Antara London dan Manchester (Mitra Penjual!)

Impian [solid] untuk terus merangkul kebersamaan dari orang-orang Indonesia yang tinggal di berbagai belahan dunia sedikit demi sedikit mulai terlihat. Setelah para sahabat PPI Arnhem-Nijmegen, Belanda, Desember ini giliran para sahabat di PPI London UK yang menunjukan kebersamaannya.

Pada acara Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia (TIIMI) di London pada tangal 14-16, mereka mengadakan program One Pound Movement for Millions Future. Pengumpulan donasi dilakukan melalui penjualan gelang merah. Hasil dari donasi tersebut akan disalurkan untuk program peningkatan pendidikan yang dilakukan oleh [solid].

Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Silviana ‘Anneu’ Puspita dan teman-teman PPI London UK. Tidak lupa kepada Pak Dubes Marty dan Pak Kasper dari Kedutaan Besar RI London yang sudah membantu banyak masalah pengiriman gelang [solid] ke London.

Dari London kita menuju Manchester. Manchester yang ada di Senayan Trade Center. Loh koq? soalnya disinilah tempat Red Shop berada alias Arie, sosok dibalik layar keberadaan komunitas United Indonesia; Indonesian Manchester United Supporters Club.

united Indonesia

Berkat bantuan dari Yoppie, kemarin akhirnya ketemuan di Red Shop. Selain ada Yoppie dan Arie, kebetulan sedang ada Angga dan Pelangi juga disana. Dari pembicaraan alhamdulillah kita mendapat dukungan penuh dari United Indonesia dan Red Shop yang mau membantu mendukung sekaligus menjadi mitra penjual bagi gelang merah [solid]!

Jadi bagi yang ada atau sedang di Jakarta dan ingin membeli secara langsung gelang merah [solid]. Arahkan tujuan ke STC Senayan (sebelah Plaza Senayan), tepatnya lantai dasar di Red Shop. Tidak hanya gelang merah saja yang anda temukan, segala hal yang berbau klub sepakbola Manchester United lengkap tersedia. Bisa telephone dulu ke 021 57931567. Sampai ketemu disana :D

Batik dari Yogya

Cerita seorang Pak Manto dari Mitra Tema yang keliling dengan sepedanya membawa buku bagi anak-anak, ternyata telah menjadi inpirasi bagi banyak orang untuk bisa berbuat sesuatu terhadap anak Indonesia. Salah satu yang menceritakan kegiatan beliau ini adalah Thomas dan Lala, yang pada saat bencana gempa kemarin di Yogya dan sekitarnya banyak sekali membantu penyaluran [solid] di wilayah tersebut.

Dari bincang-bincang bersama Thomas maupun Pak Manto sendiri, akhirnya kami sepakat memberikan dukungan terhadap kegiatan lainnya yang dijalankan Mitra Tema. Kegiatan tersebut adalah keterampilan membatik bagi anak-anak sekitar, agar bisa dijadikan bekal untuk bisa menjadi mata pencaharian kelak. [solid] akan menyediakan kebutuhan dasar seperti kompor, wajan, lilin, chanting dan kain.

Pada tanggal 12 Desember kemarin melalui sms Avianto, saya mendapat kabar mereka, Thomas, Lala, Thara, Adhi, Defi, Dean dan Avianto sendiri, datang memberikan bantuan tersebut ke Mitra Tema. Terima kasih sekali lagi buat teman-teman di Yogya yang sudah membuat penyaluran ini berjalan dengan baik.

Sekaligus ingin mengucapkan selamat atas selesainya proses rehabilitasi dari SDN Nolobangsan di Sleman, Yogyakarta. Kabar ini kami dapatkan dari Muhammad Fadly, yang dalam emailnya sekaligus mengucapkan terima kasih dan salam untuk anda yang juga telah membantu proses awal rehabilitasi. Pada bulan Juni lalu dikoordinir oleh Thomas, [solid] dengan bantuan donasi anda menyalurkan dua buah tenda untuk membantu jalannya proses belajar mengajar pasca gempa.

Menuju 2007

Malam Natal. Baru saja selesai melihat TV yang memutarkan si kocak Mr. Bean :D Udara di luar dingin sekali karena masih turun hujan. Anak sedang tidur pulas disamping. Inilah satu berkat yang diberikan kepada saya dan keluarga untuk bisa menikmati bersama pada hari-hari menjelang pergantian tahun.

Banyak keluarga di luar sana yang belum bisa menikmati apa yang saya dan anda nikmati saat ini. Terutama saudara-saudara kita di Sumatera Utara yang baru mendapat cobaan. Pengharapan dan doa yang terus dipanjatkan kepada Yang Kuasa agar kita semua bisa keluar menjadi lebih baik dan mengambil hikmah dari berbagai cobaan yang silih berganti datang.

Selamat Hari Raya Natal, selamat Hari Raya Idul Adha dan selamat Tahun Baru. Kami doakan anda dan keluarga bahagia selalu memasuki 2007 yang penuh harapan…dan kami mengajak anda untuk berdoa bersama bagi saudara-saudara kita…agar mereka bisa segera keluar dari cobaan dunia. Amin…

Pemimpin dari Timur

Seringkali saya merasa sudah melakukan sesuatu kegiatan yang unik dan tidak ada duanya, lalu muncul satu berita yang menggambarkan satu kegiatan yang jauh lebih unik. Mungkin karena hal-hal seperti ini juga yang membuat MURI selalu tidak kekurangan materi untuk dicatat :D

Walaupun tergolong biasa saja bagi masyarakatnya, tetap saja kalau anda melihat kegiatan para murid SMP ini ada hal unik yang tidak dapat kita saksikan sehari-hari. Seperti kegiatan ulangan ketrampilan yang sedang dilakukan oleh para siswa-siswi SMPN 3 di Desa`Wadibu, Biak Timur ini.

SMPN 3 (2)

Pembalakan liar? Jangan salah sangka dulu :D Mereka sedang mempraktekan upacara Wor Baropen. Upacara yang dilaksanakan oleh para pemuda (Kabor Insos) sebagai peringatan ketika mereka mulai memasuki usia remaja. Ritualnya setelah upacara selesai ribuan batu disusun dan dibakar sampai batu tersebut menjadi bara. Batu yang masih membara disebar, sementara itu pemimpin keagamaan mempersiapkan dirinya dengan melumuri kakinya dengan cairan khusus sambil mengucapkan mantra. Ketika sang pemimpin upacara sudah siap, dia kemudian berjalan di atas batu yang masih panas membara.

Para siswa-siswi ini juga yang mendapat bantuan berupa seragam dan perlengkapan olahraga lengkap untuk sekolahnya. Rata-rata mereka adalah anak dari para orang tua yang bergantung hidupnya pada hasil nelayan dan kebun. Berkat bantuan anda yang sudah memberikan donasi melalui [solid], dan Paguyuban Brayat Kristen Jawa di Biak sebagai mitra penyalur, anak-anak tersebut bisa mendapatkan kado Natal yang mudah-mudahan akan menumbuhkan semangat belajar dan membangun daerahnya.

SMPN 3

Kehidupan bangsa dan negara kita kelak akan ada di tangan salah satu siswa-siswi ini. Bantuan anda saya yakin menjadi salah satu pemicu mereka untuk bisa merealisasikan cita-citanya. Terima kasih sahabat atas bantuan yang anda berikan :)

Warna Hidup

lukis botol

Anak-anak yang sedang mewarnai gelas plastik dalam satu program pendampingan anak. Kemitraan komunitas Rumah Pelangi dan Yayasan Tunas Cendekia di Dusun Peden, Desa Baturono, Kecamatan Salam, Magelang.

Tidak lupa terima kasih untuk Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) yang sudah mengundang kami untuk hadir dalam seminar pembahasan hasil kajian Hak Anak di Indonesia, Hukum, Kebijakan dan Prakteknya. Hasil riset yang sangat berguna. Jika anda membutuhkan informasi seputar anak, saya sangat sarankan untuk mendapatkan hasil riset ini dan bisa langsung hubungi mereka.

Tidak Ada Listrik & Air

Alkisah di sebuah desa terpencil di Ende, NTT. Seorang dokter sedang berkonsultasi dengan ibu mengenai obat anaknya. “Begini bu, jangan lupa sebelum memberikan obat ini ke anak, dikocok terlebih dahulu botolnya (sambil memperagakan gaya menggoyang botol),” jelas sang dokter. Ibupun berterima kasih dan berjanji akan datang lagi untuk memeriksa perkembangan anaknya.

Beberapa hari kemudian datanglah ibu kembali ke puskesmas. Dengan terlihat cemas si ibu bercerita,”Begini dokter waktu itu khan dokter bilang untuk jangan lupa di kocok dulu botol obatnya sebelum diberikan ke anak saya.” “Betul sekali bu. Memangnya ada masalah?” tanya dokter. “Yah begini dok, saya itu sering lupa untuk mengocok dulu botolnya. Jadi karena sudah terlanjur diberikan anak, saya putar balikan saja badan anak saya. Sama saja khan dok?”

Cerita diatas bisa jadi disangka fiktif bagi sebagian orang. Namun bagi anda yang pernah ditempatkan sebagai dokter PTT alias penempatan tidak tetap di satu pelosok desa, mungkin masih banyak cerita lucu lainnya yang lebih tidak masuk akal :D

Dokter

Senin malam kemarin saya akhirnya bertemu dengan dr. Arie yang baru saja pulang dari penempatannya di kabupaten Ende, NTT. Selama penempatan dia telah membantu menyalurkan bantuan [solid] ke SD Watunggere, SD I dan SD III Wolooja. Untuk laporan penyaluran di Watunggere sudah ada laporannya yang bisa anda klik disini. Namun karena kendala tekhnis laporan SD Wolooja I dan SD Wolooja III di desa Mbuliwaralau terpaksa dia berikan ketika balik di Jakarta.

Kesehatan dan pendidikan adalah dua faktor yang mau tidak harus seiring sejalan. Arie sendiri melihat secara langsung bagaimana desa yang menjadi tempat penempatannya belum terjamah oleh listrik dan air bersih. 4 jam dari kota. Rute yang rawan longsor di musim hujan. Mandipun terpaksa 4 hari sekali. Saya yakin yang membuat dokter maupun guru yang ditempatkan di daerah terpencil ini bertahan adalah pengabdian dan kepedulian tumbuh semakin kuat setelah mereka melihat sendiri kondisi yang seharusnya setelah sekian lama bangsa ini merdeka bisa jauh atau sedikit lebih baik.

Kami memberikan salut kepada para guru dan dokter yang sudah mengabdi dan bertahan di segala kondisi. Walaupun realitas selalu menunjukan jauh dari harapan. Namun melihat keberadaan anda saja, saya yakin anak-anak ini akan merasa masih ada saudara mereka yang memberikan perhatian. Dimanapun dan siapapun di dunia ini, kita semua membutuhkan yang namanya perhatian dan kasih sayang.

Terima kasih juga untuk anda sahabat, yang sudah memeberikan donasi agar program [solid] terus bisa berlangsung…

Ingin bantu anak-anak Indonesia? hubungi kami di info@tunascendekia.org atau hotline 08161833443 Dukungan anda sangat berarti!

72.360!

gelang yang terjual sampai 12 Oktober'17
mari beli dan bergabung
terima kasih!
Dari 100 orang miskin Indonesia, 55 tidak bisa meneruskan pendidikan dasarnya!
Saatnya jalin solidaritasKEBERSAMAAN diantara kita...

jejaring sosial

Kunjungi Facebook Fan Page Yayasan Tunas Cendekia facebook.com/bantuAnakIndonesia