, beliau mengatakan jangan malas ke sekolah gara-gara sudah bisa ojek motor. Wah murid SD ternyata sudah pinter cari duit dengan ngojek. Pantes saja jadi malas. Yang namanya anak-anak atau orang dewasa, kalau sudah dapat uang gampang pasti bawaannya males :D

Paling tidak kita masih melihat wajah-wajah yang walaupun nakal tapi begitu antusias melihat perhatian yang diberikan kepada mereka dengan adanya buku-buku baru ini. Jangan malas sekolah lagi ya nak…

Setelah menyalurkan bantuan di Palasari, kami bergerak menuju Pasir Tengah. Kunjungan ini berkaitan dengan Aram dan Rima. Bersama mereka, [solid] sedang dalam tahap persiapan untuk membantu ‘menghias’ gedung kelas TK yang baru saja dibangun disana. Sejarahnya begini, dulu ruangan anak-anak TK tersebut menjadi satu bagian dalam lumbung padi yang dipunyai oleh desa tersebut. Dalam foto dibawah ini anda bisa lihat, lumbung padi adalah bangunan sebelah kanan yang ada seng-nya yang sekarang dipakai oleh kelas 1 dan anak-anak TK.

tkdanLUMBUNG

Sekarang telah berdiri sebuah bangunan tidak jauh disamping kirinya untuk menampung anak-anak TK tadi. Kasihan sekali. Bekas lumbung padi yang kanan kiri dan atapnya seng semua ini, ditransfer menjadi sebuah kelas. Bayangkan betapa gerahnya kalau waktu menjelang siang. Bagaikan di oven raksasa katanya. Berkat bantuan dibangunlan bangunan ini. Nah [solid] ingin memberikan semacam bantuan lain yang berupa memberikan gambar-gambar lucu yang bisa di cat atau di pilox pada dinding gedung tersebut. Oleh sebab itu kita mengajak Tembok Bomber yang diwakilkan Aram, dan Rima yang merupakan sahabat solidaritas yang berniat ikut membantu dalam program ini.

Mudah-mudahan akan bisa berhasil programnya. Kita punya target pelaksanaan minggu depan sebelum tanggal 20. Kalau anda ingin turut membantu senang sekali rasanya. Bantuan yang paling diperlukan adalah keperluan alat-alat untuk cat maupun pilox. Hubungi [solid] melalui info@tunascendekia.org atau 0813 1939 2773.

Sepulang dari Bogor saya berkesempatan bertemu dengan Viking. Yang tentunya amat sangat membantu [solid] dengan memberikan informasi seputar gelang kepedulian di situsnya. Jadi banyak orang yang tahu setelah melihat situsnya. Berharap ada satu kesempatan untuk bisa bekerjasama lebih jauh. Salut!

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

72.360!

gelang yang terjual sampai 12 Oktober'17
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia