Jendela Dunia Cibeureum

Buku seringkali diandaikan sebagai sahabat setia. Sahabat yang satu ini katanya tidak pernah mengeluh jika diminta untuk menemani, selalu berbagai cerita maupun informasi disaat kita membutuhkan. Layaknya sahabat sejati, selalu setia menemani kita dalam segala kondisi atau situasi ๐Ÿ™‚

Walaupun memupuk minat baca pada anak-anak bukanlah hal yang mudah, namun keinginan keras dari Kepala Sekolah dan para gurunya di SDN Cibeureum agar para anak didiknya berkembang melalui budaya membaca, membuat [solid] berupaya mewujudkan keinganan tersebut.

perpus CIBEUREUM

Ruangan kecil yang menempati sudut sekolah dan masih terlihat kosong tahap demi tahap akan kami isi dengan bahan-bahan bacaan yang sesuai bagi anak-anak maupun para gurunya. Tahap pertama pemberikan buku telah dilakukan tadi pagi. Buku-buku yang diberikan pada tahap ini menyangkut buku bacaaan pengetahuan bergambar yang bisa dipergunakan sebagai bahan pendampingan untuk kelas seperti sains dan matematika. Para guru diharapkan langsung melihat dan menilai langsung isi buku yang disumbangkan, apakah ada yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat sekitar.

bogor CIBEUREM

Kami sengaja menyediakan buku yang informasinya didalamnya banyak tedapat gambar dan lebih bersifat cerita bergambar. Yang namanya anak-anak, jika disuruh membaca buku yang isinya tulisan semua mungkin sebagian besar akan malas. Namun jika diberikan buku dengan penuh gambar yang menarik dengan tuturan layaknya sebuah komik, masih ada kemungkinan untuk anak tersebut untuk mau membuka dan membacanya.

Segala cara harus selalu kita lakukan agar budaya membaca bisa tumbuh sejak dini bagi anak-anak ini. Buku inilah yang akan mengajak anak-anak berkeliling dunia dengan berbagai cerita dan pesonanya. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh anak-anak Bogor ini dengan situasi perekonomian keluarga yang kurang, bukulah yang akan memberikan mereka harapan dan angan akan masa depan yang lebih baik.

Pelangi dari Muntilan

Pelangi merupakan satu fenomena alam yang begitu indah. Saya selalu terkesan dengan cerita yang mengatakan jika kita mengikuti kemana ujung pelangi berpijak, disanalah sebuah guci berisi emas menunggu.

Mungkin hal ini pula yang ingin dicoba oleh komunitas Rumah Pelangi yang berdomisili di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Mereka berusaha untuk bisa menghasilkan sebuah kumpulan emas kelak yang tentunya bersinar dari para anak-anak yang telah dan sedang terbantu oleh program pendampingan yang mereka lakukan.

Layaknya pelangi, keanekaragaman dari anak-anak Indonesia inilah yang dimasa depan nanti akan menjadi keindahan yang dibanggakan bangsa dan dikagumi masyarakat dunia. Menjadi kepedulian dan tanggungjawab kita bersama untuk bisa membantu tetap bercahayanya unsur-unsur pelangi Indonesia alias para anak Indonesia yang bertebaran di seluruh pelosok Nusantara ๐Ÿ™‚

Gunawan

Siang tadi bertempat di Perpusatakaan Departemen Pendidikan Nasional, saya bertemu dengan Gunawan Julianto. Sebagai koordinator dari program Kumpule Balung Pisah yang merupakan program kemitraan [solid] dengan Rumah Pelangi, beliau menyempatkan untuk secara langsung memberikan laporan lengkap sekaligus membicarakan evaluasi dari program yang telah berlangsung selama tiga bulan tersebut.

hasil PENDEN

Tidak lupa sebagian hasil karya gambar maupun kesenian dibawa ikut serta oleh mas Gunawan untuk dijadikan kenang-kenangan. Sangat menggembirakan melihat laporan rapi dan teratur yang telah disusun oleh Rumah Pelangi selama program. Hal ini tentunya akan menjadi bahan pertimbangan untuk kembalinya [solid] bisa memberikan dukungan untuk program-program yang akan datang.

Sekali lagi terima kasih dan salut untuk mas Gunawan dan Rumah Pelangi. Oh ya, nikmat sekali gethuk oleh-olehnya ๐Ÿ˜€
Jika anda tertarik mengetahui lebih jauh seputar kegiatan Rumah Pelangi, silahkan hubungi Gunawan di 0293 587 992 atau 0818 0272 3030.

Kembali ke Purwokerto

Sejauh apapun kita merantau, jangan pernah lupakan tempat yang pernah membuat kita bisa tumbuh dan berkembang. Hal ini yang saya lihat yang berusaha dilakukan oleh Keluarga Alumni Universitas Wijayakusuma Purwokerto wilayah Jabodetabek untuk membantu lingkungan sekitar tempat mereka dulu belajar, sangat perlu di contoh oleh kita semua.

Berawal dari pertemuan saya dengan mas Nana Taryana sebagai ketuanya. Akhirnya pada tanggal 19 Januari kemarin, Program KAWIKU Peduli Sekolah telah berhasil menyalurkan sejumlah bantuan pendidikan kepada sejumlah SDN di wilayah Purwokerto. [solid] dalam kemitraannya kali ini memberikan dukungan seperangkat alat olahraga lengkap bagi dua sekolah yaitu SDN 2 Kalisalak (diterima oleh Susanto sebagai Kepala Sekolahnya) dan SDN 2 Windujaya (diterima Pak Sirun sebagai Kepala Sekolahnya).

Penyerahan Bantuan

Kondisi Kelas SDN 2 kalisalak

Kami sekali lagi berterima kasih atas kemitraan yang dilakukan bersama KAWIKU Jabodetabek. Semoga dengan adanya kegiatan tersebut semakin banyak alumni yang tergerak untuk bisa menyisihkan dan membantu anak-anak yang berada di sekitar tempat belajarnya dulu ๐Ÿ™‚

Bagi anda yang sedang merantau di kota-kota besar di Indonesia maupun di belahan dunia lain, mari saatnya menggerakan teman-teman yang lain untuk membantu anak-anak Indonesia yang masih banyak membutuhkan perhatian kita. Semoga sukses dalam perantauannya, jangan lupa dengan yang setia menunggu di kampung halaman ๐Ÿ˜€
Informasi seputar kemitraan dan penyaluran ini bisa kontak KAWIKU Jabodetabek dengan Nana Taryana 081315942442.

Perjuangan diatas Papandayan

Cuaca memang betul-betul sedang kacau. Kadang matahari bersinar terik, eh esoknya hujan deras. Apakah ini yang dinamakan pemanasan global yang semakin menjadi-jadi? hanya Tuhan yang tahu. Mudah-mudahan anda rajin menjaga badan, karena saya sendiri sudah sering tidak enak badan plus kepala karena perubahan cuaca yang tidak menentu ini.

Baru saja balik dari perjalanan sekitar 4 jam dari Garut. Untungnya badan masih bisa diajak komporomi. Tepatnya saya dari MTs (Madrasah Tsanawiyah) Sururon yang berlokasi di Desa Sarimukti yang terletak di pegunungan Papandayan. Kedatangan kali ini sekaligus untuk melihat perkembangan dari bantuan yang pernah kita berikan sebelumnya pada Juni 2006 lalu. Silahkan anda buka link tersebut untuk mengetahui lebih banyak seputar mereka.

Jika anda masih ingat, dari hasil bantuan anda dan sahabat solidaritas lainnya, kita menyalurkan 3 perangkat komputer dan tujuh kardus penuh buku bacaan dan pelajaran bagi murid-murid yang rata-rata anak dari petani dan buruh yang ada di sekitar pegunungan Papandayan. Hari ini kita lihat sendiri ketiga komputer sudah dipergunakan secara bergantian dalam kelas pengenalan dan penggunaan praktis komputer bagi para murid disana. Tedi (terlihat di foto) merupakan guru yang bertanggungjawab dalam kelas komputer ini. Ruangan komputer tersebut menjadi satu dengan perpustakaan sekolah. Senang rasanya melihat komputer tersebut sudah dapat dipergunakan secara maksimal oleh pihak sekolah maupun anak-anaknya.

Ruang Komputer

Satu hal lagi yang dibahas dalam kedatangan saya kli ini adalah soal pengembangan sekolah. Sekdar informasi, MTs Sururon merupakan satu-satunya sekolah setaraf SMP yang ada di kecamatan. Para murid tidak diwajibkan mengeluarkan biaya. Para guru rata-rata adalah para alumni sekolah sendiri atau para sukarelawan yang tidak dibayar sama sekali dalam memberikan dedikasinya (dan mereka semangat melakukannya!). Komitmen dan kepedulian dari pihak sekolah dan masyarakatlah yang membuat sekolah ini terus bisa bertahan.

Dengan semakin diakuinya keberadaan sekolah ini oleh masyarakat dan tentunya berkat bujukan dari pihak sekolah sendiri agar anak-anak mereka mau meneruskan sekolah, perlahan dan pasti semakin banyak anak yang mendaftar untuk bisa sekolah. Konsekuensinya semakin terbatas kelas yang bisa menampung para murid ini. Disinilah kami mencoba mencari kemitraan dan solusi untuk bisa membangun satu kelas tambahan lagi untuk mereka.

Rencana Pembangunan Suasana Kelas

Dari kedua foto diatas anda bisa lihat, lahan tanah kosong yang berda di depan sekolah akan coba kami bangun bersama seperti kelas yang di foto sebelahnya. Konstruksi lebih banyak menggunakan kayu dan bambu, untuk meredam udara dingin dari pegunungan. Dari hasil pertemuan, pihak sekolah dan masyarakat sudah menunjukan komitmen untuk bisa menyumbang. Mereka akan melakukan perhitungan ulang untuk pembiayaan dari pembangunan. Jika sudah selesai akan segera di fax ke kami.

Selanjutnya, kami akan segera kabarkan ke anda. Jika anda tertarik atau mengetahu siapa yang tertarik membantu pembangunan satu ruang kelas untuk MTs. Sururon, kami tunggu sekali kabarnya. Bisa email info@tunascendekia.org atau kontak hotline kami di 0813 1939 2773. Sekecil apapun kontribusi yang bisa diberikan amat sangat berarti ๐Ÿ™‚

Ternyata tidak semua inisiatif program yang coba kita terapkan di MTs Sururon berjalan sesuai rencana. Program perpustakaan digital yang coba kita sediakan melalui penyediaan empat CD ROM Tempo yang berisi koleksi majalah Tempo selama empat tahun, tidak dapat dilaksanakan karena keempat CD tersebut hilang. Tentunya ini akan menjadi sedikit pelajaran bagi kami maupun pihak sekolah untuk bisa menghindari kejadian serupa terjadi lagi.

Batik dari Yogya

Cerita seorang Pak Manto dari Mitra Tema yang keliling dengan sepedanya membawa buku bagi anak-anak, ternyata telah menjadi inpirasi bagi banyak orang untuk bisa berbuat sesuatu terhadap anak Indonesia. Salah satu yang menceritakan kegiatan beliau ini adalah Thomas dan Lala, yang pada saat bencana gempa kemarin di Yogya dan sekitarnya banyak sekali membantu penyaluran [solid] di wilayah tersebut.

Dari bincang-bincang bersama Thomas maupun Pak Manto sendiri, akhirnya kami sepakat memberikan dukungan terhadap kegiatan lainnya yang dijalankan Mitra Tema. Kegiatan tersebut adalah keterampilan membatik bagi anak-anak sekitar, agar bisa dijadikan bekal untuk bisa menjadi mata pencaharian kelak. [solid] akan menyediakan kebutuhan dasar seperti kompor, wajan, lilin, chanting dan kain.

Pada tanggal 12 Desember kemarin melalui sms Avianto, saya mendapat kabar mereka, Thomas, Lala, Thara, Adhi, Defi, Dean dan Avianto sendiri, datang memberikan bantuan tersebut ke Mitra Tema. Terima kasih sekali lagi buat teman-teman di Yogya yang sudah membuat penyaluran ini berjalan dengan baik.

Sekaligus ingin mengucapkan selamat atas selesainya proses rehabilitasi dari SDN Nolobangsan di Sleman, Yogyakarta. Kabar ini kami dapatkan dari Muhammad Fadly, yang dalam emailnya sekaligus mengucapkan terima kasih dan salam untuk anda yang juga telah membantu proses awal rehabilitasi. Pada bulan Juni lalu dikoordinir oleh Thomas, [solid] dengan bantuan donasi anda menyalurkan dua buah tenda untuk membantu jalannya proses belajar mengajar pasca gempa.

Pemimpin dari Timur

Seringkali saya merasa sudah melakukan sesuatu kegiatan yang unik dan tidak ada duanya, lalu muncul satu berita yang menggambarkan satu kegiatan yang jauh lebih unik. Mungkin karena hal-hal seperti ini juga yang membuat MURI selalu tidak kekurangan materi untuk dicatat ๐Ÿ˜€

Walaupun tergolong biasa saja bagi masyarakatnya, tetap saja kalau anda melihat kegiatan para murid SMP ini ada hal unik yang tidak dapat kita saksikan sehari-hari. Seperti kegiatan ulangan ketrampilan yang sedang dilakukan oleh para siswa-siswi SMPN 3 di Desa`Wadibu, Biak Timur ini.

SMPN 3 (2)

Pembalakan liar? Jangan salah sangka dulu ๐Ÿ˜€ Mereka sedang mempraktekan upacara Wor Baropen. Upacara yang dilaksanakan oleh para pemuda (Kabor Insos) sebagai peringatan ketika mereka mulai memasuki usia remaja. Ritualnya setelah upacara selesai ribuan batu disusun dan dibakar sampai batu tersebut menjadi bara. Batu yang masih membara disebar, sementara itu pemimpin keagamaan mempersiapkan dirinya dengan melumuri kakinya dengan cairan khusus sambil mengucapkan mantra. Ketika sang pemimpin upacara sudah siap, dia kemudian berjalan di atas batu yang masih panas membara.

Para siswa-siswi ini juga yang mendapat bantuan berupa seragam dan perlengkapan olahraga lengkap untuk sekolahnya. Rata-rata mereka adalah anak dari para orang tua yang bergantung hidupnya pada hasil nelayan dan kebun. Berkat bantuan anda yang sudah memberikan donasi melalui [solid], dan Paguyuban Brayat Kristen Jawa di Biak sebagai mitra penyalur, anak-anak tersebut bisa mendapatkan kado Natal yang mudah-mudahan akan menumbuhkan semangat belajar dan membangun daerahnya.

SMPN 3

Kehidupan bangsa dan negara kita kelak akan ada di tangan salah satu siswa-siswi ini. Bantuan anda saya yakin menjadi salah satu pemicu mereka untuk bisa merealisasikan cita-citanya. Terima kasih sahabat atas bantuan yang anda berikan ๐Ÿ™‚

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

CEK PENIPUAN!

Museum Penipuan Indonesia
MuseumPenipuanIndoneswia.tunascendekia.org
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia